Nikah Menjadi Pengantin Pengganti

Nikah Menjadi Pengantin Pengganti
Nasib Grea yang Malang


__ADS_3

" Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Jimmy


" Oh astaga, sittt...!" Alan mendengus kesal


" Jangan berisik kau bisa mengganggu rencana kami" pinta Caca


Deg


Jimmy diam membeku tidak menyangka Caca berubah derastis saat ini. sikapnya begitu dingin dan tidak selembut biasanya.


" Ca kau periksa ke arah sana dan aku ke arah sini!" titah Alan


" Iya"


Alan dan Caca berpencar dengan langkah hati-hati mereka berjalan menyusuri ruangan yang ada di gedung tersebut.


" Ca apa ini kamu Caca yang aku kenal?" tanya Jimmy saat mengikuti langkah Caca


" Jangan bicarakan hal yang tidak penting untuk saat ini keselamatan Grea adalah hal yang utama" tegas Caca membuat Jimmy bungkam seketika.


Caca sayup-sayup mendengar suara tangisan perempuan yang sepertinya tidak asing di telinganya.


Caca semakin mempercepat langkahnya dan mencari tahu sumber suara tersebut. Jimmy tidak bisa mengimbangi gerakan Caca yang secepat kilat.


" Ca kamu dimana, cepat sekali menghilangkannya?" keluh Jimmy


Caca semakin dekat dengan sumber suara dan dia bersembunyi di balik tembok karena di depan salah satu pintu kamar tersebut ada beberapa orang yang berjaga-jaga.


Sementara di dalam ruangan tersebut Grea tengah menangis ketakutan karena Micko yang berada di hadapannya terlihat sangat menakutkan


" Micko apa sebenarnya mau loe, kenapa loe culik gue kayak gini?" tanya Grea disela Isak tangisnya


" Apa mau gue? gue rasa loe tahu apa mau gue sayang!" ucap Micko seraya berjalan mendekati Grea


" Ap...apa maksud loe?" tanya Grea yang nampak gugup dan ketakutan


"loe selalu mengejek gue dengan panggilan sayang loe itu ( Micky) apa loe tahu setiap kali loe memanggil gue dengan sebutan nama Micky semakin gue ingin memiliki loe tapi sayangnya loe lebih memilih laki-laki itu" Micko tersenyum devil


" Apa maksud loe, gue gak ngerti?"


" gue menginginkan loe Greandira dan hari ini akan gue buktikan gue akan memiliki loe seutuhnya" ucap Micko garang membuat Grea semakin bergetar ketakutan

__ADS_1


" Loe udah gak waras Micko!" maki Grea


" Gue memang gak waras dan itu semua gara-gara loe, gue pastikan hari ini loe gak akan bisa lolos loe sekarang berada di cengkraman gue Grea" Micko tertawa jahat langkahnya semakin dekat dan Grea yang berada di atas tempat tidur semakin memberingsut mundur.


" Hentikan Micko gue mohon jangan mendekat" ucap Grea semakin terisak


" Teruslah memohon sayang tapi sayangnya gue enggak peduli walaupun loe sampai menangis darah sekalipun gue enggak akan pernah ngelepasin loe!" ucap Micko dengan menyeringai licik


" Apa salah gue Micko sampai loe setega ini sama gue?"


" Salah loe? salah loe karena loe udah menikah diam-diam dengan orang lain, salah loe karena loe selalu berada di pikiran gue salah loe karena sudah membuat gue jatuh cinta sejatuh jatuhnya."


" Loe benar-benar udah gak waras Micko, loe itu bukan cinta sama gue tapi terobsesi, hentikan semua ini Micko gue mohon jika loe sampai berbuat nekad daddy gue gak akan tinggal diam, loe pasti akan dibuat sehancur-hancurnya apa loe gak sayang sama keluarga loe hah?"


" Persetan dengan semua itu gue gak peduli dan gue gak mau tahu yang jelas saat ini loe harus jadi milik gue!"


Micko berhasil meraih tangan Grea dan menariknya hingga jatuh dalam pelukannya.


Grea berusaha terus memberontak namun Micko semakin bersemangat mencium dan menyesapnya.


Grea menangis sejadi-jadinya saat Micko menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur dan mengukungnya.


" Apa peduli gue, yang terpenting hari ini loe jatuh ke tangan gue. loe itu sudah berpengalaman jadi sebaiknya nikmati dan ikuti permainan gue oke. tenang aja gue pasti lebih hebat dari suami loe itu!"


Breetttt


Micko merobek baju Grea dengan kasar dan melemparkannya ke sembarang arah. Grea yang merasa tubuhnya hanya dihalangi dalaman saja menjerit sejadi-jadinya memberontak semampunya.


Micko membungkam mulutnya dengan me******* air mata Grea berderai tanpa henti.


Grea merasa kotor dan benci terhadap dirinya sendiri membayangkan tubuhnya tersentuh laki-laki selain suaminya membuat dirinya merasa jijik.


Brukk


Micko terperanjat dan langsung memberingsut turun dari tempat tidur. Grea meraih selimut yang ada di sampingnya dan menutup dirinya dengan tubuh yang bergetar hebat


Tanpa banyak bicara Micko mendapatkan bogeman mentah yang langsung nya jatuh tersungkur bukan itu saja Micko pun di pukuli habis-habisan di tendang dan dihajar secara membabi buta.


Aura kegelapan menyelimuti pria yang saat ini berada di hadapan Micko.


Rahang yang mengeras dan mata yang merah diselimuti amarah yang sangat besar.

__ADS_1


Arvan tidak memberi kesempatan Micko untuk membela diri, sudah dalam keadaan lemah dan tidak berdaya Arvan masih terus menghujaminya dengan pukulan dan bogeman.


Alan buru-buru masuk ke ruangan tersebut disusul dengan Caca yang langsung berhambur memeluk Grea.


Alan menghentikan aksi brutal Arvan " Hentikan bro loe bisa membunuhnya!" cegah Alan seraya memegangi Arvan agar berhenti memukuli Micko yang sudah terkapar berdarah-darah di lantai


" Lepaskan aku, biar aku habisi dia!" Arvan terus memberontak dan hampir Alan tidak bisa mengendalikannya untung saja Jimmy datang dan ikut memegangi Arvan.


" Hentikan Van, jangan gegabah. kalau loe bunuh dia yang ada Loe akan masuk penjara terus bagaimana dengan nasib isteri dan anak loe pikirkan itu" ucap Jimmy


Arvan tiba-tiba teringat dengan Grea dan langsung menoleh ke arah Grea yang tengah berada di dalam pelukan Caca.


" Sayang!" Arvan hendak memeluknya namun Grea memundurkan dirinya dan memeluk erat Caca dengan tubuh yang bergetar karena ketakutan.


" Sayang ini aku suamimu!" Arvan mencoba mendekatinya lagi namun Grea menjadi histeris dan berteriak ketakutan, sedetik kemudian tubuhnya lemas dan pingsan


" Grea... sadar Grea!" teriak Caca dengan panik


Arvan langsung meraih tubuh isterinya dan menggendongnya ala bridal style, membawa tubuh Grea yang bergulung selimut.


Hati Arvan hancur melihat keadaan isterinya yang begitu mengenaskan untung saja ia datang pada waktu yang tepat, namun walaupun demikian hati Arvan seperti diperas-peras sakit rasanya menatap kondisi isterinya yang terkulai tidak berdaya.


Alan yang membawa mobil sesekali melirik ke belakang merasa iba melihat kondisi sahabat dari Caca yang begitu mengenaskan apalagi wanita yang duduk di sampingnya saat ini tidak berhenti menangis cemas dengan keadaan sahabatnya itu.


" Ca udah jangan menangis terus, kita do'a kan saja yang terbaik untuknya, semoga Grea tidak apa-apa dan cepat kembali sembuh!" ucap Alan


" Amin" sahut Jimmy yang berada di jok belakang bersama Arvan dan Grea.


" Terima kasih bro loe udah membantu kami " ucap Jimmy


" Sama-sama, semua gue lakuin karena Grea adalah sahabat baik Caca!" sahut Alan


" Terima kasih ya Ca kamu sudah membantu menyelamatkan Grea!"


Caca tidak menjawab tapi hanya mengangguk pelan. Caca tidak kuat menahan tangisnya melihat kondisi Grea saat ini. ia tahu Grea pasti mengalami trauma berat.


" Ca!" panggil Alan pelan dan membuai pucuk kepala Caca dengan lembut. Jimmy yang menyaksikan pemandangan yang ada di hadapannya merasa panas dan geram. ingin rasanya ia menarik Caca dalam dekapannya namun kondisi tidaklah memungkinkan.


Jimmy akhirnya membuang pandangannya ke samping dan melihat Grea yang berada di pangkuan Arvan dalam keadaan yang sungguh memperihatinkan.


" Oh adikku Grea kenapa nasibmu begitu malang!" batin Jimmy

__ADS_1


__ADS_2