Nikah Menjadi Pengantin Pengganti

Nikah Menjadi Pengantin Pengganti
Bertemu


__ADS_3

Setelah acara makan siang bersama usai Caca bergegas undur diri dengan berbagai alasan agar Grea percaya dan mengizinkannya kembali ke tempat kerjanya.


Berlama-lama berada di dalam satu ruangan dengan Jimmy membuat Caca merasa sulit untuk bernafas apalagi sejak dia datang tatapan Jimmy terus saja mengarah kepadanya.


" Sorry ya Grea gue harus kembali ke ruangan gue sekarang, gak enak sama yang lain kalau gue telat apalagi pekerjaan gue hari ini cukup banyak" pamit Caca kepada Grea


" Yahhh Ca padahal gue mau ngomong sesuatu sama elo!" ucap Grea yang sedikit merasa kecewa


" Lain kali aja ya Grea!"


" Mas!" Grea memanggil Arvan


" Sayang, saat ini semua karyawan memang sedang sibuk termasuk Caca, jadi biarkan Caca kembali ke ruangannya untuk menyelesaikan pekerjaannya karena kalau tidak Caca bisa saja jadi lembur untuk menyelesaikan pekerjaannya hari ini. apa kamu tega Caca lembur sendirian?" tutur Arvan membuat Caca sedikit bernapas lega karena tidak biasanya atasannya itu memberi ia jalan keluar.


" Yaudah kalau begitu, tapi lain kali janji ya Ca luangkan waktu untuk kita ngobrol" pinta Grea


" Iya, nanti kalau udah gak sibuk gue kabarin bagaimana?"


" Oke kalau begitu"


Caca pun pamit undur diri " Terima kasih ya Grea makan siangnya" ucap Caca sebelum pergi


" Iya sama-sama" sahut Grea


" Pak presdir terima kasih!"


" Hemmm!" jawab Arvan sedikit mengangguk


"Mari pak Jimmy, saya permisi!" pamit Caca kepada Jimmy walaupun sedikit gugup tapi Caca berusaha untuk bersikap tenang dan santai agar Grea dan Arvan tidak menaruh curiga.


" Terima kasih ya Ca!" ucap Jimmy tiba-tiba membuat Caca mengerutkan keningnya


" Terima kasih untuk apa?" tanya Caca


" Terima kasih sudah menemani ku makan siang bersama Grea dan Arvan jadi aku tidak menjadi obat nyamuk!" ucap Jimmy seraya terkekeh sendiri


" Oh soal itu, kirain apa, saya juga harus berterima kasih juga dong pak kalau begitu" ucap Caca


" Kenapa ?" tanya Jimmy


" Ya karena seperti yang pak Jimmy bilang tadi karena saya bapak tidak menjadi obat nyamuk dan karena pak Jimmy saya juga tidak menjadi obat nyamuk mereka" sahut Caca seraya terkekeh entah kenapa tiba-tiba perasaan gugupnya meluap begitu saja


" Kalian formal banget sih, pakai panggil pak Jimmy segala" protes Grea


" Ya itu harus dong Grea bagaimana pun ini di kantor jadi harus panggilnya pak Jimmy!" sahut Caca


" Emm.. yaudah ya Grea, semuanya saya pamit!" ucap Caca lalu beranjak pergi namun baru saja melangkah menuju pintu tiba-tiba dari arah luar pintu ruangan tersebut terbuka.


Ceklekk


Menyembul sosok seorang wanita cantik dengan menggunakan dress berwarna merah muda menyunggingkan senyumnya.


" Selamat siang kak Arvan, Grea_!" ucapan wanita tersebut menggantung saat netranya menangkap sosok pria yang masih sangat ia cintai berada di ruangan tersebut, senyumnya semakin merekah namun sedetik kemudian senyum itu pudar saat netranya baru menyadari ada sosok wanita cantik, mungil dan begitu manis tengah berdiri di hadapannya.


Wanita yang tidak lain Arindia itu menatap tajam ke arah Caca yang hendak melangkah keluar.


" Maaf, permisi nona Arin!" ucap Caca dengan sopan


" Pergilah, kalau perlu resign dari kantor ini!" bisik Arin saat Caca melintas di hadapannya.


Caca hanya memutar bola matanya malas menanggapi ucapan wanita tersebut sama halnya ia menerima kekalahan atas penghinaannya.


" Loh Jimmy, kok kamu bisa kebetulan banget sih ada di sini?" tanya Arindia dengan memberikan senyum termanisnya

__ADS_1


Jimmy yang merasa enggan menimpali Arindia hanya menjawab secukupnya " Hem, lagi ada perlu" jawabnya datar dan Arindia mengangguk pelan


" Emmmm.... bagaimana kalau kita makan siang bersama Jim, kebetulan kan kita bertemu disini jarang loh kita bisa kumpul kayak gini" ucap Arindia dengan semangat


" Kami sudah makan siang Rin, baru saja selesai kamu sih telat datangnya. kakak ipar mu ini sudah membawakan kakak makan siang !" ucap Arvan


" Ya sudah kalau begitu kita saja yang pergi, bagaimana Jim?" tanya Arindia penuh harap


" Maaf, aku juga sudah makan siang" jawab Jimmy


" Van, dek... aku pergi dulu ya. terima kasih makan siangnya!" ucap Jimmy pamit undur diri


" Iya bang sama-sama, lain kali kalau datang ke sini kasih kabar ya bang, biar kalau Grea bawa makanan buat mas Arvan sekalian juga buat bang Jimmy" pesan Grea kepada sang kakak


" Iya bawel!" Jimmy pun pergi keluar dari ruangan tersebut namun saat tepat berada di ambang pintu tiba-tiba Arin mengikuti langkah Jimmy begitu saja.


" Loh Rin kamu mau kemana?" tanya Arvan


" Mau pulang saja kak, aku lupa ada pekerjaan yang tertinggal" sahut Arindia berbohong


" Ya sudah kalau begitu hati-hati bawa mobilnya, jangan ngebut!" pesan Arvan


" Emmmm... aku tidak bawa mobil kak ya kalau boleh aku justru ingin meminta tumpangan dengan Jimmy. boleh ya Jim?" tanya Arindia dengan suara manja membuat Jimmy risih mendengarnya.


" Maaf, aku sibuk hari ini aku tidak bisa mengantar mu !" tolak Jimmy


" Sebentar saja Jim!" rengek Arindia


" Maaf Arin aku tidak bisa!" ucap Jimmy seraya melangkah pergi meninggalkan Arindia yang masih berdiri mematung di depan pintu ruangan Arvan.


" Mas, kok aku jadi merasa gak nyaman ya melihat sikap adikmu terhadap bang Jimmy!" ucap Grea saat Arindia memutuskan untuk pergi menyusul Jimmy


" Merasa gak nyaman bagaimana?" tanya Arvan


" Sepertinya adikmu itu sengaja deh ingin mendekati bang Jimmy!" sahut Grea


" Ya Arin sepertinya sedang mengejar kembali cinta bang Jimmy" sahut Grea dengan dongkol


" Lalu salahnya dimana?" tanya Arvan santai


" Salahnya, kenapa kamu tanya salahnya dimana sih mas" Grea kesal dengan respon Arvan yang nampak santai


" Ya gak apa-apa dong sayang kalau mereka masih saling mencintai"


Grea tersenyum kecut, " Gak apa-apa kata kamu mas kamu lupa dengan apa yang sudah dilakukan Arin terhadap kakakku" wajah Grea nampak geram


" Sayang kok kamu jadi marah gitu sih?" Arvan menarik Grea ke dalam pelukannya namun Grea menolak


" Sudahlah mas percuma bicara soal ini sama kamu mah!" Grea meraih tangan Arvan untuk salam takzim lalu beranjak pergi.


"Assalamu'alaikum!" ucap Grea


"Sayang, kok pergi sih sayang!" panggil Arvan yang merasa bingung dengan sikap Grea yang malah marah padanya.


" Wa'alaikum salam" sahut Arvan setelah pintu ruangannya tertutup.


Arvan mengusap wajahnya kasar belum menyadari kesalahannya sendiri yang membuat sang isteri merajuk. sedetik kemudian ia sadar akan kesalahannya dalam menanggapi ucapan Grea yang membahas tentang adik kesayangannya Arin apalagi beberapa hari ini entah kenapa adiknya selalu datang ke kantornya. tidak ingin kesalahpahaman semakin besar Arvan pun memutuskan untuk menyusul Grea dan menghubungi Hanan untuk menghendle urusan kantor.


