
Grea dan Arvan saat ini tengah makan siang bersama, setelah tenaganya terkuras habis oleh kegiatan yang membuat keduanya kelelahan dan harus segera diisi kembali.
" Sayang, makan yang banyak ya!" ucap Arvan seraya mengusap sudah bibir Grea yang nampak sedikit belepotan terkena saus.
" Iya!"
" Setelah makan siang kamu mau ngapain sayang?" tanya Arvan membuat Grea menghentikan kegiatannya
" Emmmm.... bagaimana kalau hari ini kita ke rumah mommy, aku kangen banget sama bang Jimmy. sudah lama juga kan kita tidak menjenguknya" usul Grea
" Baiklah, tapi aku hanya mampir sebentar saja ya, aku harus ke kantor ada pekerjaan yang harus aku selesaikan, nanti pulangnya aku jemput" ucap Arvan
" Emm... apa boleh mas kita menginap saja di rumah mommy , aku kangen dengan mereka mas!" ucap Grea yang bergelayut manja dengan Arvan
" Boleh gak ya? emmmm.... " Arvan menjeda ucapannya
" mas, ih nyebelin!" kesal Grea
" Iya... iya .. boleh sayang. yaudah sekalian saja kamu bawa baju gantinya!" ucap Arvan
" Tidak usah mas, di rumah aku masih punya banyak baju"
" Bagaimana dengan baju suamimu ini, hem?" Arvan menaik turunkan alisnya
" Iya ampun aku hampir lupa. maaf ya mas!" Grea langsung bergegas masuk ke dalam kamar dan menyiapkan baju ganti untuk suaminya.
...🖤...
Grea dan Arvan kini tengah berada di dalam mobil menuju ke rumah orang tua Grea.
Setelah hampir 30 menit perjalanan, mobil mereka pun sampai di pekarangan rumah orang tua Grea.
" Assalamu'alaikum!" ucap Grea saat masuk ke dalam rumah tersebut
" Wa'alaikum salam, eh anak mommy tumben ingat pulang kirain sudah lupa jalan pulang?" goda sang mommy yang berada di dapur.
" Maaf mommy ku yang cantik bukannya gak tahu jalan pulang tapi akhir-akhir ini mas Arvannya selalu sibuk" Grea memeluk sang mommy dari belakang dan bergelayut manja.
" Iya mommy tahu kalau soal kesibukan suamimu itu yang tidak ada tandingannya, siapa sih yang gak tahu kalau suami kamu itu gila kerja" sahut mommy Marla mengacak gemas rambut Grea.
Setelah Arvan dan Grea menyalami mommy Marla mereka langsung duduk di meja makan seraya memperhatikan mommy Marla yang sibuk dengan pekerjaan dapurnya.
" Mom bibi kemana kok tumben mommy masak sendiri?" tanya Grea yang tengah mengambil minuman didalam kulkas untuk dirinya dan juga sang suami.
" Si bibi sedang pulang kampung, sudah 3hari yang lalu dan katanya baru bisa balik lagi kesini Minggu depan" sahut mommy Marla
" Pulang kampung ngapain mom?"
" Cucunya mau sunat katanya"
" Oh!" Grea hanya ber'oh ria
" Kapan ya mommy punya cucu seperti si bibi?" kata mommy seraya melirik ke arah Grea.
" Kenapa melirik gitu mom? sabar mom sebentar lagi juga hadir. iya kan mas?" tanya Grea yang menoleh ke arah Arvan namun ternyata Arvan sedari tadi tengah sibuk sendiri dengan ponselnya
" Tuh kan kebiasaan dicuekin teruuusss" dengus Grea seraya mengerucutkan bibirnya
" Van!" panggil mommy Marla membuat Arvan terkesiap dan langsung menoleh ke arah mommy Marla.
" Iya mom ada apa?" tanya Arvan
" Kamu gak lihat tuh isteri kamu udah pasang wajah cemberut gitu?" mommy menunjuk Grea dengan dagunya.
" Kamu kenapa sayang, kok cemberut gitu mukanya?" tanya Arvan yang tidak sadar kalau isterinya tengah ngambek gara-gara ulahnya juga yang sibuk dengan ponselnya.
