Nikah Menjadi Pengantin Pengganti

Nikah Menjadi Pengantin Pengganti
Akhir Bahagia


__ADS_3

Hari berganti waktu berlalu kebahagiaan terus menerus mewarnai keluarga besar Alexander, dan tanpa terasa kini sudah 2 tahun berlalu.


Saat ini keluarga Arvan dan Greandira tengah sibuk mempersiapkan diri untuk datang ke acara ulang tahun putri pertama Caca dan Jimmy, sungguh berkah untuk mereka setelah satu bulan pulang dari berbulan madu ke Bali Caca langsung dinyatakan hamil.


Kehamilan Caca pun terbilang mudah, tidak rewel seperti wanita hamil pada umumnya, Caca masih bisa bekerja dan menyelesaikan tugas di perusahaan Arvan.


Kini Caca sudah tidak lagi bekerja, kesehariannya hanya sebagai ibu rumah tangga, mengurus anak dan suami di rumah.


Jimmy begitu memanjakan dan mencintai dua wanita yang paling berharga dalam hidupnya, Caca dan putri kecilnya Cherylia Aurora


" Sayang, lucu banget sih putri kecil kita. enggak terasa ya sudah satu tahun aja, gemes deh" Jimmy mencium gemas putri kecilnya yang sedang berada di gendongan Caca


" Bang Jim, udah ih nanti Cherry nya berantakan lagi" kesal Caca karena sikap rusuh sang suami


" Abis gemes sih!" sahutnya tanpa dosa.


Semua persiapan sudah selesai rumah mereka pun disulap seperti istana dalam dongeng, mommy Marla dan daddy Jimmy pun tengah sibuk sendiri menanti tak sabar kemunculan dua Princesses kesayangan mereka siapa lagi kalau bukan Queensy dan Cherry


Sementara di kediaman keluarga Arvan Grea yang saat ini tengah hamil besar kewalahan dengan sikap Queensy yang begitu aktif dan tidak mau diam, balita berusia 3 tahun itu terus saja berlari-larian saat Mama Grea ingin mendandaninya.


" Sayang ayo dong berhenti, mama capek jika kamu seperti ini!" keluh Grea


Arvan yang sudah berdandan rapih menghampiri isterinya yang sedang duduk di lantai beralaskan karpet yang berada di kamar putrinya itu.


" Loh kok lemes gitu, ada apa sayang?" tanya Arvan berjongkok di depan isteri tercintanya


" Tuh liat putrimu!" tunjuk Grea dengan wajah cemberut ke arah putrinya yang tengah meloncat-loncat di atas kasur.


Arvan geleng-geleng kepala melihat tingkah putri kecilnya itu lalu beranjak dan menghampirinya dengan senyum yang mengembang.


" Sayang, putri papa kok enggak nurut sih sama mama, kasihan tuh mamanya sampai kecapean gitu, memangnya Ensy enggak sayang sama mama sama dedek yang ada di perut mama?" bujuk Arvan pada putrinya


" Ensy cayang cama mama capi Ensy enda mau pace aju ntu papa" celoteh anak berusia 3 tahun itu menunjuk ke arah mamanya yang memegang baju model princess.


" Loh memangnya kenapa sayang? baju itukan cantik apalagi kalau Ensy yang pakai pasti akan lebih cantik" Queensy pasang wajah memberengut lalu menggeleng


"Ensy enda cuka, jeyek papa. Ensy mau na aju yang_" Queensy turun dari kasur lalu berjalan menuju lemari pakaiannya dan mengambil baju yang ia suka dan Arvan menghampirinya


" Ini papa, Ensy cuka aju ni" Queensy menunjukkan baju yang ia suka pada papanya.


" Queensy!" panggil Grea pada Putri kecilnya itu


" Mah, Ensy cuka aju nyang ni" protes gadis kecil itu memeluk erat baju kesukaannya.


Queensy lebih menyukai memakai celana panjang dan kaos polos yang dipadukan dengan jaket.


" Sayang, baju itu tidak cocok untuk ke acara ulang tahun baby Cherry, Queensy itukan seorang tuan putri jadi akan lebih cocok kalau memakai gaun yang mama pegang itu" ucap Arvan dengan lembut membujuk putrinya.


" Tapi Ensy enda cuka papa" ucap gadis itu sendu


" Kenapa memangnya?" tanya Arvan pelan


" Noya" jawabnya


" Nora?" beo Arvan lalu menengok ke belakang dimana Grea memasang wajah lesu


" Ensy sayang, ini cuma pakai sekali aja kok saat acara baby Cherry ulang tahun aja, nanti kalau acaranya sudah selesai boleh Ensy ganti bajunya" solusi Arvan


" Kasihan tuh mama jadi sedih!" bujuknya lagi


Queensy menoleh ke arah mamanya lalu mengangguk pelan.

__ADS_1


" Iya papa Ensy nuyut, capi beney ya bawa aju ni uwat janti?"


" Iya sayang" Arvan mengusap lembut pucuk kepala sang putri lalu menggendongnya dan menurunkan putrinya itu di hadapan sang isteri.


Grea dengan telaten menggantikan baju Queensy dan sesuai perjanjian Grea pun membawa baju yang Queensy pilih.


Saat ini keluarga kecil itu tengah berada di dalam mobil, mereka sedang dalam perjalanan menuju ke kediaman Jimmy dan Caca.


Sekitar 20 menit perjalanan mereka pun sudah sampai di depan rumah kakak dan juga sahabat baiknya.


Rumah Jimmy dan Caca sudah cukup ramai, orang tua Jimmy dan Caca sedang mengobrol di ruang keluarga tidak ketinggalan juga kedua orang tua Arvan mereka juga turut bergabung.


Arvan dan Grea yang baru saja datang langsung disambut hangat oleh kedua orang tua mereka.


" Cucu opa!" Alex dengan gembira langsung mengangkat gadis kecil itu ke dalam gendongannya


" Opa Ensy cangen" celoteh gadis cilik itu seraya mencium pipi opanya


" Ensy enggak kangen sama opa Zain?" protes Zaindra pada cucu kesayangannya itu


" Opa Zain" pekik Queensy saat melihat opanya itu dan langsung turun dari gendongan Alex beralih pada Zaindra


Mereka semua kini sedang berkumpul di tempat acara yang berada di halaman depan rumah Jimmy , para tamu undangan pun sudah pada hadir dan acara pun akan segera di mulai.


Acara berlangsung cukup meriah, baby Cherry pun anteng tidak rewel dalam gendongan sang mama.


Selesai acara keluarga besar mereka masih tetap berkumpul sementara para tamu undangan satu persatu sudah pamit pulang.


Queensy yang tidak betah memakai gaun pun dengan cepat meminta digantikan bajunya oleh mama Grea.


Sementara para pria berkumpul di halaman belakang seraya membicarakan pekerjaan.


Grea yang memang tengah hamil besar pun tidak begitu banyak beraktivitas, ia memilih duduk di ruang keluarga bersama Caca dan baby Cherry sedang kan Queensy sedang asik bersama oma-omanya.


" 9 bulan" jawab Grea


" Sudah bulannya dong Grea?"


" Iya" jawabnya pelan


" Kapan HPL nya?"


" Seminggu lagi!" jawab Grea dengan sedikit meringis


" Grea loe kenapa, kok muka loe pucat banget ?"


" Isssshh...!" Grea meringis lalu mengatur napasnya bersikap untuk tenang


" Elo kenapa Grea?" tanya Caca yang terlihat sedikit panik karena melihat Grea yang meringis menahan sakit


" Enggak apa-apa cuma sedikit mulas aja" jawab Grea


" Gue panggilin laki loe ya, barangkali aja loe mau ngelahirin " ucap Caca yang sudah sedikit mulai panik


" Enggak usah, nanti juga nyeri nya hilang lagi"


" Grea tapi muka loe udah pucat banget, udah ya gue panggil laki loe dulu" Caca beranjak dari duduknya dan baru saja ingin mencari Arvan orangnya sudah datang


" Ada apa sayang kok kelihatan panik gitu?" tanya Jimmy yang datang bersama Arvan


" Emmm... itu bang Grea"

__ADS_1


" Ada apa dengan Grea Ca?"


" Sepertinya Grea mau melahirkan "


" Apa melahirkan?" seru Arvan dan Jimmy bersamaan dan tanpa menunggu lagi mereka bergegas menghampiri Grea yang tengah berada di ruang keluarga


" Sayang!" Arvan langsung duduk di samping sang isteri


" Apa yang kamu rasakan sayang, apa kamu sudah mau melahirkan?" tanya Arvan yang terlihat panik


" Sakitnya masih hilang timbul, ini masih kontraksi palsu sayang" ucap Grea menenangkan sang suami


" Ada apa?" tanya mommy Marla dan mama risma serta mama Salma yang baru saja datang menghampiri


" Dira merasa mulas mom" jawab Arvan


" Apa rasa sakitnya sudah sering terasa sayang?" tanya mommy Marla yang berjalan mendekat


" Iya mom" jawab Grea seraya meringis menahan rasa sakitnya


" Yaudah kalau begitu kita bawa Grea ke rumah sakit, sepertinya dia benar-benar sudah mau melahirkan" tutur mommy Marla


" Jim, bilang ke daddy kamu sana!" seru mommy Marla


" Iya mom" Jimmy pun bergegas menghampiri Daddy nya


Sementara Arvan dengan sigap membantu sang isteri berjalan, memapahnya menuju mobil


🖤


Kini keluarga besar Arvan tengah menunggu harap-harap cemas di luar ruang persalinan sementara Arvan sendiri sedang menemani sang isteri yang sedang dalam proses melahirkan.


" Sayang kamu pasti bisa, bismillah sayang!" bisik Arvan di telinga Grea


Dan tidak menunggu lama akhirnya proses melahirkan pun berjalan lancar, Grea melahirkan seorang anak laki-laki tampan yang mereka beri nama Arsen Kaindra Pratama


"Selamat ya Grea , bayi kalian sungguh tampan" puji Caca


" Terima kasih Ca"


" Wah jagoan dek, selamat ya" ucap Jimmy


" Iya bang terima kasih, Abang cepat nyusul beri Cherry adik" goda Grea


" Wah kalau soal itu tunggu dulu Grea, Cherry masih terlalu kecil untuk punya adik" jawab Caca


" Enggak apa-apa, kalian beri Cherry adik biar nanti Cherry tinggal sama mommy, biar mommy sama daddy tidak kesepian" celetuk mommy Marla


Caca hanya menanggapi dengan senyuman, sementara Jimmy mengedipkan matanya genit yang sedetik kemudian mendapat cubitan kecil dari Caca


" Aww, ampun sayang. itukan usul mommy" tawa Jimmy dan yang lain pun ikut tertawa melihat tingkah sepasang suami istri tersebut.


Keluarga Alexander yang hampir saja dipermalukan oleh sikap dari calon menantunya yang tidak lain adalah putri dari sahabatnya sendiri kini sudah tergantikan dengan kebahagiaan yang didapat oleh kedua putra dan putrinya.


Greandira yang menikah menjadi pengantin pengganti bersama Arvandra dan kini keluarga kecil itu pun sudah dilengkapi dengan sepasang buah hati mereka, yaitu Queensy dan Arsen.


Sedangkan Jimmy yang ditinggal pergi oleh calon mempelai wanita kini sudah mendapatkan jodoh yang jauh lebih baik dari Arindia yang merupakan adik dari Arvan bahkan kebahagiaan mereka kini sudah dilengkapi dengan kehadiran putri kecilnya yang bernama Cherrylia Aurora.


Berkat kesabaran, kejujuran, keikhlasan dan saling melengkapi kelebihan dan kekurangan pasangan masing-masing adalah menjadi kunci untuk mencapai kebahagiaan dalam keutuhan rumah tangga.


Sayangi dan syukuri apa yang sudah kamu miliki jangan menyia-nyiakan sesuatu yang sudah ada demi sebuah keindahan yang nyatanya hanyalah sebuah fotamorgana.

__ADS_1


...Selesai...


__ADS_2