
Andari berhadapan dengan Nael tanpa sepatah katapun, hanya senyum yang terpancar dari bibirnya. Lalu Nael menyodorkan ponselnya setelah membuka galeri di ponselnya berisi poto dan video saat Dirinya bersama Sabrina mengunjungi Amanda di rumah Kakaknya Andari.
Andari sesaat meragu berbulan-bulan atau sudah dalam hitungan tahun mungkin dirinya tak memegang benda itu. Hatinya telah nyaman dan di bikin nyaman dengan keadaannya sekarang ini tanpa benda yang dulu begitu lekat melengkapi hidupnya. Dalam karir juga dalam kesehariannya.
"Lihatlah, bukankah Kamu kangen sama putri kecilmu yang sudah pintar?" ucap Nael karena melihat Andari tak merespon pada uluran tangannya yang memegang ponsel.
Andari menerima ponsel itu dan membukanya dengan linangan airmata. Membuka satu persatu pose dan ekspresi bahagia putrinya Amanda yang sudah begitu pangling. Setahun lebih Andari dari mulai proses kasusnya bergulir sampai vonis juga sekarang Andari ada di balik sel sama sekali tidak bertemu Amanda hatinya juga merasa tak berani, banyak kekhawatiran seandainya bertemu.
"Subhanallah, Amanda Mama begitu kangen sama kamu Nak, Kamu sudah besar tanpa belaian Mama. Tapi walau begitu tetap sehat dan baik-baik sama Bunda di sana Nak selalu ada do'a yang selalu Mama khususkan buatmu." Andari bicara pada ponsel itu serasa putrinya ada di depan matanya.
Andari menyimpan ponsel itu di meja dan terisak, perih rasa hatinya melihat perkembangan putrinya setelah sekian lama tak bertemu.
Nael ikut merasa bersalah tapi Andari yang memintanya untuk dikirim poto putrinya.
Laksmi selalu menolak saat Andari minta poto putrinya kalau datang mengunjunginya dengan alasan malah akan membuat Andari banyak pikiran dan tidak betah cukup kabar baik saja menurut Laksmi juga Adri Adiknya.
"Maafkan Aku Andari, bukan maksud untuk membuatmu sedih, tapi jadikan itu semangat buatmu." Nael menyodorkan saputangan pada Andari yang masih terisak.
"Nggak apa-apa Mas, Aku sangat bahagia walau airmata yang terlihat. Melihat Amanda tumbuh dengan sehat rasanya tak bisa di jabarkan bagaimana senangnya hatiku."
__ADS_1
Nael memegang tangan Andari serasa ingin menguatkan atau turut senang dengan diterimanya semua usahanya selama ini.
"Ndari, ada pesan khusus dari Amanda buatmu karena dalam pikirannya Kamu itu begitu dekat denganku, lagi menuntut ilmu di tempat yang begitu jauh bukankah begitu kalian menanamkan alasan biar Amanda merasa tenang?"
"Iya Mas, apa yang di pesankan Anakku?"
"Sampaikan sama Mama kalau Manda sudah bisa makan sendiri." ucap Nael sambil menirukan ucapan Amanda saat menitipkan pesan.
Andari kembali menitikkan air matanya, hatinya merasa teriris mendengar ucapan Nael, tanpa di sadarinya Andari memang butuh sandaran jiwa raganya akhirnya menangis di pelukan Nael. Membayangkan satu sosok kecil dengan didikan Kakaknya kini sudah mulai mandiri.
"Semua akan baik-baik saja, Aku janji akan selalu melihatnya dan berusaha mendekatkan diriku, biarkan Aku menjadi orang yang selalu di tunggu putrimu Ndari."
"Makasih Mas, Aku tak bisa membalas semua kebaikanmu."
"Apa kabar Sabrina Mas? Aku begitu kangen dengan temanku yang satu itu, mungkin sibuk dan tak punya waktu ya, atau Dia sudah hamil? Aku yakin kalau Sabrina masih ingat padaku."
"Aku kemarin ke tempat Kakakmu bertemu Amanda sama Sabrina dan lucunya Amanda menganggap Kami itu suami istri!"
"Ya ampun masa Mas?" Andari tertawa sambil mengusap air matanya.
__ADS_1
"Begitulah nasibku yang seorang diri ke mana pun. Cepatlah selesai Ndari Aku menunggumu kita kerja lagi dan jadikan team Kita begitu tangguh seperti saat Kita bersama dulu."
"Mas Nael, kenapa menungguku? carilah wanita lain yang bebas di luar sana menungguku haya sia-sia menurutku."
"Aku jatuh cinta sama Kamu Andari, jangan paksa Aku berpaling. Aku sadar diri kalau menunggu itu menjemukan tapi Aku tak merasa seperti itu setiap waktu Aku bisa bertemu Kamu, bertemu Amanda dan bisa memeluknya."
"Terserah Mas saja, beginilah diriku yang sebenarnya bila suatu saat datang jemu pada diri Mas, sejak awal Aku sudah peringatkan bagaimana memberi alasan pada amanda kalau sudah menjadi akrab? kalau padaku itu hal biasa tapi pada Anakku tolong pertimbangkan lagi tentang hubungan tak wajar Kita ini."
"Ssssst jangan bicara begitu Ndari, kalau Kamu bisa di sini pasti Aku juga bisa! nanti kalau masa pembinaan Kamu sudah di jalani dua per tiga masa pemasyarakatan di sini Aku akan mengajukan asimilasi, berkelakuan baiklah tanpa sedikitpun melanggar semuanya tertib dan aturan di sini semoga bisa, selalu ada jalan dan celah kalau Kita mau berusaha, Aku yang akan memprosesnya.
"Apa kasusku bisa melakukan asimilasi Mas?"
"Tentu bisa, Asimilasi adalah proses pembinaan narapidana yang dilaksanakan dengan membaurkan narapidana di dalam kehidupan masyarakat. Syarat asimilasi bagi narapidana tindak pidana umum : berkelakuan baik dibuktikan dengan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir."
"Perasaan Aku belum pernah melanggar tata tertib di sini apalagi menjalani sangsi disiplin."
"Bagus itu Sayang. Asimilasi bisa bagi semua Napi kecuali dengan vonis seumur hidup."
Panggilan Sayang yang diucapkan Nael dengan spontan membuat Andari melirik sangat lucu, pertama menangis, lalu tertawa, dan kini mendelik merasa belum siap dengan panggilan itu ditempat ini
__ADS_1
*******
Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat