Noda Kelam Masa Lalu

Noda Kelam Masa Lalu
Sarapan bersama


__ADS_3

"Kak, kita ke klinik dulu sebentar," ucap Andari sedikit mengejar Si Ikal yang berjalan di depan dan meraih sebelah tangannya.


"Kenapa Cantik? Kamu sakit? sakit apa?" Si Ikal kelihatan kaget mendengar Andari minta di antar ke klinik dulu. Si Ikal berhenti ngobrol sama temannya.


"Bukan Kak, pokoknya ayo aja Aku mau pinjam komputer lagi. Barusan Aku ngobrol dr Barry sepertinya Dia telah memberi kelonggaran," jawab Andari kelihatan raut mukanya berbinar.


"Oh, alah Cantik dikira Kamu punya keluhan ternyata keluhan yang satu itu. Ayo!"


"Hus! maksud Kakak apa?"


"Sepertinya semua semakin akan jadi kenyataan Cantik!"


Andari tak bicara soal kejutan yang di ucapkan dr Barry tadi takut malah membuat Si Ikal banyak komentar. Sudah tentukan komentarnya menjurus ke arah arah yang tidak terpikirkan oleh Andari.


Sampai di ruang kerja dr Barry Andari sedikit agak minder karena dengan dandanan seperti itu karena di persilahkan duduk di sofa dan datang seorang perawat dengan makanan dibeberapa piring dan minuman.


Dr Barry duduk sejajar di sofa panjang dimana Andari sama Si Ikal duduk di situ.


"Kejutannya tak seberapa Bu Andari, tapi semoga membuat Bu Andari sama temannya senang," ucap dr Barry tersenyum melirik Andari dan Si Ikal.


Andari diam saja apapun kejutannya tetap dirinya merasa terkejut dengan sikap dr Barry yang aneh, pagi-pagi sudah bikin kejutan tak urung dirinya merasa ingin tahu juga apa kira-kira kejutannya.


"Bu Andari semalam Aku iseng sambil berjaga browsing semua tutorial pembikinan aksesoris seperti yang Kamu buka dan Aku menyimpannya di flashdisk ini, Setiap saat Kamu bisa membukanya ada beberapa yang Aku rasa unik dan begitu elegan semoga cocok dengan apa yang kamu harapkan," ucap dr Barry sambil menyodorkan flashdisk pada Andari.


Andari bengong saja, rupanya ini kejutannya lantas di mana dirinya bisa membuka flashdisk itu? laptop nggak punya apalagi komputer, tapi bentuk perhatian dr Barry luar biasa Andari rasakan.


Andari menerima flashdisk itu tapi dengan wajah muram.

__ADS_1


"Aku bisa bukanya di mana flashdisk ini?" tanya Andari dengan suara perlahan.


Dr Barry termangu menyadari kalau Andari adalah warga binaan yang terisolasi dan penuh tata tertib juga aturan yang harus ditaatinya. Termasuk kepemilikan barang elektronik yang bisa menghubungkan ke dunia luar itu jelas di larang dan tidak di perkenankan.


"Ya ampun, Aku lupa maaf Bu Andari, Aku tidak menyadari akan hal itu, sekali lagi maaf kalau flashdisk ini hanya bisa di buka dan di pergunakan memakai perangkat lain yang tidak tersedia dan Kamu miliki. Jadi begini saja pakai setiap Bu Andari pinjam komputer di ruang kerjaku biar tidak usah membuka dan mencari lagi di situ telah tersimpan banyak beragam aksesoris tutorial bahan bakunya juga pembuatannya, beragam kombinasi penambahan material lain yang lebih memungkinkan di padu padankan mungkin ada diantaranya yang Bu andari suka!"


"Baiklah dok, terimakasih banyak Aku ucapkan, bahkan sejak semalam Aku telah mempraktekkan mencoba membikin dari semua bahan yang disediakan lembaga, tetapi ada hal-hal yang kurang begitu memuaskan dari semuanya sehingga tadinya Aku berpikir untuk bisa meminjam lagi komputer di ruang kerja dokter tapi malah dokter duluan yang menawarkan kepadaku Aku merasa tersanjung terima kasih untuk semuanya," ucap Andari kelihatan banget suka dengan kejutan yang dr Barry berikan walau ada sedikit rasa tercenung nya.


"Aku kan sudah memberikan kelonggaran kapanpun Kamu membutuhkan datang ke sini dan silahkan pergunakan."


Andari mengangguk dengan senangnya, seperti gayung bersambut saja.


Permasalahannya itu soal tutorial dan design


dr Barry datang menyodorkan daftar semuanya yang telah dirinya rangkum dan memberikan keleluasaan pengoperasian komputer di ruangan kerjanya.


Akhirnya semua permasalahan terselesaikan, komunikasi dan ngobrol mereka mengalir akrabnya dr Barry seperti mendapat suntikan pada gairah hidupnya merasakan kembali tersenyum merasakan kembali bicara dan ngobrol akrab dengan gairahnya sambil menatap senyuman dari wajah Andari yang masih memakai kain bekas sholat tadi.


Hidupnya seperti mendapat energi dan bisa memberi manfaat lain bagi seorang Andari yang mirip mendiang istrinya.


"Eh, Aku lupa tanya minum kalian apa? Aku main pesan saja tadi."


"Apa saja dok Kami suka!" jawab Si Ikal di sambut senyum Andari dan dr Barry.


"Oke, makan dong kalau semua suka!" sahut dr Barry sambil mengambil satu kue yang di bungkus plastik.


"Pasti Kami makan dok tenang saja dan sering-sering ajak Kita di ajak ke sini biar Kami semangat ikut berjamaah, bahkan sisanya karena Kami solider pada teman lainnya yang ada di kamar mungkin akan kami pinta dan akan Kami bawa." sela Si Ikal jujur dan tanpa malu-malu mengatasnamakan temannya.

__ADS_1


"Oh boleh saja tapi kita ngobrol saja dulu di sini, Bu Andari kalau mau mencoba membuka flashdisk nya boleh, Ibu temannya Bu Andari silahkan di makan kalau buat temannya nanti di bawain lagi" ucap dr Barry melirik Andari yang hanya diam di sisinya.


Andari tersenyum melihat Si Ikal temannya begitu senang pagi-pagi sudah dapat makanan gratis, Andari sendiri ikut makan walau tak seberapa hanya demi menghargai sang tuan pengajak yang telah begitu baik.


Andari melihat sahabatnya yang makan dengan begitu senangnya, hatinya merasa sedih ingin rasanya memberi lebih dan memfasilitasi dengan semua usahanya kalau untuk urusan makan saja kelihatan seperti begitu kurang hanya makanan dari dapur jatah makan mereka dan sedikit cemilan alakadarnya.


Memang Si Ikal tak pernah di tengok keluarganya, begitupun Andari. Kakaknya Laksmi sama Adiknya Adri hanya bisa menengok Ndari satu bulan sekali mengirim makanan kering yang mungkin bisa awet dan sedikit uang yang terkadang Ndari tolak karena masih ada sisa bulan sebelumnya. Bukan Andari tak ada barang berharga yang bisa di uangkan tapi Andari lebih memikirkan untuk Anaknya suatu hari kelak yang pasti akan lebih membutuhkan.


Andari mencoba membuka flashdisk di temani dr Barry yang memanfaatkan waktu sebelum berakhir dinas malamnya lalu pulang dan istirahat.


"Ya ampun dok, banyak banget itemnya. Ini lebih dari komplit yang Aku inginkan benar-benar jadi referensi terbaik dan komplit, makasih ya dok," ucap Andari sambil matanya tetap pada layar komputer di hadapannya.


"Iya Bu Andari, andai Aku bisa meminjamkan laptop padamu mungkin akan lebih bisa leluasa Kamu memanfaatkannya, tapi tak apa setiap butuh datang ke sini ada dan tidak ada Aku juga ya!"


"Dokter, kenapa begtu baik padaku?"


"Karena Aku mau saja memberikan perhatian sama Kamu. Aku melihat Kamu itu beda dengan yang lain," ucap dr Barry sambil tersenyum.


"Makasih ya dok!"


"Jangan ucapkan terimakasih terus, karena Aku juga terimakasih sama Kamu Ndari!"


"Untuk apa?"


"Untuk rasa yang Aku juga tak mengerti!"


*******

__ADS_1


Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat 🙏❤️


__ADS_2