" Tau ah ngeselin!" sahut Grea ketus
" Loh kok marah si yang?" Arvan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
" Dia itu lagi mode cemburu sama kamu Van, masa gak peka sih. duh kalau begitu terus kapan mommy dikasih cucunya" tutur mommy Marla membuat Arvan mengerutkan keningnya.
" Cemburu?" Arvan menatap bingung ke mommy dan Grea bergantian
" Isterimu itu sedang cemburu dengan ponsel dan pekerjaan kamu Van" ucap mommy Marla yang tahu arti tatapan bingung Arvan.
" Owh ya ampun sayang!" Arvan tersenyum geli melihat isterinya yang akhir-akhir ini memang mudah ngambek, dan hal itu bukan masalah buat Arvan karena dia juga tahu kondisi wanita hamil terkadang moodnya mudah berubah-ubah.
" Sudah ah sana, katanya tadi cuma sebentar mau pergi ke kantor. yaudah sana pergi!" usir Grea ketus.
" Kamu ngusir aku?" tanya Arvan menautkan alisnya.
" Terserah deh!" Grea beranjak dari duduknya
"Grea gak boleh bersikap tidak sopan pada suami, mommy tidak pernah mengajarkan kamu seperti itu loh sayang!" Tegur mommy Marla
Grea kembali duduk dengan wajah cemberut.
" Grea!" panggil mommy-nya namun Grea tetap bergeming.
" Tidak apa-apa mom, sudah biasa kok mom Grea seperti itu akhir-akhir ini, Wajarlah mom wanita hamil itu moodnya susah ditebaknya. Terkadang manis dan lucu seperti kucing terkadang galak seperti singa betina" tutur Arvan yang terkekeh sendiri apalagi dengan wajah Grea yang semakin cemberut.
__ADS_1
" Mas ih ngeselin banget sih!" Grea mencubit pinggang Arvan membuat Arvan teriak kesakitan.
" Iya, ampun sayang!" Arvan mengusap perutnya yang terasa panas terkena cubitan Grea.
" Rasain, siapa suruh mengabaikan aku dan juga calon anak kita " gumam Grea kesal dan Arvan hanya bisa cengengesan.
Tanpa mereka sadari apa yang menjadi obrolan mereka sedari tadi membuat mommy Marla membeku ditempat saat mendengar Arvan berkata wanita hamil dan calon anak.
" Grea, apa kamu sedang hamil sayang?" tanya mommy Marla penasaran.
" kenapa mom?" tanya Grea yang memang sedang tidak fokus.
" Kamu sekarang gemukan, jadi beneran kamu sedang hamil Grea?" tanya mommy kembali
" He...he... menurut mommy?" Grea balik bertanya
" Ish, ini anak!" mommy meletakkan semua alat dapurnya dan langsung menghampiri Grea yang tengah duduk di kursi meja makan.
" Bagaimana Grea?" tanya mommy Marla semakin dibuat penasaran
" Emmm...!" belum sempat di jawab kata-katanya sudah dipotong duluan.
"Alhamdulillah, sudah mah!" jawab Arvan dengan bangganya
" Jadi beneran kamu sedang hamil Gre?" tanya mommy yang ingin kembali memastikannya dengan mata berbinar bahagia.
" Iya mom" Grea menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
" Berapa usianya?" tanya mommy Marla yang kini tengah duduk di samping Grea dengan wajah berbinar
" Emmm,... 17 Minggu!" jawab Grea dengan sedikit malu-malu.
" 17 Minggu?" tanya mommy Marla dan Grea mengangguk
" Pantas saja kamu terlihat lebih gemuk sekarang, mommy kira kamu itu hidup senang dengan suami kamu jadi gemukan" goda mommy seraya mengusap lembut perut Grea
" Ya memang aku hidup bahagia mom dengan suami Gre, kalau gak bahagia bagaimana mungkin aku hamil mom!" ucap Grea cengengesan.
" Iya mom, aku akan berusaha untuk terus membahagiakan Grea dan juga anak-anak kami kelak" ucap Arvan.
" Terima kasih ya mas!" Grea menatap penuh cinta kepada suaminya begitu juga dengan Arvan.
" Syukurlah kalau begitu mommy sama daddy kamu lega mendengarnya. jika daddy kamu tahu Grea kamu sedang hamil Daddy kamu pasti bahagia banget." tutur mommy Marla
" Grea!" Suara bariton yang terdengar dari balik punggung Grea mengejutkan mereka
" Bang Jimmy!" teriak Grea menoleh lalu beranjak dari duduknya dan langsung menghampiri Jimmy
" Ingat dek udah punya suami juga masih aja loe manja, malu woy" Jimmy mengacak-acak rambut Grea gemas.
"Yeee....emang kenapa kalau gue manja sama Abang sendiri ya kali gitu dia cemburu?" sahut Grea melirik ke arah Arvan.
" Ya kali aja!" ucap Jimmy
" Ya gak segitunya juga kali gue bang!" ucap Arvan menimpali
" Wisss.... sejak kapan loe panggil gue abang, aneh rasanya tau gak?"
" Ya sejak gue jadi adik ipar loe lah" sahut Arvan.
"Dek kok loe kelihatan tambah gemukan ya sekarang?" celetuk Jimmy
"Gemukan apa gendutan nih bang?" Grea balik bertanya.
" Emmmm... keduanya!" sahut Jimmy tergelak
" Ih Abang mah gitu!" kesal Grea yang langsung mendaratkan cubitan kecil di pinggang sang kakak.
" Aw..aw... aw....ampun dek sakit!" Jimmy memberengut seraya mengusap-usap pinggangnya yang terasa panas setelah terkena capitan tangan Grea.
" Lagian abang jahat banget ngatain aku gendut dan gemuk"
" Ya emang kenyataan!" sahut Jimmy santai
" Mommy... Abang ih nyebelin!" kesal Grea yang malah mengadu kepada sang mommy
" Ish kalian ini sudah seperti anak kecil saja, kamu juga Gre malu dong sama tuh perut masa sudah mau jadi calon ibu masih saja kayak anak kecil." Ucap mommy Marla menengahi kedua anaknya.
" Calon ibu? jadi ini bocah sedang hamil mom?" Jimmy mengacak-acak rambut Grea gemas.
" Ih apaan sih kak, rusak nih rambut Grea!" protes Grea yang merapihkan rambutnya kembali.
" Iya, adikmu sebentar lagi akan menjadi ibu dan mommy jadi Oma!" jawab mommy dengan wajah berbinar
" Selamat ya dek, semoga kandungan loe selalu sehat. dijaga dengan baik ya dek. " pesan Jimmy yang turut bahagia dengan kehamilan adik kesayangannya itu
" Van titip adik gue ya, tolong dijaga dengan baik adik gue dan juga calon keponakan gue. jangan sampai loe mengabaikan dan tidak perhatian dengan keadaan adik gue. pokoknya kalau sampai adik dan calon keponakan gue kenapa-napa loe yang akan gue beri pelajaran. camkan itu!" pesan Jimmy kali ini berbicara dengan nada dan suasana yang serius.
" Iya bang, gue janji gue akan menjaga isteri dan calon anak gue dengan baik bang!" sahut Arvan.
" Bagus kalau begitu!" ucap Jimmy senang.
__ADS_1
Grea dan Jimmy berjalan menuju kursi meja makan dan Grea langsung duduk disamping sang suami.
" Abang bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Grea
" Alhamdulillah, sudah baikkan dek tapi sayangnya abang masih belum boleh masuk kantor sama daddy" ucap Jimmy sedikit mengeluh.
" Ya itu demi kebaikan abang juga kan, kalau abang dinyatakan benar-benar fit daddy juga gak akan melarang kali bang!"
" Iya dek, abang ngerti tapi tetap saja bosan dek dirumah terus"
Grea nampak berpikir sejenak " bang bagaimana kalau kita keluar aja yuk ?" usul Grea yang langsung membuat Arvan melotot kearahnya.
" Sayang!" panggil Arvan penuh penekanan
Grea menoleh seraya cengar-cengir " Mas boleh ya aku keluar sebentar dengan bang Jimmy, gak akan jauh kok perginya. ya paling ke mall yang ada di dekat kantor kamu aja bagaimana, biar nanti pulangnya aku dan bang Jimmy langsung ke kantor kamu?" ucap Grea penuh harap.
" Sayang, aku gak bisa menemani kamu ke mall hari ini, kamu juga kan tahu mas masih ada pekerjaan dikantor" protes Arvan
" Ya mas pergi aja ke kantor biar aku pergi berdua saja dengan bang Jimmy" sahut Grea santai
" Tapi sayang_" ucapan Arvan terpotong oleh ucapan mommy Marla yang tahu akan kecemasan Arvan terhadap putrinya.
" Kamu gak usah khawatir Van, biar mommy yang akan menemani mereka. kamu selesaikan saja pekerjaan kamu nanti kalau sudah selesai kamu bisa menyusul " tutur mommy membuat Arvan mau tidak mau akhirnya setuju saja.
" Yaudah kalau begitu kita berangkat sekarang!" ucap Arvan
" Mas aja duluan, nanti telat lagi biar aku berangkat dengan mommy dan bang Jimmy saja" tolak Grea halus
" Terus yang bawa mobilnya siapa sayang?" tanya Grea yang nampak berpikir sejenak.
" Ada bang Jimmy!" sahut Grea
" Bang Jimmy masih belum boleh bawa mobil sayang!"
" Iya bang?" tanya Grea menatap Jimmy
" Iya dek" sahut Jimmy
" Yaudah nanti minta mang Udin yang mengantar!" ucap mommy Marla menengahi.
" Kamu berangkat saja Van, gak usah khawatir mommy yang akan menjaga putri dan calon cucu mommy. " ucap mommy Marla
" Iya mom, ya sudah kalau begitu aku pamit ya Mom.
" Iya hati-hati bawa mobilnya!" pesan sang mertua
" Iya mom"
" Sayang aku pergi dulu ya!" ucap Arvan pamit.
" Hati-hati ya mas!" ucap Grea
" Iya sayang, ingat hati-hati ya kalau mau jalan. jaga dengan baik calon bayi kita" pesan Arvan. Grea mengangguk lalu mencium punggung tangan Arvan penuh cinta.
🖤
Arvan sudah berangkat ke kantor dan tidak lama dari kepergiannya, Grea, mommy dan Jimmy pun pergi menuju mall yang letaknya tidak jauh dari kantor milik Arvan.
Setibanya di mall mereka berkeliling mencari baju untuk Grea tepatnya baju longgar yang nyaman untuk dipakai ibu hamil tersebut.
" Grea ini bagus loh!" mommy Marla menunjukkan beberapa baju terusan yang ukurannya sedikit besar.
" Iya mom ini bagus, bahannya juga sepertinya nyaman dipakai"
Grea menyukai baju-baju yang dipilihkan oleh sang mommy. Jimmy hanya mengekori dua wanita yang sangat berharga dalam hidupnya itu berbelanja.
" Bang Jimmy gak mau pilih-pilih baju gitu?" tanya Grea
" Gak ah baju abang masih banyak dek!" sahut Jimmy
" Kamu gak beli buat Arvan Gre?" tanya mommy Marla
" Emmmm... ingin sih mom, tapi kira-kira yang cocok yang mana ya?" Grea merasa ragu takut jika pilihannya tidak sesuai dengan selera suaminya.
" Yang ini bagus gak mom?" tanya Grea
" Sepertinya cocok, suami kamu itu kan tampan ya mommy rasa pakai baju apapun tetap cocok kok" sahut mommy Marla
Grea akhirnya memilih kemeja berwarna marun untuk Arvan. " Mom Gre ke kasir dulu ya!" pamit Grea
Grea berjalan menuju kasir dengan wajah sumringah karena hari ini ia merasa sangat bahagia karena bisa kembali pergi bersama mommy dan kakaknya Jimmy.
Setibanya di kasir Grea langsung membayar belanjaannya setelah itu dia kembali menghampiri mommy dan Jimmy yang tengah menunggunya.
" Grea!" panggil seseorang yang membuat Grea menghentikan langkahnya
Grea yang merasa namanya dipanggil langsung menoleh kesumber suara.
" Greandira!" Dengan langkah setengah berlari ia menghampiri Grea.
" Loe?"
__ADS_1