
Dua minggu kemudian....
Semua teman satu sel Andari muram sambil mengelilingi Andari yang telah mengepak semua barang miliknya di satu koper besar yang di kirim Nael. Andari masih saja memasukkan barang-barang pribadinya sambil menyembunyikan perasaannya sendiri.
Hanya kesedihan yang menyelimuti mereka, tak ada yang bicara semua menunduk seakan ini hari duka bagi keempat teman Andari yang saat ini Andari akan bebas formasi nya masih lengkap. Mungkin yang akan menyusul bebas dalam waktu dekat yaitu Si Ikal.
Semua sahabatnya Si Ikal, Si Kekar, Si Tomboy dan Si Tinggi adalah motivasi hidup bagi Andari dan begitu banyak pelajaran hidup dari mereka.
Kini saatnya Andari harus bebas kembali ke tengah keluarga yang mencintainya. Kembali menghirup udara luar artinya bebas sampai masa percobaannya selesai dan nantinya bebas murni.
Kegelisahan juga bagi Andari selalu saja ada keraguan dan pertentangan dalam hati dan perasaannya menjadi orang baru di dunianya yang lama seakan tak mudah Andari bisa menjalaninya kembali.
Andari sadar siapa dirinya dan akan seperti apa pandangan masyarakat sosial di sekitarnya yang tahu permasalahannya kecuali Andari pindah ke suatu tempat yang sangat jauh dan memulai hidup baru mungkin itu yang akan dilakukannya karena rumah yang dulu yang ditempati bersama mendiang suaminya tak ingin sekalipun Andari untuk melihatnya kembali terlebih untuk tinggal di situ lagi, cukup baginya rumah itu sebagai kenangan rumah tangganya tidak untuk tragedinya.
__ADS_1
Sebentar lagi Andari akan menandatangani surat kebebasan walaupun masih diwajibkan lapor karena kebebasan saat ini hanya kebebasan bersyarat.
Mas Nael pasti akan tersenyum dengan lebar mungkin mengucapkan selamat kepada Dirinya tetapi bagi Andari tetap beban di pundaknya.
"Semua orang penghuni di sini pasti mengharapkan saat seperti ini Cantik, tapi kenapa Kamu yang masuk belakangan kini bebas duluan? apa Kamu itu terlalu baik sehingga semua do'a yang diharapkan begitu cepat menjadi kenyataan walaupun Aku masih saja menjalani sisa masa hukuman sampai saat ini sampai tuntas nanti karena tidak punya persyaratan apapun yang bisa jadi syarat kebebasan sepertimu. Aku akan menyusul mu bebas Cantik Aku terlalu jauh kalau harus pulang ke kampung halamanku dan pasti memerlukan biaya, dan Aku tidak mau membebankan semua kebebasanku pada keluargaku jadi setelah bebas nanti Aku hanya punya Kau Cantik...." ucap Si Ikal melihat wajah murung Andari,
"Banyak yang Aku pikirkan Kak, tetapi kalau semua di pikirkan malah semakin tak tenang hati ini juga tak bisa mencari jalan keluarnya biarlah semua Aku jalani saja, berharap selalu di beri kemudahan jalanku, Dengan tangan terbuka Aku akan menerimamu Kak Kita lanjutkan sisa perjalanan ini dengan lebih baik lagi." jawab Andari meyakinkan sahabat baiknya Si Ikal.
Semua diam mendengarkan apa yang Andari ucapkan semua tak seperti harapan kalau bebas itu pasti seneng tapi bagi Andari satu beban baru di pundaknya tapi biarlah waktu yang akan menjawabnya keluarga tercinta kini mungkin sudah menantinya.
Hanya pelukan dan derai air mata saat Andari di jemput Sipir Hilda dan koper Andari mulai di seret Si Ikal di belakangnya ketiga temannya mengikuti.
Semua teman di blok yang berbeda pada menyapa Andari sambil berjalan menyalami mereka satu per satu.
__ADS_1
"Datanglah sekali kali ke sini Mbak Ndari ...."
"Jangan lupakan Kami yang masih di sini Bu Andari...."
"Kita semua akan kehilangan Bu Andari...."
"Semoga bahagia dan sukses kembali di luar sana...."
Berbagai ucapan semua temannya hanya sanggup Andari jawab dengan salaman, pelukan, anggukan dan air mata.
Sampai di ruangan Kepala LP Andari menyelesaikan administrasi di sambut ucapan selamat dari Nael tanpa bicara apapun. Melihat mata Andari sembab karena menangis Nael menyodorkan sapu tangan dari sakunya pada Andari.
********
__ADS_1
Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat