Nikah Menjadi Pengantin Pengganti

Nikah Menjadi Pengantin Pengganti
Kelembutan Arvan


__ADS_3

Grea dan Arvan kini sudah berada di apartemen. Grea merebahkan tubuhnya di atas kasur setelah tadi membersihkan diri terlebih dahulu.


Arvan masih berada di ruang kerjanya karena Hanan mengirimkannya beberapa email untuk diperiksa. setelah selesai dengan pekerjaannya Arvan berjalan menuju kamarnya dan saat masuk ke dalam kamar dia melihat Grea yang tengah memijat kakinya sendiri.


" Kenapa, apa ada yang terasa sakit?" tanya Arvan seraya merangkak naik ke atas tempat tidur dan menyingkirkan tangan Grea dan menggantikannya memijat kaki Grea.


" Gak usah mas aku bisa sendiri kok!" tolak Grea halus


" Tidak apa-apa sayang, kamu pasti kelelahan jadi biar mas saja yang melakukannya!" Grea pun pasrah dan memilih menikmati pijatan sang suami dari pada berdebat yang pasti akan sia-sia. Grea mengulum senyumnya merasa sangat bahagia dengan perlakuan suaminya yang sangat lembut dan penuh perhatian.


Merasa keasikan dipijat lama-lama Grea diserang oleh rasa ngantuk yang luar biasa sampai dia pun tidak bisa melawannya dan akhirnya tertidur.


Arvan yang mendengar deru napas Grea yang teratur dengan mata yang terpejam sempurna tersenyum tipis. Arvan menghentikan pijatannya lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Grea lalu mendaratkan kecupan dikeningnya.


" Terima kasih ya sayang dan maaf karena perbuatan ku sekarang kamu menjadi cepat kelelahan" bisik Arvan seraya memeluk Grea dari belakang dan mengusap perut Grea dengan lembut


Grea yang sudah terlelap hanya menggeliat sebentar karena merasakan gerakan di perutnya tapi sedetik kemudian dia kembali tidur.


Pagi menyapa dua insan yang masih bergelung dibawah selimut yang sama mengalirkan kehangatan satu sama lain.


Perlahan Grea membuka matanya dan merasakan benda berat yang melingkar di pinggangnya, Grea menoleh dan tersenyum tipis saat melihat tangan kekar milik suaminya memeluknya dengan posesif.


Grea menggeser tubuhnya menghadap ke arah suaminya, nampak jelas wajah tampan sang suami dengan mata yang masih terpejam. perlahan tangan Grea terangkat dan mendarat sempurna di wajah suaminya, ia mengelus lembut pipi lalu beralih ke bibir tebal pemilik hatinya.


" Kamu benar-benar tampan mas, pantas saja banyak wanita yang begitu menggilaimu diluaran sana, apa suatu hari nanti kamu akan tergoda oleh mereka mas secara sekarang tubuhku saja mulai melebar aku takut setelah melahirkan tubuhku berubah lalu kau akan mencari yang baru!" entah mengapa baru membayangkan saja air mata Grea langsung menetes.


Arvan sebenarnya sudah bangun sejak Grea menyentuh pipinya namun ia tetap tidak membuka matanya dan membiarkan wanitanya menikmati wajah tampannya. Arvan terenyuh mendengar kata-kata yang Grea ucapkan rasanya ia ingin membuka matanya dan langsung memeluk isterinya itu namun Arvan menahannya dia ingin mendengarkan semua isi hati Grea.


" Mas, terima kasih karena sudah begitu sabar menghadapi ku selama ini, aku.... aku mencintaimu mas. aku takut jika kamu meninggalkan aku mas!" lirih Grea dengan air mata yang kembali tumpah.


Arvan yang sedari tadi menahan diri akhirnya membuka matanya dan sontak mata mereka pun saling bertemu, Grea terkejut bukan main hendak menghindar namun tangan kekar Arvan sudah menguncinya lebih dulu hingga Grea pun pasrah.


" Mas!" Cicit Grea dan Arvan tersenyum lalu mengusap air mata yang masih mengalir di pipi mulus isteri tercintanya.


" Kamu kenapa menangis sayang?" tanya Arvan mencium kening lalu turun di kedua mata Grea bergantian.


Grea menggeleng lalu tersenyum tipis " Siapa yang menangis, aku gak menangis kok!" elak Grea dengan wajah yang sudah memerah


" Tidak menangis ya? mungkin aku salah dengar kali ya aku kira tadi aku mendengar wanitaku menangis karena takut aku tergoda oleh wanita lain ohhh sangat disayangkan ternyata aku cuma bermimpi ya?" goda Arvan membuat Grea melotot terkejut dengan ucapan Arvan.


" oh tidak jangan-jangan Arvan mendengar ucapanku" batin Grea


" Diraku sayang, kamu tahu sepanjang hidupku hanya ada satu wanita yang mampu menggetarkan hatiku dan mampu membuat hatiku porak-poranda karena setiap hari setiap detik aku selalu dibuat takut, takut kehilanganmu Greandira. jadi jangan pernah mencoba untuk meninggalkan ku lagi sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan itu terjadi. aku sangat mencintai mu isteriku dan hanya ada dirimu dan juga anak-anak kita didalam hidupku." tutur Arvan membuat Grea tidak lagi mampu menahan tangisnya.


" Loh kok kamu malah menangis?" Arvan panik melihat Grea yang kembali menangis

__ADS_1


" Apa ada kata-kata mas yang salah, hem?" Arvan menarik Grea ke dalam dekapannya


" Tidak ada mas, aku... aku hanya terharu!" Tutur Grea membuat Arvan merasa gemas dan tanpa banyak bicara Arvan langsung mencium istrinya dengan lembut.


❄️


Grea memberengut, saat ini dia tengah duduk di sofa yang ada di ruangan Arvan. menatap tajam ke arah pria yang sedari tadi menyunggingkan senyum seraya mengerjakan pekerjaannya yang sedikit menumpuk.


Arvan tahu kalau saat ini isterinya pasti tengah merajuk pasalnya bukannya bangun tadi Arvan malah meminta jatahnya akibatnya dia kesiangan dan membuat mereka terpaksa sarapan di kantor.


" Kenapa bukan dimakan sarapannya malah ngeliatin aku kayak gitu?" Arvan menutup berkasnya dan beranjak dari duduknya lalu menghampiri Grea


" Apa mau mas suapin?" tanya Arvan karena Grea masih pasang wajah cemberut.


" Gak usah aku masih bisa sendiri!" tolak Grea membuat Arvan gemas lalu mengacak-acak rambut Grea.


" Mas ih!"


" Habisnya kamu bikin mas gemas tau gak. jangan di manyunin gitu sayang bibirnya mas jadi terpancing nih!" Arvan tersenyum jahil


" Awas saja kalau mas berani macam-macam" ancam Grea


" Mas gak akan macam-macam kok sayang, cuma satu macam aja!" goda Arvan membuat Grea mendengus kesal


" Sudah ya jangan protes terus, pokoknya gak ada penolakan mas akan menyuapi isteri mas yang menggemaskan ini memakan sarapannya!" ucap Arvan yang tidak ingin berdebat lagi dan langsung meraih sarapan Grea lalu menyodorkan sesendok makanannya ke hadapan bibir Grea


"Cara lain?" Grea mengerutkan keningnya


" Iya cara lain seperti ini_!" Arvan memasukkan satu sendok makan berisi nasi dan lauk pauknya ke dalam mulutnya lalu perlahan langsung memajukan wajahnya membuat Grea menelan salivanya kasar.


" Mas ih!"


" Makanya cepat di makan atau mau dengan cara mas yang _" belum selesai dengan ucapannya Grea langsung menarik tangan Arvan yang memegang sendok yang sudah terisi nasi ke dalam mulutnya. Arvan tergelak melihat tingkah Grea.


" Mas sudah!" protes Grea yang sudah merasa kenyang


" Ya sudah kalau begitu, ini minum dulu " Arvan memberikan segelas air putih kepada Grea


Grea meraih minuman yang diberikan Arvan lalu meneguknya hingga setengahnya.


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


" Masuk!" Teriak Arvan


" Maaf presdir utusan dari PT Mandala Grup ingin bertemu dengan anda siang ini!" ucap sekretaris Hanan memberitahu atasannya


" PT Mandala Grup?"


"Benar Presdir!"


"Siapa?" tanya Arvan yang merasa sedikit gelisah


" Saya juga kurang tahu presdir siapa yang akan diutus untuk bertemu dengan anda" tutur sekretaris Hanan


" Kalau begitu sebaiknya kamu saja yang menemuinya" titah Arvan


" Ta.. tapi presdir pihak mereka ingin bertemu langsung dengan anda!" sekretaris sudah takut atasannya itu murka


" Kalau begitu kau atur pertemuan tersebut di ruang rapat, aku tidak ingin meninggalkan istriku terlalu lama" serunya


" Mas jika memang mas ada urusan kantor yang penting sebaiknya pergi saja mas aku gak apa-apa kok mas." ucap Grea yang merasa tidak enak hati


" Buat mas tidak ada yang lebih penting dari kalian sayang!" Grea mengerutkan keningnya


" Kau dan anak kita sayang" ucap Arvan yang mengerti wajah bingung Grea


" Tapi Mas_" belum selesai bicara Arvan lagi-lagi menyela.


" Tidak ada kata tapi-tapian, jika memang mereka ingin bekerja sama maka mereka harus datang ke sini! " tegasnya


" Sudahlah sayang jangan bahas itu lagi" tegas Arvan membuat Grea langsung terdiam


" Maaf sayang bukan maksud mas membentak!" ucap Arvan yang tahu akan kesalahannya saat melihat wajah Grea yang langsung cemberut


"Han, cepat kau urus semuanya?" tegas Arvan


" Baik presdir!" Sekretaris Hanan langsung undur diri untuk mempersiapkan pertemuan dengan utusan dari PT Mandala Grup.


" Sayang sebaiknya kamu istirahat saja ya, mas minta maaf bukan mas sengaja membentak kamu sayang, mas hanya tidak mau kamu menganggap mas lebih mementingkan urusan kantor dibandingkan kamu dan calon bayi kita, karena buat mas saat ini kamu dan calon bayi kita adalah perioritas yang paling utama dalam hidup mas!" tutur Arvan seraya mengelus perut Grea lembut


" Mas gak salah, aku yang salah karena sudah merepotkan mas dan menjadi beban mas" Arvan langsung meletakkan jarinya di bibir Grea


" Jangan bicara seperti itu sayang, bagi mas kamu itu bukanlah beban melainkan tanggung jawab mas sebagai seorang suami. sudahlah sebaiknya kamu istirahat ya sayang. jangan berpikir yang macam-macam. mas sangat mencintaimu Greandira" Arvan mendaratkan kecupan di kening Grea Seketika Grea merasa menghangat.


" Iya mas!" Grea pun dengan langkah gontai masuk ke ruangan pribadi yang berada di ruangan Arvan.


Grea tersenyum tipis merebahkan diri di atas kasur dan tidak berapa lama ia pun terlelap.

__ADS_1


Sementara Arvan tengah memijit pelipisnya yang terasa berdenyut. Ingin rasanya Arvan membatalkan kerjasama tersebut namun ia juga tidak ingin mengecewakan hubungan baik dengan Tuan Mandala berakhir begitu saja karena selama ini mereka tidak pernah ada masalah.


__ADS_2