Noda Kelam Masa Lalu

Noda Kelam Masa Lalu
Keinginan Ortu


__ADS_3

"Tuh Bapakmu datang tanya sama Bapakmu kenapa Kami kurang setuju kalau Kamu berhubungan dengan seorang Anak pembalap? pada kenyataannya orang tua menginginkan hidup Anaknya biasa-biasa saja hidupnya, tenang, normal-normal saja tidak dengan jantung selalu diliputi khawatir, karena mungkin keluarganya Kita bukan dari keluarga pembalap jadi otomatis untuk adaptasi jelas memerlukan kekebalan mental dan kesiapan luar biasa menerimanya termasuk Bapakmu juga Ibu," ucap Ibu Rina Darmawan menyampaikan apa yang baru saja di sampaikan


"Ah, Ibu di bahas lagi di bahas lagi, memang kenyataannya begitu mau gimana lagi, Asalnya Aku juga merasa khawatir yang berlebihan tapi karena terbiasa dengan keadaan Mas Ricko yang tanpa sehari pun tak bisa lepas dengan mobil balapnya akhirnya Aku pasrah dan terbiasa," jawab Netty merasa nggak enak mendengar bahasan Ibunya selalu yang itu itu saja.


"Pak coba sini duduk istirahat di sini sambil ngobrol mau minum apa teh kopi apa jahe susu?"


"Minum apa saja Bu, ada apa Bu? kelihatan Kakakmu Nael sudah pulang tumben?"


"Iya Pak tapi langsung masuk kamar, dan tadi sudah dengan gamblang menyatakan keinginannya."


"Keinginan apa Bu?"


"Justru ini soal Anak-anak Kita gimana Pak soal jodoh mereka sepertinya tak sesuai yang Kita harapkan."

__ADS_1


"Maksud Ibu apa? apa putrimu Netty lagi merayu Ibu?"


"Dua-duanya Pak sama saja! pada keras kepala dikasih masukan tak ada yang mengerti tetap saja pada pendirian mereka dan sekarang lagi Kakaknya nael kabarnya sangat tidak mengenakan," jawab Ibu Rina Darmawan sambil melirik Netty yang menunduk.


"Apa maksudnya Bu?"


"Itu Anak bujang cikal Bapak pacaran sama Andari yang sekarang sedang mendekam di balik dinding dingin penjara." Secara gamblang Ibu Rina Darmawan menjelaskan.


"Tanya saja putrimu Dia sudah tahu semuanya. Malah baru aja Nael naik ke atas habis meyakinkan Ibu yang tidak terima dengan keputusannya seperti tidak ada saja wanita lain yang lebih baik dari seorang mantan narapidana." Ucapan yang sebenarnya tak harus di ucapkan. Balik lagi pada keinginan semua orang tak terbersit sedikitpun menginginkan hal seperti itu terjadi kalau bukan karena keadaan terpaksa.


Pak Harry Darmawan duduk sambil membuka sepatunya datang Si Bibi bawa nampan dengan gelas minuman teh hangat dan ditaruhnya di meja.


"Apa masalahnya Net?" Pak Harry Darmawan tersenyum pada Netty.

__ADS_1


"Pokoknya Bapak nggak boleh ngomong begitu lagi sama Mas Nael, akhirnya Dia nggak pernah datang lagi! marah sama Aku juga pada pernyataan Bapak.


"Ya bagus itu berarti Dia introspeksi diri dengan baik," sahut Pak Harry Darmawan tetap bicara dengan santai.


"Baik gimana? Kami jadi pada tidak nyaman lagi karena ada ganjalan dari Bapak."


"Sebenarnya Bapak tidak serius ngomong seperti itu Bapak hanya ingin Dia mengerti keinginan Bapak seperti apa kalau menginginkan putriku ya berusahalah dengan baik carilah hobi yang lain yang bisa lebih bermanfaat pada dasarnya itu adalah hobi yang jadi kegiatan lama-lama jadi profesi. Bapak nggak mau Kita semua merasa cemas saat Dia lagi berada di arena yang pasti akan kepikiran terus walau memang nasib takdir keselamatan hidup dan mati kita ada yang maha kuasa yang mengatur tetapi alangkah baiknya kita memilih yang lebih minimal resikonya."


"Ah, Netty sebal pokoknya sama Bapak nggak pernah melihat Anaknya senang," ucap Natty sambil cemberut."


*******


Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat

__ADS_1


__ADS_2