
"Duduk!"
"Makasih Bu."
Andari duduk di hadapan meja kerja Bu Yohana, hati Andari menebak-nebak apa yang akan di sampaikan Bu Yohana pada dirinya kali ini.
"Ada seseorang yang mengajukan kebebasanmu semua alasan dan syarat telah terpenuhi, semua sudah di proses. Kamu bukan hanya berkelakuan baik tapi lebih dari itu, cukup bagi Kami menjadi bahan pertimbangan sangat setuju dengan kebebasan bersyarat mu Andari."
"Terimakasih Bu."
"Apa keinginanmu sebelum keluar dan menghirup udara bebas setelah kurang lebih empat tahun ada di sini?" tanya Ibu Yohana sambil meneliti wajah Andari yang kelihatan semakin bugar tak seperti dulu saat baru pertama masuk ke lingkungan LP.
__ADS_1
"Tak ada Bu, hanya akan menjalani kebebasan yang masih seperti mimpi bagiku. berada diantara semua keluargaku kembali memang itu laksana mimpi." Andari menerawang jauh pikirannya pada keluarga yang Dirinya cintai di mana Anaknya tercinta di titipkan di tengah tengah mereka.
"Setidaknya apa ada kesan dan harapanmu selama di sini."
"Mungkin hanya harapan lanjutkan hal yang bermanfaat walau Aku sudah tidak ada di sini, mungkin semua kreasi kerajinan dan budidaya bunga anggrek akan mengingatkan padaku tapi ada yang lebih berharga lagi dalam hidupku yaitu meneruskan sisa langkah di luar sana, kalau kesan yang pasti penerimaan teman satu kamarku dan Ibu Yohana yang terlalu baik padaku."
"Jujur Saya sedih Andari, tapi tak bisa apa-apa juga menahan dirimu di sini, hidupmu masih panjang jadikan pelajaran berharga selama di sini. Kebahagiaan menyambut mu di luar sana juga otak kreatif mu jadikan lebih bermanfaat lagi di dunia luar."
"Aku juga jadi sedih Bu Yohana ...."
Berdua berpelukan sambil menangis, tak bisa disangkal lagi jalinan seorang warga binaan dengan seorang pimpinan yang seakan tidak ada batas karena disatukan oleh kreatif dan inovasi yang memberikan nilai plus sehingga LP itu bisa memiliki penghasilan dari kreatif tiap anggotanya yang digagas dan dipelopori Andari semua warga binaan sedikit bisa tambah sejahtera.
__ADS_1
Andari adalah bagai bidadari yang dengan sayapnya bisa jadi penolong dan menjembatani semua persoalan tiap warga binaan di situ, tapi walau sama hak dan kewajibannya ada keistimewaan tersendiri yang di rasa Andari sebagai prioritas yang dirinya terang terangan menolak.
Andari merasa semua itu hanya kegiatan yang diapresiasi semua warga binaan dan jadi kegiatan yang bermanfaat.
Kerjasama dengan Nael jelas mendatangkan keuntungan dan semua warga binaan mencicipi hasilnya punya kasur, bisa punya uang saku dan lain-lain.
"Aku akan selalu mengingatmu Andari, hidupmu dipenuhi dengan keberuntungan walau diawali dengan pahit proses pengajuan begitu cepat di proses makanya Aku memanggilmu, akhir minggu besok Kamu sudah bisa bebas percobaan," lanjut Ibu Yohana meneruskan ucapannya
Suara dan ucapan Ibu Yohana di sambut tangis Andari, Mas Nael benar membuktikan niat dan ucapannya. Tapi Andari masih saja meragu dengan perasaannya sendiri walau berulangkali Mas Nael meyakinkan Andari kalau perasaannya begitu tulus sanggup menunggu sekian tahun, banyak berkorban yang tak terhingga bagi Andari termasuk mengurus administrasi kebebasan Andari.
Andari berjalan dengan menunduk memasuki sel yang tak dikunci. Sedih mengingat akan berpisah dengan ke-empat teman satu sel-nya.
__ADS_1
*******
Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat