Noda Kelam Masa Lalu

Noda Kelam Masa Lalu
Kunjungan pertama


__ADS_3

Andari sesaat diam terpaku masih saja dengan kagetnya karena Sipir tadi tak memberitahukan siapa yang datang. Hanya seseorang mau bertemu kata Sipir yang kini telah pergi membiarkan Andari bersama tamu yang mengunjunginya.


Nael tersenyum mengulurkan tangannya dan Andari menyambutnya dengan ragu-ragu, Nael menjabat tangan dingin itu.


Penampilan Andari kini jauh perbedaan dari apa yang Nael bayangkan sebelumnya seseorang dengan rompi tahanan yang kelihatan kaku dengan muka penuh kecemasan dan penuh tekanan, tapi Andari seorang yang terlihat berhijab dengan cantiknya dan pakaian kasual yang dikenakannya, hanya kelihatan kini lebih kurus dari saat mereka bertemu dulu.


"Ya Andari! Aku telah lulus kini dan orangtuaku memberiku tanggung jawab meneruskan semua pekerjaan yang Kamu tinggalkan," jawab Nael sambil duduk di hadapan Andari yang juga ikut duduk.


"Nael apa yang membuatmu datang ke tempat ini?" suara lirih Andari. Merasa begitu tak enak mereka bertemu di sini.


"Panggilan hati, Aku merindukan suasana dulu saat kita kerja bersama Andari, Aku baru beberapa minggu masuk kerja sejak datang dari luar negeri. Aku kaget mendengar Kamu mendapat musibah seperti ini saat Bapakku melimpahkan semua pekerjaan itu padaku dan Aku bertanya ke mana Mbak Andari? akhirnya mereka sedikit bercerita dan memberikan gambaran tentang kasus mu." Nael bicara apa adanya.


"Kasus yang sebenarnya bukan untuk di ceritakan, Sangat memalukan dan aib. Sebenarnya itu adalah kisah yang tak ingin Aku buka lagi seandainya bisa Aku ingin mengubur semua itu dalam-dalam tanpa seorang pun tahu dan tanpa bisa Aku mengingatnya kembali, tetapi semua tidak mungkin semua orang punya sejarahnya masing-masing dan Aku pun tidak akan berbicara tentang kisahku kepada siapapun cukuplah mereka mendengar dari orang lain seperti apa kisahku yang sebenarnya semuanya akan menjadi catatan di dalam hidupku." Ada kemuraman di raut muka Andari dengan suara perlahan sedikit bercerita kisahnya.


"Andari maafkan Aku, Aku datang bukan untuk mengungkit semuanya. Aku datang bukan untuk mendengar ceritamu, atau membuka lembaran cerita masa lalu mu yang ingin kamu lupakan. Aku tidak akan bertanya apapun kepadamu Aku hanya ingin bertemu, masalah masa lalu semua orang juga punya masa kelam mau berseri dan bermekaran seperti apapun kisah bahagia ataupun kelam di dalam hidup seseorang tidak penting bagiku, tetapi Aku melihat seberapa jauh kesungguhan orang itu ingin merubah hidupnya." Ucapan Nael begitu kedengaran bijaksana.


"Aku bukan orang baik kini Nael! sampah masyarakat yang akan menerima konsekuensi dari semua yang Aku lakukan, Aku telah ikhlas hidupku berada di sini Aku telah ikhlaskan masa laluku menjadi kelam hitam pekat tak enak untuk di kenang dan Aku juga telah mengikhlaskan masa depanku akan seperti apa, hanya saja harapanku adalah Anakku satu-satunya yang selalu membuatku bangun bangkit dan memberikan semangat untuk tetap kuat. Aku ingin mengantarkan Anakku pada kedewasaan saat keluar dari sini nanti, semoga diberi umur panjang agar bisa menembus semua kesalahanku terhadap Anakku Amanda walaupun tidak tahu vonis apa yang akan diberikan Anakku kepadaku nanti saat tahu siapa Ibunya!"


"Andari, Aku memahami Kamu bisa mengandalkan Aku untuk bantuan apapun yang Aku bisa, jalani semuanya dengan baik-baik Aku kirimkan buku referensi ilmu keagamaan, life skill dan lain-lain bila ada yang di perlukan lagi tinggal bilang, Aku janji setiap bulan Aku akan menengok mu!" janji Nael di hadapan Andari membuat Andari mengerutkan keningnya.


"Untuk apa Nael? Kamu jangan menghabiskan waktu hanya untuk berkunjung kepadaku di sini, Aku masih bisa menjalani semuanya di sini dengan tenang kini Aku bukan siapa-siapa lagi di perusahaanmu tidak ada kontribusi apapun kini!"

