Noda Kelam Masa Lalu

Noda Kelam Masa Lalu
Mau di lamar


__ADS_3

"Begitu Mbak maunya Mas Nael. Walau awalnya Aku mau minta waktu dulu kenapa begitu cepat Kami melakukan langkah jauh yang sebenarnya masih banyak waktu dan masih panjang kedepannya, tapi Mas Nael memaksa," ucap Andari di hadapan Kakaknya juga Adiknya Ardi dan Mas Nael sendiri. Saat menyampaikan niat baik Nael untuk melamar Andari dan meresmikan hubungan mereka.


"Mbak sama Adikmu Ardi tak bisa apa-apa melarang atau mengizinkan Ndari, itu balik lagi padamu yang akan menjalani semuanya bersama Mas Nael tapi Mbak pasti setuju saja atas niat baik Mas Nael dan itu lebih baik ada seseorang yang bertanggungjawab dalam hidupmu juga Anakmu. Amanda juga akan semakin besar butuh figur seorang Papa niatkan ibadah dan ikhlas InshaAllah semua akan di mudahkan jalannya," jawab Laksmi terlihat merasa senang karena kebahagiaan Adiknya Andari adalah kebahagiaannya juga.


"Alhamdulillah izin dari Mbak Laksmi juga Adik Andari Ardi sudah merestui hanya ada satu ganjalan Izin kedua orangtuaku Mbak. Tapi Aku janji akan melakukan pendekatan dulu semoga sampai pada waktunya ada izin dan restu dari orangtuaku." Nael meyakinkan Andari, Laksmi juga Ardi dan Dirinya sendiri kalau orangtuanya akan mengalah pada niatnya mempersunting Andari.


"Seandainya tak ada izin bagaimana Mas?" tanya Andari. Itulah kecemasannya selama ini.


"Aku yang akan memaksa masih ada Adikku saudara kandung Netty sebagai perwakilan dari keluargaku, tapi Aku yakin suatu saat Ibu dan Bapakku akan menyadari kalau pilihanku tidak salah, mereka hanya memikirkan pandangan orang lain bukan atas keyakinan mereka." Nael bukan membela Andari tapi cintanya memang sudah ada sejak dulu walau saat itu Andari sudah berkeluarga.


"Ndari, isi kegiatan dengan meneruskan kerjasama dengan pihak LP karena Kamu yang menguasai seluk beluknya jadikan itu langkah pertamamu berkegiatan sementara dari rumah. Aku telah persiapkan rumah masa depan Kita," ucap Nael terlihat bahagia setelah mendengar kalau keluarga Andari yang di wakili Kakaknya menyatakan setuju dengan pinangannya.


"Terimakasih Mas atas segalanya juga telah jadi sosok idola bagi Amanda selama ini. Amanda merasa nyaman dengan Mas."

__ADS_1


"Alhamdulillah kalau Amanda nya juga senang, sambil izin Mbak mau jalan keluar lihat dulu rumahnya biar bisa Ndari benahi menurut seleranya," jawab Nael sambil melirik Andari yang mengangguk.


Laksmi tersenyum mengangguk juga.


Andari sama Nael keluar diantar tatapan bahagia Kakaknya Laksmi juga adiknya Ardi hatinya lapang merasa beban selama ini kini berangsur pulih seiring berjalannya waktu dan masih ada ruang bagi Adiknya untuk bisa meneruskan langkahnya dan rumahtangganya yang sebentar lagi akan di langsungkan.


Di dalam mobil Andari diam saja mungkin melamun atau sedang berpikir.


Nael beberapa kali meliriknya tapi tak membuyarkan diamnya Andari.


"Nanti aja Mas sama Amanda, Aku sedang berpikir bagaimana kalau sampai orangtua Mas tak mengizinkan dan merestui pernikahan Kita?" tutur Andari tentang pikirannya.


"Sayang, sebenarnya kalau Bapakku sudah memberikan sinyal baik tapi kalau Ibuku kelihatan masih saja kukuh pada pendiriannya. Tenang saja semua akan baik-baik saja."

__ADS_1


"Baiklah Mas, bolehkah kalau pulang melihat rumah Aku mau silaturahmi pada keluargamu?"


"Boleh banget Sayang kenapa enggak? biar Aku sekalian perkenalkan Amanda, kalau kata Orangtua Anak itu selalu membawa rezeki dan keberuntungan siapa tahu Amanda jadi orang yang bisa mencairkan kebekuan komunikasi antara Aku dan Ibu Bapakku selama ini. Terbukti jalinan hubungan Kita juga tak ada kendala Aku jatuh cinta juga sama anda sejak bertemu pertama kali."


"Itu pandai pandainya Mas aja ambil hatinya Amanda jadi lengket."


"Ya akhirnya bukan cuma Amanda yang lengket tapi Mamanya juga."


"Ah, Mas!"


Nael tertawa dan Andari jadi cemberut.


*******

__ADS_1


Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat


__ADS_2