
"Akhirnya kita jadi juga ya Sabrina datang ke sini, mungkin kalau melihat Amanda serasa melihat Andari. Dulu pernah beberapa kali bertemu di saat santai di kantor sering membawa putrinya yang masih kecil karena katanya belum ada yang mengasuh sudah berapa tahun ya kira-kira sekarang?" ucap Nael sambil berpikir mengira ngira kini usia Amanda putri Andari.
"Mungkin baru SD, Aku juga sering bertemu tapi nggak tahu usianya berapa paling ya segitu usia Anak SD," jawab Sabrina sedikit membayangkan bagaimana Andari bisa melewati tanpa kebersamaan dengan putrinya selama ini.
Faktor keadaan membuat semua orang bisa menjalaninya walau semua tidak mudah untuk melewatinya. Begitupun Andari tragedi yang menimpa dirinya sudah dianggap musibah yang harus banyak menjadikan dirinya tafakur seperti kata-katanya saat terakhir Sabrina bertemu pas Andari di vonis saat persidangan terakhir.
Hidupnya hanya untuk ibadah dalam taubatnya dan kalaupun ada secercah masa depan mungkin hanya untuk Anaknya Amanda juga karena putrinya itu dirinya masih bisa menjalani semuanya dan masih tegar berdiri menatap menjemput masa depan yang Andari juga tidak tahu akan seperti apa warnanya.
Satu keyakinan dalam jiwa Andari yang Sabrina kagum, mungkin karena ada Anak juga yang jadi motivasinya ketegaran dan kekuatan yang di perlihatkan Andari malah memberikan satu semangat pada dirinya.
'Bekerjalah dengan tanggung jawab karena kalau sudah berhubungan dengan tanggung jawab kita akan menyadari manfaat yang kita terima dan Kita berikan itu akan berhubungan, jangan bohong pada diri sendiri dengan mempermainkan kejujuran dalam bekerja'
Kata-kata Andari sebagi kata-kata bijak orang yang mengerti arti tanggung jawab atas semua yang dilakukan tidak akan terlepas dari tanggung jawab itu sendiri. termasuk tanggung jawab pada diri sendiri sebagai individu pribadi tanggung jawab sebagai orang tua, tanggung jawab sebagai Anak juga saudara bahkan tanggung jawab sebagai seorang yang ada di lingkungan masyarakat itu semua memang ada tanggung jawabnya.
"Ini kan rumah Kakaknya?"
Suara Pak Nael mengagetkan Sabrina yang lagi tertuju pada Andari pikirannya.
Sabrina meneliti lagi sesuai alamat yang pernah di berikan Andari saat dirinya janji akan mengunjungi putrinya Amanda.
Baru kini Sabrina bisa dan sempat itu juga karena diajak Pak Nael yang punya kepentingan pribadi.
Mereka turun, rumah besar kelihatan sepi mungkin semua penghuninya lagi di dalam dan istirahat atau lagi keluar entahlah kelihatan dari luar sepi-sepi saja.
Sabrina melihat pintu gerbang yang tidak di kunci lalu menggoyangkannya biar ada suara yang keluar mengganti ketukan pintu sambil memberi salam.
Pintu di buka satu sosok Ibu-ibu paruh baya yang masih cantik keluar sambil mengerutkan keningnya, meneliti dan mungkin mengingat ingat siap tamu yang datang ke rumahnya itu.
__ADS_1
Wajahnya mirip Andari Nael yakin ini Kakaknya Andari. Di belakangnya muncul gadis kecil menguntit di belakang perempuan itu sambil sembunyi di belakangnya.
Hati Nael terenyuh melihat binar mata Andari ada di mata Amanda yang mengintip dari belakang tubuh Ibu itu.
"Waalaikum salaam.... Maaf siap ya?"
"Aku Sabrina dan ini Pak Nael dari Biro Advertising Harry Darmawan boleh Kami masuk?"
"Ada keperluan apa ya?" Ibu itu merasa selektif menerima tamu yang tak di kenalnya takutnya hanya mengaku-aku dan sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada keluarganya.
