Noda Kelam Masa Lalu

Noda Kelam Masa Lalu
Titip salam lewat bingkisan


__ADS_3

Andari terkejut sambil menatap Sipir hilda dengan tak percaya.


"Apa ini Bu Hilda?" Andari memandang dan menimbang satu bungkusan di tangannya yang diserahkan Sipir Hilda.


"Nggak tahu buka aja nanti, Aku cuma menyampaikan mau bertemu susah banget katanya mungkin dr Barry selalu mengintip kegiatan sehari-hari Bu Andari tapi sekarang nggak pernah kelihatan lagi katanya," jawab Sipir Hilda menirukan ucapan dr Barry tadi.


"Ya ampun Bu Hilda masa sih segitunya?" Andari jadi merasa malu.


"Maksudnya bukan mengintip apa-apa Bu Andari, paling dr Barry suka melihat Bu Andari baca buku di bawah pohon taman, atau juga suka bertemu habis sholat subuh tapi itu kalau dr Barry nya dinas malam sepertinya di sini banyak penggemarnya Bu Andari!"


"Ah, Bu Hilda bisa saja. Jangan begitu Aku jadi merasa nggak enak. Bu Hilda tahu kan sekarang semua warga binaan punya kegiatan dan kesibukan tugas masing-masing begitu juga Aku. Tolong sampaikan terimakasih pada dr Barry semoga sehat selalu."


"Iya Bu Andari nanti di sampaikan, dr Barry baik banget lho Bu Andari, tampan simpatik seorang dokter lagi!" Sipir Hilda bermaksud menggoda Andari mau tahu apa reaksinya walau itu tidak menjadi tugasnya.


"Iya Bu Hilda, Aku juga masih normal kok kalau dokter itu seperti yang diucapkan Bu Hilda memang tidak salah sama sekali, mungkin itu sebentuk perhatian seperti pada warga binaan lainnya."

__ADS_1


"Tidak, kalau menurutku ada perhatian khusus pada Bu Andari jujur di akui ataupun di pungkiri sama Bu Andari selama ini dr Barry benar begitu memperhatikan Bu Andari."


"Apalah Aku ini Bu Hilda, rasanya belum terpikirkan untuk hal yang lain selain ingin mencari kesibukan juga membuat jiwa ini bermanfaat."


"Apa salahnya Bu Andari? dr Barry kok yang mencari mungkin semua sudah di pertimbangkan memang kerja di klinik sini melayani semua warga binaan, ya jelas banyak bertemu orang tiap hari disini jadi wajar dr Barry jatuh hati sama Bu andari yang ada di sini."


"Ya sudah Bu Hilda, Aku melanjutkan kegiatan hari ini dulu."


Sipir Hilda tersenyum sambil mengangguk dan beranjak. Berjalan meninggalkan Andari yang masih memegang bungkusan di tangannya


Andari berjalan ke kamarnya sambil menjinjing bungkusan, ingin rasanya segera membuka dan tahu isinya.


Kamar sel sepi karena semua temannya sedang berkegiatan sesuai dengan apa yang di tugaskan masing-masing.


Andari dengan leluasa membuka bungkusan itu dengan hati deg-degan.

__ADS_1


Membuka dengan perlahan meneliti tiap bentuk yang di bungkus dengan rapi sampai bisa terbuka semuanya dan Andari bisa melihat apa yang di sampaikan sebagi pesan dari apa yang di berikannya.


Andari melihat satu Buku agenda, juga kain mukena dan kerudung benda jenis yang sama seperti yang Nael kirimkan waktu itu.


Hanya Andari menyadari ini juga sudah beda dari perhatian dr Barry pada warga binaan lainnya.


Sebelum semua ketahuan sahabatnya Andari memasukkan semua barang ke dalam lemari bawah.


Andari berjalan lagi ke luar mengamati semua sahabat yang lagi bekerja dengan hati hati.


Andari tak ingin mengecewakan orang yang memberikan kepercayaan dan modal yang bukan sedikit, semua harus bisa di selesaikan sesuai jadwal.


Justru saat ini dirinya di kasih kepercayaan dan harus bisa membuktikan kemampuannya sendiri.


*******

__ADS_1


Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat


__ADS_2