Noda Kelam Masa Lalu

Noda Kelam Masa Lalu
Perhatian dr Barry


__ADS_3

"Sipir Hilda maaf coba ke sini duduk dulu ada yang Aku


tanyakan," sapa dr Barry memandang Sipir Hilda dan memanggilnya.


Sipir Hilda datang di hadapannya sambil sedikit agak keheranan.


"Ya dok? ada apa?"


"Apa Bu Andari baik-baik saja? perasaan Aku lama tak bertemu." ucap Dr Barry sambil berhenti menulis di mejanya saat Sipir Hilda sudah ada di depannya.


"Kenapa memang dengan Bu Andari dok apa dokter masih punya sisa pengobatan bagi Bu Andari?"


"Tidak, setiap Aku lewat mau ke klinik atau pulang kerja tak pernah melihat Bu Andari, juga saat pagi berjamaah nggak pernah kelihatan lagi."


"Apa dokter belum mendengar apa yang dilakukan Bu Andari?


"Apa? bikin masalah lagi?"


"Bukan dok, bener dokter belum mendengar kabar tentang Bu Andari?" tanya Sipir Hilda lagi.


"Belum, ada apa Sipir Hilda?"


"Bu Andari sekarang sibuk membuat terobosan baru di LP ini membikin rangkaian aksesoris berharga dari bahan mutiara dan bebatuan alam yang eksotik dan budi daya bunga anggrek di bagian belakang lahan kosong malah pihak LP telah menjalin kerja sama dengan seorang pengusaha yang di sebut-sebut pacar Bu Andari, tapi entahlah kebenarannya semua yang modalin pengusaha itu, juga semua hasil budidaya dan hasil rangkaian aksesoris di pasarkan lagi sama pengusaha itu, Bu Andari sebagai penanggung jawab semua proyek setelah Bu Yohana."

__ADS_1


"Oh ya? bagus dong biasanya kegiatan seperti itu hanya ramai awalnya saja seterusnya melempem dan gak berlanjut mangkrak karena terkendala pemasaran."


"Iya itu sudah lagu lama, tapi ini pengusaha itu yang bawa bahan dan bibit sama semua propertinya lalu Dia kembali yang akan membawa hasilnya nanti."


"Pantesan Aku nggak pernah melihat Andari biasanya suka baca di bawah pohon di taman, atau sholat berjamaah pagi entah Aku juga jarang berjamaah kalau habis tugas jaga malam."


Dr Barry merasa ketinggalan informasi, apalagi yang melibatkan Andari.


Baru saja Dirinya merasa ada keberanian berharap Andari datang ke kliniknya sekedar meminjam komputer atau laptopnya tapi kini semua tak pernah datang lagi karena kesibukannya.


'Andari, Aku selalu ingin bertemu dan tak pernah lupa mengingatmu, Aku tudak tahu kalau ternyata Kamu sudah punya pacar, tak heran memang Kamu punya daya tarik tersendiri termasuk di hatiku. Kamu pintar, cantik dan supel banyak hal yang ingin ku bagi padamu.'


"Apa dokter mau bertemu? biar Aku panggilkan beri apa aja kalau sekedar ingin bertemu vitamin kek atau apa aja." Sipir Hilda mengerti apa yang di pikirkan dr Barry.


Sipir Hilda melongo mendengar penuturan dr Barry. Pasti lah kalau seseorang mengingatkan orang yang dulu kita cintai akan seperti apa kini perasaan Kita. Merasa mengingat kembali itu pasti.


"Jauh juga berharap boleh saja dokter sampaikan saja sama Bu Andari selagi masih di sini banyak kesempatan yang bisa dokter lakukan. Masalah perasaan dan rasa suka itu masalah hati perjuangkan sampai Bu Andari tahu apa yang dokter rasakan selama ini dan berikan bukti dengan perhatian."


"Betul Sipir Hilda, Aku merasa nyaman kalau bisa bertemu dan mendengar suaranya entahlah perasaanku kok seperti ini." Dr Barry seperti bertanya dan tak mengerti dengan perubahan yang ada di dirinya.


"Aku mengerti dok, nanti Aku bangu bagaimanapun caranya."


"Sipir Hilda tolong kasih bungkusan ini sama Andari tadinya Aku berharap bisa bertemu dan bisa ngobrol di sini," ucap dr Barry dengan suara mirip gumaman.

__ADS_1


"Baik dok, Apa dokter mencintai sosok Bu Andari?"


"Mungkin ya, Aku hanya simpatik dan merasa prihatin saja melihatnya."


"Ya baiklah nanti Aku sampaikan dok, kalau begitu Aku permisi dulu ya."


Dr Barry mengangguk, tersenyum pada Sipir Hilda.


Sekelumit kisah rumit tentang cinta yang tak pernah surut dengan cobaan, dr Barry berharap Ndari bisa menerima bungkusan itu dan mengerti maksudnya walau hanya satu potong sebagai bukti menyampaikan rasa cintanya.


Sipir Hilda berlalu sambil membawa bungkusan di paper bag dan bejalan ke arah kamar sel Andari.


Tapi tidak ada satupun semua penghuni kamar itu tak ada di tempat, mungkin andari ada di kebun belakang.


Sipir Hilda ke belakang dan ternyata semua banyak yang lagi berkegiatan di sini


"Bu Andari coba tebak apa yang Aku bawa?"


Sipir Hilda setengah berbisik di telinga Andari yang lagi duduk memperhatikan yang lagi mengisi pot sebagai media tanam anggrek nantinya.


*******


Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat

__ADS_1


__ADS_2