__ADS_1


"Tidak Andari. Kamu adalah seseorang yang telah begitu banyak berkontribusi di dalam perusahaan Bapakku yang kini telah menjadi tanggung jawabku. Aku tak bisa begitu saja melupakan seseorang yang telah begitu berjasa setidaknya izinkan Aku untuk sedikit memberikan perhatian kepadamu juga Anakmu," ucap Nael tetap membuat Andari bengong.


"Nael Aku tidak berharap penghargaan seperti itu, bekerja sebaik baiknya adalah kewajibanku dan memajukan perusahaan itu sudah menjadi suatu keharusan bagi setiap karyawan dengan berbagai potensinya, Karena selama bekerja ada timbal balik manfaat yang telah kami terima," ucap Andari tetap merendah mempertanyakan tujuan Nael yang sesungguhnya.


"Itu pandangan pada umumnya Andari, tapi Aku ingin memberikan apresiasi semua yang Kamu tinggalkan di sana, semua teknik, pengaturan dan system yang Kamu terapkan karena Aku dulu adalah pengagum Kamu Andari!"


Deg! pengagum? pikiran Andari sedikit menangkap sikap Nael.


"Ah, Kamu suka ada-ada aja!"


"Serius Ndari, mungkin saat ini bukan saat yang tepat Aku berbicara tentang kekagumanku padamu, tetapi karena Kita hanya memiliki waktu dan bertemu di sini sejujurnya Aku memang seperti itu."


Yang datang menyatakan kekaguman bukan orang biasa seorang dr Barry dan seorang Nael Kesuma Darmawan seorang Anak pengusaha bosnya dulu yang baru datang lulus dari sekolah di luar negeri memperdalam ilmu Advertising yang kini datang juga di hadapannya.


"Ndari, Aku bawakan Buku-buku barangkali bisa memberi manfaat buatmu karena Aku telah membaca kegiatan apa yang dilakukan semua orang di dalam sini, barangkali bermanfaat itu hanya sebagai referensi saja dan tidak ada yang diperlukan dengan hati terbuka katakanlah kepadaku tetapi mungkin Aku akan mengirimkan untuk bulan depannya."


"Terimakasih banyak Nael, mungkin semua kebaikanmu tidak akan pernah bisa ku balas, di sini hidupku tercukupi hanya satu keinginan yang tidak pernah Aku realisasikan dan selalu Aku sembunyikan sampai saat ini yaitu pertemuan dengan Anakku biarlah Anakku besar dalam asuhan Kakakku Laksmi dan seandainya harus mengakui Kakakku adalah Ibunya menurut pemikirannya Aku ikhlaskan."


"Maaf, waktu berkunjung telah habis. Ini bawaan yang di peruntukkan Bu Andari telah lolos pemeriksaan!" Sipir tadi datang dengan bungkusan yang di bawa Nael.


"Baik Bu, terimakasih."

__ADS_1


Nael menghela nafas berat, seberat dirinya saat akan berpisah dan waktu terasa cepat perasaan baru sebentar masih banyak yang dirinya ingin bicarakan dan berbagi cerita dengan Andari tapi waktu berkunjung telah habis.


"Ndari, siapa yang suka berkunjung padamu ke sini?"


"Keluargaku saja, tapi itu juga mungkin agak sedikit Aku larang dulu di awal-awal bulan Aku berada di sini Kakakku Laksmi rutin mengirimkan makanan kesukaanku memberiku sedikit bekal tapi ke sini-sini Aku tolak lebih baik waktunya untuk memperhatikan Amanda Anakku. Aku yakinkan pada mereka Aku baik-baik di sini kalaupun ada apa-apa Aku masih bisa berkomunikasi walaupun dengan telepon dari petugas kantor LP ini," ucapan Andari sangat di mengerti Nael.


"Adikmu?"


"Adri kini sibuk bekerja, Alhamdulillah Adri sudah selesai kuliah dan sekarang sudah bekerja sedikit meringankan beban Kakakku walaupun masih cukup hanya untuk dirinya tetapi Aku bersyukur terkadang ada ke sini gantian sama Kakakku."


"Oke, Aku janji bulan depan ke sini lagi semoga bukunya bermanfaat ya."


"Sekali lagi makasih Nael."


"Aku belum memberimu apa-apa."


"Ini!" jawab Ndari sambil menunjuk bungkusan buku di tangannya.


*******


Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat

__ADS_1


__ADS_2