🖤


Dengan pikiran yang bercampur aduk Caca duduk di layar komputer tanpa mengetik apa-apa. Nana yang melihat Caca melamun dan panggilannya tidak direspon merasa geregetan akhirnya memilih menghampirinya.


" Mba Caca yang cantik kasihan tuh komputernya dari tadi dicuekin terus, asik ngelamunin apa sih ?" ucap Nana seraya meletakkan kedua tangannya di bahu Caca membuat sang empu langsung tersentak dan terkesiap dari lamunannya.

__ADS_1


" Ya ampun Nana ngagetin aja sih!" Caca mengelus dadanya karena merasa terkejut


" Ya habis mba Caca dari tadi dipanggilnya diam aja!"


" Iya maaf!"


" Lagi mikirin apa sih mba? lagi punya masalah ya sama pacarnya?" tanya Nana kepo


" Pacar yang mana sih Na, aku sudah putus dan sekarang lagi jomblo" sahut Caca yang mulai memfokuskan diri pada layar komputernya.


" Putus? mba Caca serius lagi jomblo?" tanya Nana antusias


" Kenapa memangnya kalau aku jomblo, kamu kok kayak antusias gitu sih?" tanya Caca penuh selidik


" Ya bukan gitu Mba, berarti yang jomblo bukan aku doang sekarang ada mba Caca juga toh yang nemenin aku sang jomblowati ini" ucap Nana seraya terkekeh sendiri


" oh ya ampun Nana kirain apa, memang kenapa kalau jomblo? ya siapa tahu aja ngejomblo tapi tau-tau ada yang datang langsung melamar ngajak nikah tidak pakai acara pacar-pacaran lagi yang cuma jagain jodoh orang, iyakan?" tutur Caca membuat Nana manggut-manggut


" Iya juga ya mba, pacaran lama sampai bertahun-tahun tapi ternyata jodohnya orang"


" Iya Na, mendingan ketemu langsung nikah!"


" Memangnya ada ya mba yang mau seperti itu?"


" Ada kalau kitanya sudah sama-sama yakin"


" Semoga saja jodoh aku segera datang ya Mba" ucap Nana penuh harap


" Amin!" timpal Caca


Tanpa terasa jam kerja sudah selesai, Caca dan Nana tengah siap-siap untuk pulang.


" Mba Caca pulang naik apa?" tanya Nana saat mereka sedang berjalan di lobi


" Naik taksi" sahut Caca


" Gak bawa motor mba?" tanya Nana yang tahu kalau Caca sering bawa motor ke kantor.


" Enggak Na, motornya lagi di bengkel"


" Kenapa memangnya mbak?"


" Enggak tahu waktu dipakai mati gitu aja ditengah jalan, aku juga belum sempat ke bengkel buat ambil itu motor" sahut Caca


" Mba itu bukannya mantan mba Caca ya?" ucap Nana tiba-tiba saat melihat seseorang yang terus memperhatikan Caca di seberang jalan


Caca yang mengikuti arah pandangan Nana terkejut melihat keberadaan Micko.


" Itu orang maunya apa sih, ngeselin banget!" kesal Caca


" Mba kok tatapan matanya seperti itu ya ke mba Caca? apa gak sebaiknya mba pulang bareng aku aja!" tawar Nana yang merasa khawatir dengan Caca


" Gak usah Na, terima kasih. kalau aku bareng kamu yang ada kamu tuh mutar lagi nantinya kasihan ibu kamu nanti nyariin anaknya telat pulang" sahut Caca


" Ya enggak apa-apa mba, nanti aku bilang sama ibu dari pada aku khawatir sama mba"


" Aku tidak akan kenapa-napa Na kamu tenang saja!" ucap Caca berusaha menenangkan Nana walaupun pada kenyataannya dia sebenarnya merasa takut setengah mati dengan sosok pria yang saat ini terus saja menatapnya


" Mba yakin?" tanya Nana memastikan


" Iya, sudah cepat sana pulang nanti ibumu khawatir"


" Yaudah kalau begitu, aku duluan ya Mba!" ucap Nana seraya berjalan ke arah motor metiknya yang biasa terparkir di dekat pintu keluar.

__ADS_1


Caca berjalan ke tepi jalan raya saat melihat taksi yang melintas namun ketika hendak memberhentikan taksi tersebut tiba-tiba tangan Caca ditarik dari belakang.


" Aaa...emm!" teriak Caca saat mulutnya di bekap oleh seseorang.


__ADS_2