Noda Kelam Masa Lalu

Noda Kelam Masa Lalu
Semangat makan malam


__ADS_3

"Mas Ricko, bisa ya Mas hadir nanti malam Sayang?"


"Kalau nggak bisa gimana?"


"Tapi kenapa?"


"Iya, bisa tapi ada apa begitu resmi mengundang makan malam? nggak sekalian sama makan siang dan sarapannya?" Ricko menjawab dengan bercanda ajakan kekasihnya Netty.


"Ih, apaan sih diajak serius malah bercanda! emang Ibumu sudah nggak kasih Mas makan gitu?" rengek Netty dengan suara manjanya.


"Enggak, Netty Sayang maksudku ada apa tumben tumbenan ajak Aku makan malam? apa Bapakmu sudah memberi lampu hijau atau malah mau Aku di ajaknya serius dan sudah bisa menerima hobby ku?" tanya Ricko terdengar serius.


"Itu semua jadi harapan kita Mas, tapi nanti akan Aku ajak temanku Monik makan malam juga siapa tahu bisa berkenalan dengan Kak Nael," jawab Netty mencoba jujur.


"Oh jadi Aku di suruh nemenin saja, rupanya Kamu mencoba mengenalkan Kakakmu toh? oke nggak apa-apa kenapa dan ada apa dengan Kakakmu itu apa Dia kesusahan cari cewek cantik? suruh tanya sama Aku kalau soal cewek biar Aku keluarin stok!" jawab Ricko sambil terkekeh merasa aneh saja kalau seandainya begitu benar adanya. Seorang Nael lulusan sekolah luar negeri, ganteng, pimpinan di perusahaan bonafid susah cari pasangan.


"Mas Ricko! jangan meledek Kakakku loh nanti kualat!"


"Hahaha...sorry Sayang Natty bercanda. Yang paling cantik dan pengertian hanya kamu. Aku nggak punya stok lain!" Ricko berhenti tertawa dan bicara serius.


"Pokoknya jadi datang ya nanti malam...!"


"Iya, tapi terus kita jalan ya, Aku kangen banget perasaan sudah seminggu nggak ketemu?"


"Yee... apaan seminggu? baru kemarin apa itu di cafe? belum seminggu juga Mas yang ajak Aku ke pameran otomotif ingat nggak? kalau kangen bilang aja!" Netty merasa melambung.


"Iya Aku lupa. Yang Aku ingat hanya Kamu saja Sayang. Ya sudah Aku mau mandi dulu biar terlihat ganteng maksimal di hadapan calon mertua dan tidak di persulit saat minta Anaknya nanti!" sahut Ricko memperlihatkan rasa cintanya yang begitu dalam sama Netty.


"Hehehe...biar Aku bantu kalau soal meyakinkan orangtuaku Mas," sahut Netty cengengesan sambil tertawa renyah.


"Bantu apa?"


"Bantu meyakinkan kedua orangtuaku kalau Aku cinta banget sama Mas, Mas juga sama dan kita tak bisa dipisahkan lagi, hanya Bapakku saja yang menganggap Mas masih belum serius karena Bapak tidak setuju dengan hobby yang Mas lakukan selama ini, sepertinya Mas harus beralih ke hobby yang lain!"

__ADS_1


"Waduh! jangan dong Sayang, jangan beri Aku pilihan antara Kamu dan hobby ku itu, Aku janji semua itu tak akan di jadikan profesi tapi hanya sekedar hobby," ucap Ricko memohon pada Netty.


"Aku sih nothing to lose aja Mas, yang penting jangan mengecewakan semua orang yang menyayangimu," ucap Netty tak berhenti memberi pengertian pada kekasihnya tentang hobby balap yang ditekuninya. Semua pada kontra hanya Netty saja yang berusaha mengerti walau dalam hatinya tetap dengan kekhawatiran.


"Aku akan berusaha Sayang jangan di bahas lagi, ya sudah sampai bertemu nanti malam. Dandan yang cantik biar Aku pangling saat bertemu nanti."


"Yee... emang Aku nggak cantik selama ini? pake suruh dandan segala!"


"Hahaha... dipesan begitu saja marah, ya sudah Cantik dandan yang paling terbaik biar Aku gemes nanti melihatnya dan pasti Aku gigit nanti!"


"Dasar!"


"Hahaha...."


Sambungan telepon di putus entah siapa yang memutuskan, selalu saja tak habis kata kalau sudah bicara lewat telepon atau bertemu langsung.


Kadang kalau malam mereka seperti lama tak bertemu bicara apa saja mulai dari kata cinta dan sayang yang tiada surutnya, kata sanjungan juga rayuan manis madu cinta yang mereka rasakan. Padahal siangnya mereka bertemu itulah kasmaran cinta.


Sampai pernah Netty ketiduran karena sampai larut malam mereka masih saja berkencan lewat video call dari kamar masing-masing.


Tapi bagi Netty, Ricko adalah kekasih hatinya yang harus saling menghargai apapun pilihannya, masalah nasib dan takdir itu adalah urusan Yang Maha Kuasa dan Netty selalu berharap yang terbaik bagi Ricko juga hubungan dan jalinan cintanya.


Adapun Bapaknya mungkin karena terlalu sayang sehingga apapun pilihan putrinya juga putranya harus sesuai seiring sejalan dengan keinginannya.


Kadang Ibu Rina Darmawan mengingatkan suaminya kalau Anak-anak mereka bukan robot atau boneka yang bisa di atur semau mereka, biarkanlah mereka bebas memilih keinginannya dari mulai sekolah, kuliah jodoh dan lain lain.


Kedua Anak mereka sekolah dan bergaul mengenal dunia luar jadi sudah wajar punya pandangan lain akan keinginan dan pilihannya.


Netty berjalan ke dapur, terlihat Bibi lagi sibuk di temani Ibunya mengatur apa-apa yang akan di sajikan nanti di waktu makan malam.


Netty suka juga masak tapi sesuatu yang kekinian yang lagi viral kadang di cobanya, ujung ujungnya Ibunya sama Bibi makan makanan yang aneh rasanya di lidah mereka.


"Ibu masak apa?"

__ADS_1


"Semua yang Ibu masak kesukaan Anak Ibu, ada sop iga, perkedel daging juga salad sayuran. Gimana apa temanmu bisa datang nanti malam?"


"Bisa dong Bu, Monik emang bisa diandalkan dan penuh pengertian," jawab Netty membanggakan sahabatnya sendiri.


"Baguslah. Juga calon memantu Ibu juga bisa datang?" tanya Ibu Rina Darmawan sambil tersenyum menggoda putrinya.


"Ah Ibu, Mas Ricko pasti datang juga. Kalau nggak datang nggak Aku terima maafnya selama satu hari!"


"Kok cuma satu hari?"


"Kalau kelamaan Aku kangen Bu, Ibu juga dulu sama Bapak begitu kan?" Netty menjawab sambil langsung sekalian bertanya pada Ibunya.


Ibunya mengangkat sebelah tangannya sambil menggelengkan kepalanya dan hanya tersenyum.


Bibi yang mendengar pembicaraan begitu akrab antara Ibu dan Anak hanya tersenyum saja.


"Aku yang bikin sambal pedas buat sopnya ya Bu," ucap Netty sambil memetik cabe dari keranjang memisahkannya di satu mangkuk.


"Jangan terlalu banyak pedasnya Sayang kalau makan malam apalagi untuk makan berat berat, ingat dietmu jadi tidak terprogram lagi," ucap Ibunya mengusap punggung putri kesayangannya.


"Tapi kalau makan sama Mas Ricko perasaan enak banget, apalgi Kami berdua sama sama suka makan dan mencari yang unik unik jadi kami merasa cocok dari situ juga."


"Iya yang bikin mood yang ada di sebelahnya itu ya Bi?" sahut Ibu Rina Darmawan sambil melirik Si bibi yang lagi


"Bu, Mau nggak ya Kak Nael di kenalkan sama Monik nanti?"


"Makanya di usahakan Mas mu hadir biar nggak ada alasan Kakakmu mau tidak mau antar Monik pulang nanti!"


"Kok Ibu pintar banget sih?"


"Orangtua di mana mana harus bisa diandalkan!" jawab Ibu Rina Darmawan sambil tertawa di sambut tawa Netty juga Bibi.


Mereka masak dengan santai dan semua beres pada akhirnya.

__ADS_1


*******


Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat


__ADS_2