Sabrina berbisik pada Ibu itu karena sejak awal sudah sepakat dengan Pak Nael kalau menyebut nama Andari misal mereka memperkenalkan diri sebagai teman kerja Andari takut menjadi pertanyaan bagi Amanda. Untuk mencegah hal-hal yang membuat Amanda terguncang dan bertanya lebih jauh tentang Ibunya mereka tidak menyebut nama Andari seperti yang di pesankan Andari sendiri pada Nael saat bertemu.
"Oh, ini rupanya Pak Nael ya? mari silahkan masuk Pak!" ajak Laksmi yang tahu dari Andari saat berkunjung ke LP dan Andari banyak cerita soal laki-laki ini yang telah memberikan setitik harapan cerah bagi jiwa Andari yang telah kosong dan hampa tanpa harapan.
Nael melangkah mengikuti Sabrina yang lebih dulu masuk ke dalam rumah setelah Laksmi membuka pintu pagar.
"Alhamdulillah kalau begitu yang Kami khawatirkan perasaan Amanda Bu." jawab Sabrina di sambut anggukan Nael.
"Amanda Sayang sini, ini ada Om sama Tante mau kenal dan mau jadi teman Amanda katanya. Om sama Tante teman Mama Ndari yang lagi sekolah lagi di luar negeri, kebetulan Om sama Tante pulang jadi bawa pesan Mama Ndari juga kirim oleh-oleh dan hadiah ya Tante?" ucap Laksmi sambil tersenyum menghampiri Amanda dan menarik perlahan tangan mungilnya.
Amanda menghampiri Sabrina dan bersalaman lalu mencium tangannya juga kepada Nael.
"Amanda sudah sekolah hari ini?"
"Sudah."
"Pintar nggak sekolahnya?"
__ADS_1
Amanda hanya tersenyum mungkin Andari kecilnya pasti seperti itu, karena senyum Amanda begitu mewakili Mamanya.
"Nih Om bawa hadiah Buat sekolah Amanda juga teman tidurnya suka boneka ini?" ucap Nael sambil memangku dan mendudukkan Amanda di pangkuannya.
Amanda tak menolak mungkin naluri Anak pasti seperti itu melihat orang baik dan lembut dengan usapan Nael yang begitu nyaman membuat Amanda bisa menerima.
"Om sama Tante janji akan datang lagi kalau Amanda rajin sama pintar sekolahnya juga ngajinya, gimana mau nanti ikut Om sama Tante jalan-jalan?" ucap Nael membuat Amanda diam. Mungkin masih ada perasaan takut dan juga ragu terhadap orang-orang yang ada di hadapannya ini, tapi Laksmi mengerti berusaha meyakinkan Amanda dan memberi pengertian kalau semua akan baik-baik saja.
"Iya Makasih Om sama Tante Amanda mau kok nanti jalan-jalan tapi kalau libur sekolah ya? Bunda nggak larang kok karena Om Nael sama Tante Sabrina adalah teman Mama Ndari."
Amanda tersenyum dengan senang dan Nael mencuri poto Amanda yang lagi pose tersenyum.
"Senang dengan hadiah juga oleh-olehnya Sayang?" Amanda tersenyum sambil mengangguk mendekap boneka panda di pangkuannya.
Jadi Om sama Tante boleh main lagi ke sini nanti?
"Iya, boleh!" sahut Amanda riang.
Obrolan berganti ke topik lain dan yang ringan ringan seputar Amanda dan keluarga Bu Laksmi.
Anaknya dua laki-laki sudah lulus kuliah dan satu lagi perempuan masih SMP yang selalu menjadi teman Amanda di rumah.
Sabrina dan Nael kelihatan begitu senang melihat Amanda begitu ceria dan tidak terbebani apapun mungkin Andari begitu tepat menempatkan dan mengatur strategi sehingga putrinya sampai saat ini masih berpikiran Kalau Andari benar-benar sekolah di luar negeri.
Amanda cepat kenal membuat beberapa kali Nael bisa memangkunya
********
__ADS_1
Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat