Nikah Menjadi Pengantin Pengganti

Nikah Menjadi Pengantin Pengganti
Bertemu Sahabat lama


__ADS_3

Saat ini Grea tengah berada di sebuah restoran yang ada di dalam mall tersebut bersama dengan sahabat lamanya sementara Jimmy dan mommy memilih menunggu Grea di dalam mobil.


" Loe sudah lama balik Ta?" tanya Grea yang terkejut dengan keberadaan Talita


" Ya lumayan sih" sahut Talita cengar-cengir


" Studi loe udah kelar?" tanya Grea


" Belum, rencananya sih mau balik kesini dan ambil kuliah di sini aja" sahut Talita


" Kenapa, kok pindah?" tanya Grea yang sedikit terkejut karena setahu Grea kuliah di luar negeri itu adalah impiannya.


" Kuliah di luar negeri adalah impian loe sejak dulu kenapa sekarang tiba-tiba loe berubah pikiran?" tanya Grea yang merasa bingung dengan jalan pikiran sahabatnya.


" Gue cuma sedang mengejar masa depan gue Gre!" ucap Talita dengan tersipu malu


" Masa depan? maksud loe calon pendamping hidup gitu?" tebak Grea seraya tertawa


" Nah itu loe tahu!" Talita cengengesan


" Waw.... keren banget tuh cewek sampai bisa membuat seorang Talita yang gila belajar sampai takluk gitu" ucap Grea memuji


" Dia memang hebat dan sangat hebat!" puji Talita dengan wajah berseri


" Memangnya dia ada di kota ini?" tanya Grea penasaran


" Iya, dia ada disini Grea, orangnya itu pokoknya tampan banget deh apalagi sikapnya yang dingin-dingin gimana gitu bikin gemes dan penasaran" tutur Talita tersenyum sendiri membayangkan wajah sang pujaan hati.


" Bikin penasaran aja ih" ucap Grea dan pada saat mereka asik mengobrol tiba-tiba ponsel Grea berdering.


Tutt....


Tutt...


" Sebentar ya Ta, gue angkat telepon dulu" ucap Grea


" Iya Gre" sahut Talita


📱My Wife


" Assalamu'alaikum mas!"


📱My beloved husband


" Wa'alaikum salam"


" Kamu dimana sayang?"


📱My Wife


" Masih di mall"


📱My beloved husband


" Jangan terlalu lama sayang, cepat kesini!"


📱My Wife


" Iya mas, bawel deh. aku lagi sama sahabat aku mas tadi gak sengaja ketemu disini"


📱My beloved husband


" Mommy sama bang Jimmy dimana?"


📱My Wife


" Mereka menunggu di mobil"


📱My beloved husband


" Ya ampun sayang, kasihan mommy masa kamu suruh nunggu sih"


📱My Wife


" Iya iya maaf, aku akan segera pulang kok!"


📱My beloved husband


" Bagus, cepat ya mas tunggu di kantor kita pulang bareng"


📱My Wife


" Iya"


📱My beloved husband


" Ingat hati-hati, jaga diri dan calon bayi kita baik-baik"


📱My Wife


" Iya sayang, udah ya mas gak enak nih sama sahabat aku"

__ADS_1


📱My beloved husband


" Iya... iya.. Assalamu'alaikum!"


📱My Wife


" Wa'alaikum salam!"


Seusai menjawab telponnya Grea meminum minumannya dan menatap ke arah Talita yang tengah tersenyum


" Siapa Grea kok kayaknya loe takut benar, bang Jimmy ya marah kelamaan menunggu?" tanya Talita


" Bukan, itu suami gue yang nelpon!" sahut Grea santai namun tidak dengan Talita dia malah tersedak mendengar kata suami.


" Loe sudah nikah Grea?" Grea mengangguk


" Loe kok gak bilang sih kalau udah nikah, gak ngundang gue sombong loe!" kesal Talita


" Ya sorry Ta, waktu itu gue nikah mendadak" ucap Grea membuat Talita berpikir lain


" Loe tekdung duluan Grea?" tebak Talita asal apalagi melihat tubuh Grea yang sekarang nampak berisi


" Ish, amit-amit!" Grea mengusap-usap perutnya


" Gue itu nikah dadakan bukan berarti tekdung duluan walaupun ya saat ini gue tengah hamil."


" Jadi beneran loe sekarang lagi hamidun?" tanya Talita


" Iya gue lagi hamil sudah berjalan 17 Minggu, dan gue nikah gantiin bang Jimmy yang batal nikah" tutur Grea


" Abang loe batal nikah?"


" Iya, kalau diceritain mah panjang tapi yang jelas sekarang ada hikmahnya. mungkin bang Jimmy tidak berjodoh dan jodoh gue yang malah datang duluan" jawab Grea seraya tertawa


" Bisa aja loe, tapi apa loe bahagia dengan pernikahan dadakan loe itu?" tanya Talita


"Sangat, sangat bahagia Ta, apalagi suami gue sangat perhatian dan sangat mencintai gue Ta, tiada hari tanpa mengucapkan kata cinta setiap kali mengelus dan mengecup calon bayinya. walaupun dia sangat posesif tapi gue suka karena itu tandanya dia sangat peduli dan perhatian sama gue " tutur Grea begitu manis membayangkan wajah sang suami sampai senyum-senyum sendiri.


" Duh yang sudah bucin abis ini sih!"


Grea tertawa lepas dan Talita pun ikut tertawa melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah sahabatnya itu.


" Selamat ya Grea, semoga pernikahan kalian langgeng dan kehamilannya juga lancar sampai saat melahirkan" ucap Talita mendoakan sahabatnya itu.


" Amin terima kasih ya Ta" ucap Grea


Tutt


Tutt


📱My Wife


" Assalamu'alaikum mas"


📱My beloved husband


" Wa'alaikum salam. Sayang kok masih belum datang sih?" tanya Azka yang merasa kesal


📱My Wife


"Iya ini juga mau pamit!"


📱My beloved husband


" Belum selesai?"


📱 My Wife


" Iya.. iya aku pamit sekarang?"


" Ta, gue pulang sekarang ya. sorry ya gue duluan!"


" Iya Gre gak apa-apa, hati-hati Grea!"


" Iya, bye Ta!" Grea dan Talita cipika-cipiki dulu sebelum berpisah.


📱My Wife


" Aku udah jalan mau menghampiri mommy dan bang Jimmy"


📱My beloved husband


" Yaudah hati-hati"


Grea mematikan sambungan teleponnya dan berjalan menuju mommy dan bang Jimmy menunggu.


Sesampainya di mobil Grea langsung masuk ke dalamnya dan disuguhi dengan wajah jutek sang kakak. Sementara mommy ketiduran karena terlalu lama menunggu Grea.


" Kalau mau ngobrol sama teman tuh ingat-ingat dek ada orang yang lagi nunggu di mobil" ketus Jimmy


" Iya maaf deh bang tadi keasikan ngobrol sampai lupa waktu" ucap Grea jujur

__ADS_1


" Lain kali gak boleh gitu dek, apalagi sampai bikin suami loe cemas dari tadi nanyain loe terus!" ucap Jimmy terus terang karena sebelum menelpon Grea Arvan menelpon Jimmy terlebih dahulu.


" Iya..iya... gue ngaku salah, maaf deh!" Grea mengerucutkan bibirnya


"Lagian kenapa sih tuh orang posesif banget, lebay banget" gumam Grea


" Itu tandanya Arvan sayang dan perhatian sama kamu sayang!" kali ini bukan Jimmy yang menjawab melainkan mommy-nya.


" Mom" cicit Grea


" Suami kamu bersikap seperti itu karena dia sangat menyayangi kamu apalagi saat ini kamu tengah hamil tentu saja dia bersikap posesif dengan tingkah kamu yang selalu ceroboh" tutur mommy


" Mom!" Grea pasang wajah cemberut


" Sudahlah, kamu ini sudah mau punya anak tapi masih aja kayak anak kecil, cepat Jim kita antarkan Grea ke kantor suaminya mommy juga masih ada urusan" ucap mommy


" Oke!" Jimmy menghidupkan mesin mobilnya dan meluncur ke kantor Arvan.


Setibanya di kantor Arvan, semua mata tertuju kepada Grea yang datang bersama mommy dan Jimmy


" Selamat pagi nyonya, tuan ada yang bisa kami bantu?' tanya resepsionis yang sedikit ragu mengenal Grea dan terkesan bingung karena melihat Grea yang berpenampilan berbeda dari biasanya.


" Saya ingin bertemu dengan presdir kalian"


" Sudah ada janji nyonya?"


" Sudah "


" Kalau begitu silahkan naik saja ke lantai 20 ruang presdir ada disana" ucap resepsionis tersebut.


" Baiklah terima kasih" ucap mommy


Grea menundukkan kepalanya tidak ingin ada yang mengenalinya, Jimmy yang melihat tingkah aneh sang adik hanya geleng-geleng kepala.


" Loh dek kenapa dari tadi jalan nunduk terus?" tanya Jimmy


" Gak ada apa-apa biasa aja kok " jawab Grea yang menjadi sedikit salah tingkah.


Bruk


Tanpa diduga Grea yang sedang berjalan di samping kakaknya Jimmy tersenggol oleh Sisil yang kebetulan baru keluar dari lift dan melihat keberadaan Grea tanpa pikir panjang wanita itu berjalan mendekati Grea dan langsung membentur bahunya dengan kasar.


Jimmy yang refleks langsung meraih pinggang Grea jika tidak mungkin saat itu juga Grea sudah terhempas ke lantai dan entah bagaimana jadinya jika sampai hal itu terjadi.


" Kurang ajar berani sekali wanita itu!" geram Jimmy yang ingin mengejar langkah wanita yang tidak lain adalah Sisil.


" Bang udahlah jangan dibesar-besarin gak enak dilihat para karyawan tuh" tutur Grea yang masih menyembunyikan wajahnya.


" Sudah Jim, lagipula Grea juga gak kenapa-napakan?" ucap mommy


" Iya betul bang, udah yuk ah!" ajak Grea


Setelah sampai dilantai atas Grea izin ke toilet sebentar karena merasa sudah tidak tahan, Jimmy dan mommy langsung ke ruangan Arvan.


Grea keluar dari toilet dan tidak disangka bertemu dengan Sisil kembali. dia baru saja ditugaskan untuk membersihkan toilet sebagai hukuman yang harus dijalani selama satu bulan.


" Greandira, mau apalagi loe berada di perusahaan ini?" sarkas Sisil


" Aku rasa bukan urusan mbak Sisil aku mau ngapain juga disini" sahut Grea


" Eh kurang ajar loe ya, berani loe sama gue?"


" Loh kenapa aku harus takut sama mbak Sisil?"


" Awas loh ya, jangan coba-coba untuk mendekati pak presdir kalau berani abis loe!' dengan kasar Sisil mendorong Grea membuat Grea mundur kebelakang dan hampir terjungkal jika tidak membentur dada bidang sang suami yang dengan langkah cepat memeluknya dari belakang


" Mas!" mata Grea membulat saat melihat Arvan sudah berdiri di belakangnya


" Kamu tidak apa-apa?" tanya Arvan seraya mengusap perut Grea lalu sedetik kemudian mengeraskan rahangnya menatap tajam ke arah Sisil.


" Aku tidak apa-apa" sahut Grea yang melihat raut wajah marah Arvan


" Apa yang kamu lakukan hah?" ucap Arvan membentak


"Apa kau sudah bosan bekerja di sini?"


"Enyah kau dari hadapan ku sekarang!" bentak Arvan dengan suara yang begitu menggelegar membuat Sisil tersentak kaget dan gemetar. dengan langkah cepat Sisil pun bergegas pergi


" Mas, jangan seperti itu aku kok jadi takut ya!" ucap Grea yang bergelayut manja di lengan sang suami


" Aku tidak suka jika ada yang berani macam-macam sama kamu" ucap Arvan tegas


"Iya, aku tahu itu!" sahut Grea


" Wanita itu harus mendapatkan pelajaran jika tidak dia tidak akan paham," tegas Arvan


" Mas sudah dong jangan bahas dia lagi,aku yakin setelah ini pasti akan banyak gosip yang bermunculan tentang aku dan Presdir PT Pratama Grup" tutur Grea


" Memangnya kenapa, apa kamu malu?" Tanya Arvan


" Iya aku malu, karena kamu itu si balok es!" ucap Grea menjauh dari Arvan sambil tertawa

__ADS_1


"Berani ya kamu mengatai aku balok es!" Arvan langsung mengejar Grea dan terjadilah adegan kejar-kejaran sampai ke ruangan Arvan.


Mbak Vivi yang berada di depan ruangan Presdir hanya tersenyum ikut merasa bahagia melihat bosnya bercanda dan tidak seperti biasanya yang selalu bersikap dingin dan cuek.


__ADS_2