
Andari berjalan gontai ke arah kamarnya sambil menjinjing kiri kanan yang disebutkan Nael tadi adalah makanan.
Dalam hati Andari tersenyum mungkin do'a teman-teman satu kamarnya di qabul kan begitu cepat mungkin seperti hati mereka telah bersih telah bisa menerima Andari dengan sepenuhnya tidak seperti pada awal-awal kedatangan Andari mereka semua seperti cuek, merundung, mengabaikan dan tidak memandang sebelah mata pun.
Kini setelah tahu Andari membawa pengaruh terhadap perubahan pertemanan, perubahan dalam kegiatan dan perubahan dalam hal apapun menjadikan semua orang termasuk di luar kamarnya juga para Sipir begitu melihat Andari ada rasa segan tersendiri.
Kini Andari selalu disebutkan dalam setiap pertemuan dalam pembicaraan Kepala Sipir Yohana kalau pengaruh yang dibawa Ibu Andari banyak positifnya, sehingga Ibu Andari bisa mempengaruhi orang luar untuk bekerja sama dengan LP ini dan menciptakan khususnya waktu luang menjadi sesuatu yang bermanfaat dan menjadi lapangan kegiatan bagi semua warga binaan di sini walaupun semua itu masih dalam rancangan pembicaraan kerjasama dan hari ini Andari mendapatkan kepastian tinggal menunggu keseriusannya. Apakah berlanjut atau seperti apa tapi Andari yakin semua akan berjalan semestinya.
Si ikal yang sudah seperti Kakaknya sendiri menyambut Andari begitu gembira dan antusias apalagi Andari membawa jinjingan begitu banyak kiri dan kanan tangannya.
Andari tersenyum melihat sumringah semua temannya yang sudah dianggap Andari adalah saudaranya semua. Si Ikal, Si Kekar, Si Tinggi dan Si Tomboy semua menyambutnya.
"Oh alah Cantik habis shopping di mana itu? pantesan Aku mimpi kejatuhan meteor tadi malam ternyata akan mendapatkan bingkisan banyak banget hari ini," ucap Si Ikal mengambil sebelah tentengan di lengan Andari.
Andari tersenyum memberikan sebelah lagi tentengannya pada Si Kekar yang menghampirinya.
Semua bingkisan dan bungkusan di taruh di depan Andari duduk.
"Buka Kak, boleh itu rezeki Kita semua kok!" ujar Andari sambil tersenyum memandang semua teman sekamarnya
Dengan antusias Si Ikal membuka tali salah satu bungkusan yang kelihatan dari luarnya adalah ada gambar makanannya lalu membukanya dengan begitu semangat seperti orang yang 7 hari 7 malam tidak mendapatkan dan tersentuh makanan.
"Waw! ini baru namanya makanan, sebelum Kita pesta makan hari ini bagaimana kalau kita dengar dulu dari mana makanan ini datangnya? gimana semua setuju?" ucap Si Ikal di sambut setuju semua temannya.
"Apaan sih Kak harus begitu sagala? pokoknya makanan ini halal untuk kita makan itu telah menjadi rezeki kita semua dan menjadi rezeki bersama," sahut Andari merasa malu kalau harus cerita yang sebenarnya.
"Tidak bisa! semua harus berterus terang biar nanti kita do'akan siapapun yang kirim makanan ini, iya kan?" ucap Si Ikal sambil tertawa.
"Iya betul!" sahut temannya yang lain.
__ADS_1
"Aku tahu kalau dari keluarga Si Cantik nggak mungkin paling juga duit dan makanan tak sebanyak ini tapi kalau dari seseorang yang istimewa boleh jadi!" tambah Si Tomboy menimpali.
"Oke baiklah, ini semua dari teman kerjaku dulu tepatnya Anak Bos ku, itu yang tiga minggu lalu datang ke sini janjinya sebulan tapi baru tiga minggu sudah datang lagi. Sekalian saja Aku bicara kalau Pak Nael membawa angin segar khusus buat Kita semua yang ada di LP ini untuk memberikan modal penyaluran hasil karya kita. Pak Nael akan kerjasama dengan LP ini semoga itu terealisasi dan semoga menjadi lapangan kegiatan Kita yang bermanfaat nanti, dan mulai minggu depan akan dikirim pasokan mutiara sebagai bahan baku yang akan kita bikin menjadi sesuatu aksesoris yang sangat berharga dan Pak Nael juga akan memberikan modal untuk membudidayakan bunga anggrek semua pasokan yang siap petik nanti Dia yang akan menerima kembali setelah kita budidayakan di sini," ucap Andari dengan antusiasnya.
Semua temannya tertegun dan bengong, merasa tidak percaya tapi Andari meyakinkan nanti Kita lihat seminggu yang akan datang Apakah semua itu hanya omong kosong karena tidak mungkin semua itu omong kosong karena semua sudah dibicarakan dengan kepala LP ini.
"Alhamdulillah Cantik satu do'aku untukmu semoga itu yang akan menjadi jodohmu nanti!" ucap Si Ikal sambil memeluk Andari di sambut ucapan teman yang lainnya.
Aamiin....
Aamiin....
Aamiin....
Andari jadi salah tingkah dan merasa semua tidak seperti itu, kesepakatan hati antara dirinya dengan Nael belum ke arah situ dirinya masih perlu berpikir panjang dan jauh tapi anggapan temannya sudah terlanjur berasumsi seperti itu biarlah.
"Mari makan! jangan lupa beri tetangga kamar sebelah ya! itu masih ada beberapa box," ucap Andari duluan mengambil potongan pizza di susul teman yang lainnya.
"Nggak apa-apa kasih aja kan kita juga lagi banyak kalau memang nggak kemakan buat apa mending bermanfaat daripada mubazir," sahut Andari. Sama lagi mengunyah dan menikmati makanannya yang dulu selalu di pesan putrinya Amanda kalau Andari pulang kerja.
"Mending buat besok!"
"Besok InsyaAllah masih ada kok rezeki bukan kita yang atur," jawab Andari.
"Nggak apa kasih sedikit saja biar icip-icip, lagian Aku penasaran buka bungkusan lainnya hehehe..." ucap Si Tinggi kelihatan begitu penasaran dengan bungkusan lainnya.
"Jangan! takutnya itu ada rahasia atau kiriman khusus buat Si Cantik!" ucap Si Ikal.
"Kita buka bareng aja nggak apa-apa, tapi kalau bukan makanan pastinya itu buatku hehehe..." jawab Andari membuat semua teman-temannya begitu penasaran.
__ADS_1
"Makasih ya Cantik, Kita jadi ikut senang dan pesta makan hari ini semoga ke depannya Kita sering sering dapat kiriman seperti ini," ucap Si Kekar sambil mengambil lagi makanannya.
"Huh! makanan aja yang Lo pikirkan!" ucap Si Ikal sambil tertawa di sambut tawa yang lainnya.
"Insyaallah tapi yang pasti nanti Kita akan ada kegiatan dan Aku berharap semua temanku yang ada di kamar ini akan menjadi pimpinan bagi yang lain harus bisa memberikan contoh yang baik-baik dan semangat bekerja, juga kejujuran sehingga kita menjadi tolak ukur untuk memperlihatkan keseriusan kepada yang memberi modal," ucap Andari memberikan semangat bagi temannya.
"Siap Cantik! Aku minta di budidaya bunga anggrek saja karena Aku ada basic sedikit Ibuku yang suka berkebun dan bertaman tetapi walaupun tidak terlalu paham tetapi Aku juga menyukainya," ucap Si Tinggi menawarkan diri.
"Baiklah Tinggi, makasih untuk kesiapannya siapa yang menjadi penanggungjawab di budidaya nanti di bantu Kak Kekar ya? dan Kak Ikal tentunya di aksesoris sama Kak Tomboy pas dua dua di dua proyek kita nanti."
"Siap Cantik! rasanya Aku sudah nggak sabar," jawab Si Tinggi.
"Eh Cantik kalau tahu Dokter Barry gimana ya kalau Lo ada yang kirim dan memberikan perhatian lebih? mungkin Dia yang akan sakit hahaha...."
"Langsung suntuk sendiri kali!"
"Ssssst Aku tidak berkomitmen dengan siapapun itu urusan mereka masing-masing, dengan Pak Nael pun seperti itu tapi Pak Nael lebih bisa merealisasikan semua harapan yang Aku inginkan walau dokter bari pun sepertinya seperti itu," ucap Andari dengan maksud tidak untuk membandingkan.
"Sekali datang dua orang, pilih yang selalu bawa makanan Cantik ya!" sahut Si Kekar sekenanya.
"Iya, kalau dr Barry hanya kasih sarapan saja! tapi Dia bisa menyembuhkan lho."
"Menyembuhkan apa dulu? luka apa hati?"
"Sepertinya dua-duanya tapi sayang yang ditaksir hanya Si Cantik saja!"
hahahaha....
*******
__ADS_1
Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat