Noda Kelam Masa Lalu

Noda Kelam Masa Lalu
Debat apa diskusi


__ADS_3

"Coba panggil lagi Kakakmu biar Bapak yang tanya sekalian di briefing kalian berdua!" ujar Pak Harry Darmawan sambil menatap putrinya yang selalu protes dan menyalahkan Pak Harry Darmawan atas semua pilihannya yang selama ini hubungannya dengan Ricko banyak ditentang. Membuat Bapaknya ingin mendengar alasan dan keseriusan anak-anaknya.


Netty merasa sudah nggak enak hati pasti banyak lagi nasehat yang sama yang akan di muntahkan kedua orangtuanya. tapi kali ini ada Kakaknya yang pintar ngomong setidaknya bisa di jadikan alasan apapun juga yang menjadi keberatan orang tua mereka. Netty merasa tenang kalau ada Kakaknya biasanya Nael bisa jadi penengah diantar maslah Netty dengan orangtuanya begitu juga sebaliknya saat Nael ada masalah Netty berusaha membelanya.


Netty naik ke tangga dan mengetuk pintu kamar Kakaknya karena tak tertutup rapat Netty langsung membukanya perlahan.


"Ih, Kakak ngapain nggak pakai baju?" Netty mundur dan mau keluar lagi.


"Lagian Lo main masuk saja kamar orang! Ada apa? Gue mau mandi dulu!" sahut Nael sambil membelitkan handuk di tubuh bagian bawahnya yang semuanya sudah di buka tinggal menyisakan celana boxer nya.


"Itu di panggil Bapak."


"Paling soal bahasan tadi, Gue mandi dulu nanti Gue turun!"


"Kak, jangan lama-lama ya, Kan Kita sudah sepakat saling dukung."


"Iya biarin Bapak juga biar istirahat dulu paling sama pendapatnya sama Ibu tadi jadi Gue nggak akan heran lagi."


"Ya sudah, Aku tunggu di bawah ya Kak."


Nael memandang punggung Adik satu-satunya yang mungkin begitu mengharapkan dukungan dalam hal apapun, termasuk dalam masalah sekarang ini.


Netty sudah dewasa tapi masih saja perlu perlindungannya, di situ Nael merasa menjadi seorang Kakak yang sesungguhnya dan ingin memberikan apapun buat kebahagiaan Adiknya.

__ADS_1


Netty mungkin masalah hubungannya dengan Ricko tidak mempunyai masalah yang rumit seperti dirinya dengan Andari, Netty hanya masalah hobi balapan Ricko yang belum bisa di lepasnya.


Kemungkinan soal lain tidak jadi masalah bagi Netty yang di permasalahkan hanya soal hobi kebut kebutan Ricko saja yang membuat semua orang dekatnya khawatir termasuk Bapak Harry Darmawan juga Ibu Rina Darmawan.


Intinya tak ingin membiarkan putrinya dalam kecemasan dan kalau bisa semua di rubah dari awal merencanakan sebuah hubungan yang akan bermuara pada rumah tangga nantinya.


Memang orangtua tak salah tapi semua harus dengan pertimbangan yang baik dan panjang pasti setiap pilihan dengan alasannya.


Nael menghela nafas dalam dan mauk ke kamar mandi.


Akhirnya Nael turun juga Bapak sama Ibunya juga Netty masih saja di situ mungkin benar benar menunggu dirinya.


"Ada kendala pekerjaan?"


"Setiap di tanya jawabannya biasa saja evaluasi dong apa kekurangan kebutuhan yang menunjang pada pekerjaan untuk lebih baik lagi!"


"Aku perlu teman senior yang bisa menjaga perusahaan ini tetap berjalan dan ingin selalu maju lebih naik lagi. Karena itu adalah komitmenku.


"Nanti Bapak carikan banyak koneksi di satu jaringan perusahaan induk yang mewadahi semua," jawab Pak Harry Darmawan tidak langsung pada pokok permasalahan.


"Aku sudah mencarinya dan sudah memilikinya."


"Bagaimana Kamu tahu mana senior juga orang-orang yang punya kemampuan merubah semuanya?" tanya Pak Harry Darmawan lagi.

__ADS_1


"Aku selama ini berhubungan dengan Andari dan mempersiapkan diri untuk ke depannya bila mungkin bekerja lagi di sini setelah nanti bebas murni," jawab Nael membuat Inu Rina Darmawan sama Netty menarik nafas.


"Kenapa harus orang itu?"


"Karena itu orang yang paling layak di sini."


"Bapak sama Ibu tidak setuju atas dasar apapun pekerjaan atau hal pribadi sekalipun, Bapak bisa mencarikan yang lebih baik dari Andari!"


"Sayang pimpinan sekarang sudah Bapak kuasakan padaku jadi semua dalam pengaturan manajemen ku."


"Nael Nak, apa yang membuat kamu tertarik? Andari hanya seorang biasa saja yang sekarang ada dalam masalahnya sendiri, berpikirlah lebih baik."


"Yang terbaik bagiku saat ini adalah Dia, Andari sudah ada dari mulai perusahaan ini berdiri, dan memberi pengaruh besar pada perusahaan ini juga atas campur tangan dinginnya sampai pada saat ini perusahaan maju pesat."


"Kamu salah semua berjalan atas kerjasama team bukan atas nama perorangan."


"Tapi Aku sudah janji akan menunggunya Dia bebas dan Kami akan serius menuju ke jenjang yang lebih pribadi."


"Ya ampun Nak? Ibu sanggup mencarikan jodoh buat kamu yang pasti lebih baik."


"Ibu, maaf yang terbaik yang Aku rasakan bukan di carikan."


*******

__ADS_1


Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat


__ADS_2