Noda Kelam Masa Lalu

Noda Kelam Masa Lalu
Kakak sama Adik


__ADS_3

"Halo Kak Nael ngapain di kantor sendiri? melamun ya? kasihan... hati-hati kalau ayam temanku mati tiba-tiba lho karena banyak melamun katanya!" ucap Netty pas masuk ke ruangan kantor Kakaknya Nael yang lagi mengurut keningnya sendiri dengan sebelah tangannya sambil melihat-lihat ponselnya. Netty meledek Kakaknya sambil langsung duduk di hadapan sebrang meja di mana Nael duduk.


Nael menarik hidung Adiknya dan Netty berteriak karena sakit.


"Ih! Kakak suka sembarangan deh, gini-gini juga hidungku sangat di sukai pacarku tahu!" ucap Netty sambil mengelus hidungnya sendiri yang kelihatan merah.


"Pacar Lo tuh sukanya sama hidung, aneh-aneh dan hobi nya bikin orang jantungan balap dan kebut-kebutan di mana romantisnya?" sungut Nael balik meledek Adiknya.


"Aku masih mending punya pacar nggak kayak Kakak jomblo abadi! kapan statusnya diperbaharui?" jawab Netty tetap merasa menang.


"Hahaha...bahasa Lo aneh juga Gue mau memperbaharui status nunggu dua tahun lagi!"


"Dua tahun kali sepuluh kali? sekarang aja belum terlihat gambarannya mana bisa 2 tahun memperbaharui status dari jomblo menjadi pacaran dari pacaran menjadi menikah?" Netty dengan tegas meragukan Kakaknya.


"Pokoknya lihat saja nanti!"


"Kakak beneran dan yakin? kalau dua tahun lagi mau menikah? berarti kini pacaran dong sama siapa?" dengan antusias Netty memandang Kakaknya.


"Ada deh..."


"Ih, Kakak curang kok main umpet segala? jangan-jangan bohong hanya buat Ibu senang saja lalu bikin cerita seperti ini," ucap Netty tidak yakin.


"Gue serius tapi Lo jangan kaget saat Gue kasih tahu Lo."

__ADS_1


"Kaget apa? Kakak jadian sama Monik? atau Yasmin?"


"Bukan, Gue lagi deket dan menjalin hubungan dengan Andari! Lo tahu kan siapa Dia?"


"Maksud Kakak Mbak Andari yang pernah kerja di sini dan sekarang di penjara, narapidana itu?"


"Iya, kenapa memang? ganti menjadi lebih sopan dan manusiawi sekarang menjadi warga binaan."


"Iya sama saja. Ya ampun Kak, Dia kan janda?"


"Ada apa dengan janda? salah seorang janda di cintai?"


"Ck! Kak, serius masa hubungan sama seorang pembunuh?"


"Tapi Kak, predikat seseorang tetap akan melekat sampai kapanpun kenapa pilihan kakak jatuh pada Dia tak adakah wanita lain yang lebih pantas untuk menjadi pendamping Kakak?"


"Karena menurut Gue Dia yang pantas!"


"Ah, Kakak Aku jadi nggak habis pikir apa kurangnya semua temanku itu?"


"Gue suka Andari dari sejak Dia masih bersuami, saat kerja bareng dulu di sini sebelum Gue pergi ke luar negeri."


"Kak, apa Kakak sudah berpikir panjang tentang pandangan orang?"

__ADS_1


"Aku jelas sudah jauh malah terlalu jauh. Tapi apa untungnya menanggapi pandangan orang lain? toh yang menjalani hidup Kita ya kita yang merasakan."


"Sepertinya pandangan Kakak selama ini salah, hukum masyarakat di lingkungan Kita masih merasa aib dengan yang namanya penjara apalagi narapidana seorang perempuan dengan kasus apa Mbak Andari itu?"


"Gue tidak perduli Netty! hidupku bukan orang lain yang mengatur Gur punya planning sendiri, punya cita-cita sendiri dengan siapa Gue hidup Gue yang menentukan dan dengan siapa Gue bahagia itu yang akan Gue nikmati."


"Apa Kakak yakin kalau Ibu sama Bapak pasti setuju?"


"Itu urusan nanti, Gue menata dulu diriku sendiri juga meyakinkan Andari dengan cinta yang Gue sodorkan."


"Aku gak mengerti Kak!"


"Nggak usah mengerti cukup berdo'a semoga Andari cepat keluar dan kami bisa bera sama sama lagi."


"Kakak terlalu yakin!"


"Harus itu! karena meyakinkan diri sendiri dan orang lain beda contohnya Gue meyakinkan Andari dengan cinta dan harapan akhirnya luluh juga. Sedang meyakinkan diriku sendiri sudah merasa yakin sebelum meyakinkan orang lain."


"Tapi Aku nggak setuju mungkin seperti Ibu juga Bapak!"


******


Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat

__ADS_1


__ADS_2