Nikah Menjadi Pengantin Pengganti

Nikah Menjadi Pengantin Pengganti
Cemburu buta


__ADS_3

Plakk


Satu tamparan keras mendarat sempurna di pipi Arvan membuat Zaindra dan Arin membulatkan matanya.


Apa yang dilakukan Risma benar-benar sudah membuat Zaindra sangat terkejut, pasalnya isterinya itu tidak pernah sekalipun memberi hukuman kepada anak-anaknya dengan main tangan.setelah sekian lama berumah tangga dengannya baru kali ini Zaindra melihat Risma melayangkan tangannya menampar putranya sendiri.


" Risma apa yang kamu lakukan?" tanya Zaindra dengan tatapan penuh tanya.


Risma hanya diam saja menatap tajam ke arah Arvan yang tengah memegang sudut bibirnya yang nampak berdarah.


" Tamparan itu pantas dia dapatkan, mama sangat malu mempunyai seorang putra yang bersikap pengecut macam dia" ucap Risma dengan penuh emosi.


" Ma... mama sebaiknya tenang dulu ya ma, sebenarnya apa si mah yang terjadi, kenapa mama sampai menampar Arvan?" tanya Zaindra.


" Tanyakan saja pada putramu itu, apa yang sudah dilakukan anak itu kepada isterinya menantuku, kamu tahu Van jika mama jadi Grea sudah pasti mama akan pergi meninggalkan kamu Van, " ucap Risma seraya menatap sinis ke arah Arvan.


" Maksud mama apa mah, kenapa mama bicara seperti itu? apa sebenarnya yang sudah Arvan lakukan kepada Grea?" tanya Zaindra.


" Papa tau anak itu sudah menuduh menantu kita selingkuh tanpa bukti yang jelas, apa dia tahu pah beberapa hari ini Grea selalu berada di rumah sakit untuk menemani kakaknya Jimmy dan dia juga sibuk dengan kuliahnya bahkan makanpun tidak teratur" ucap Risma yang merasa sangat kecewa dengan putranya itu.


" Mah Arvan melihat sendiri dia bermesraan dengan seorang laki-laki di kampus bahkan beberapa hari ini dia tidak pernah pulang ke apartemen dan setiap kali Arvan telpon ponselnya selalu saja tidak aktif" ucap Arvan membela diri.


" Bermesraan bagaimana maksud kamu Van, apa kamu melihat sendiri Grea berciuman di depan kamu begitu?"


" Tidak begitu juga sih ma, Dira hanya diam saja sewaktu laki-laki itu merangkulnya" ucap Arvan


" Merangkul? Van kamu itu bodoh atau apa sih? hanya karena laki-laki itu merangkul Grea kamu sudah tega menuduh isteri kamu selingkuh? dasar anak bodoh" kesal Risma


" Apa kamu tahu Van, sebelum menikah dengan kamu Grea itu memang sudah punya banyak sahabat laki-laki dan Jojo orang yang tadi kamu tuduh tanpa pikir panjang itu adalah salah satu sahabat dekat Grea dan dia sudah lama bersahabat dengan Grea jadi tuduhan kamu itu sangat tidak beralasan Van." tutur Risma.

__ADS_1


" Jadi dia sudah menuduh Greandira berselingkuh dengan sahabatnya sendiri yang bernama Jojo itu?" tanya Zaindra menatap tajam ke arah putranya yang sudah benar-benar cemburu buta.


" Tadi kamu sempat bilang kalau ponsel Grea tidak aktif setiap kali kamu hubungi iyakan Van?" tanya Zaindra dan Arvan mengangguk pelan.


" Jadi sebagai suami kamu sama sekali tidak tahu apa yang sudah menimpa isteri kamu Van?" tanya Zaindra


" Maksud papa?" tanya Arvan


" Grea sewaktu tahu kabar Jimmy yang mengalami kecelakaan dia sempat pingsan di jalanan dan setelah sadar Grea yang khawatir dengan kondisi kakaknya langsung pergi ke rumah sakit dan lupa dengan ponselnya yang sekarang hilang entah kemana.


" Apa hilang? jadi ponsel Dira hilang?" tanya Arvan yang terasa tercekat karena sudah berpikir yang bukan-bukan.


" Kamu tahu Van, setelah Grea menikah dengan kamu Van kata mertua kamu Grea itu sudah mengalami banyak perubahan, Grea bersikap jauh lebih dewasa dan juga sudah mau mengalah tidak bersikap semaunya lagi dan tidak memikirkan dirinya sendiri. Dulu Grea sebelum menikah dengan kamu selalu bersikap semaunya, kedua orang tuanya saja bahkan tidak bisa menolak setiap apa yang menjadi permintaannya dan jika Grea sudah marah atau moodnya sedang tidak baik hanya Jimmy kakak satu-satunya lah yang mampu meluluhkan hati dan sikap keras kepala seorang Grea" ucap Zaindra.


" Saat ini kamu pasti tahu dengan jelas bagaimana kondisi Jimmy dan itu adalah sebuah pukulan terbesar untuk isterimu Grea. melihat kondisi kakaknya yang masih belum juga sadar dari komanya tentu membuat Grea sangat sedih, tiada hari tanpa menangisi kondisi kakaknya" ucap Risma


" Dan yang papa tahu juga Van Grea itu memang dari dulu sudah sangat dekat dengan teman laki-lakinya dan mereka memang hanya sebatas teman aja gak lebih. karena Grea dari dulu itu sangat menjaga dirinya dengan baik Van walaupun dekat tapi dia masih tau batasan, apalagi setelah menikah Van." Ucap Zaindra


"Alex bilang Grea selalu berkata tidak ingin mengenal cinta selama masih kuliah dan teman-temannya itu juga sangat menghargainya, mereka sudah Grea anggap seperti kakak-kakaknya sendiri dan papa juga mengenal siapa mereka." tutur Zaindra


Zaindra menghela napasnya berat lalu duduk di samping Arvan


"Seharusnya sebagai seorang suami kamu tuh harus tahu dengan baik bagaimana isteri kamu dan juga siapa saja teman-temannya" lanjut Zaindra.


" Jojo adalah sahabat Grea dari kecil, dia putra tunggal keluarga Abraham, pengusaha kelapa sawit di Kalimantan. kalau Bimo Setiawan Djodi putra ke dua dari keluarga Djodi pengusaha PT. DJ Grup dia dan Grea sudah bersahabat sejak satu SMA. Sedangkan Micko dia bekerja di cafe DS sebagai pemilik sekaligus penyanyi di cafe tersebut dia adalah putra ke tiga dari keluarga Jenson, mereka itu sudah kenal lama dengan Grea jika kamu cemburu dengan salah satu dari mereka itu merupakan kesalahan kamu sendiri yang tidak mengenal teman-teman isteri kamu sendiri dan Grea tidak akan semarah itu sama kamu kalau kamu tidak melakukan kesalahan dengan dia." tutur Zaindra membuat Arvan merasa tersentil.


" Grea pasti marah dengan kak Arvan karena kejadian di kantor waktu itu, makanya dia tidak pulang ke apartemen, iyakan kak" ucap Arin melirik ke arah Arvan dan membuat semuanya menoleh ke arah Arin.


" Marah kenapa?" tanya Risma penasaran

__ADS_1


" Grea sangat marah saat melihat Arin di ruangan kak Arvan terus kak Arvan sempat marah dan membentak Grea saat Grea mengungkapkan kekecewaannya terhadap Arin. Jujur Arin mengaku bersalah mah, pah dan mungkin Grea juga marah pas kak Arvan yang sempat mengusir Grea keluar dari ruangannya" ucap Arin membuat Zaindra dan Risma melotot.


" Mengusir Grea?" tanya Zaindra yang nampak geram dengan tingkah putranya itu.


" Aku tidak mengusirnya pah!" ucap Arvan yang memang tidak berniat mengusir Grea dia hanya ingin Grea dan adiknya tidak bertengkar.


" Van... Van... jika Alex tahu apa yang sudah kamu lakukan kepada putrinya habis kamu Van, kamu tahukan bagaimana Alexander itu orangnya seperti apa? papa tidak tahu harus berkata apa Van jika sampai Alex tahu masalah kalian" ucap Zaindra yang merasa khawatir dengan keadaan keluarganya jika sampai Alex dengar tentang perbuatan putranya.


" Van sebaiknya kamu segera minta maaf pada Grea, mama gak mau tahu pokoknya Grea harus mau maafin kamu dan tetap mau menjadi menantu mama" ucap Risma dengan air mata yang sudah mengalir.


" Mah yang sabar ya ma, papa yakin Grea pasti mau memaafkan Arvan" sahut Zaindra.


" Iya pah!" sahut Risma.


" Van!" panggil Zaindra dengan suara yang sudah sedikit meninggi


" Iya ma, pah Arvan akan Minta maaf sama Grea" ucap Arvan yang langsung beranjak dari duduknya


" Kamu mau kemana Van?" tanya Risma


" Mau pulang, mandi setelah itu Arvan akan segera menemui Dira di rumah sakit untuk meminta maaf" ucap Arvan


" Bagus kalau begitu" ujar Risma.


" Ya udah Arvan pamit ma, pah" pamit Arvan


" Assalamu'alaikum" ucap Arvan sebelum pergi


" Wa'alaikum salam" sahut Risma dan Zaindra bersamaan karena Arin sudah masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2