
Nael tertawa saat Andari menunjuk buku yang dibelinya kini ada di dekapannya.
Begitu juga Andari sama tersenyum sambil mengangguk, sejujurnya Andari juga kagum dengan kebaikan seorang Nael sejak dulu, walaupun kekaguman itu hanya sebatas kagum seorang karyawan terhadap Anak bosnya yang begitu terbuka saling berbagi saling support dan tidak sombong dalam juga merasa dirinya punya kuasa tapi Nael tetap bekerja apa adanya sampai orangtuanya memberangkatkan Dirinya sekolah lagi intuk memperdalam ilmu sesuai usaha yang di jalani orangtuanya.
Andari mengantar Nael sampai batas ruangan sekali lagi Nael melirik Andari yang sedang memandangnya.
Senyum Andari begitu khas dan Nael begitu sulit untuk lupa, kini senyum itu hadir kembali di hadapannya walaupun mereka berpisah terhalang ruang dan waktu.
Wangi khas parfum Nael yang tertinggal di penciuman Andari membangkitkan kenangan saat dulu dirinya sering keluar bertemu klien atau datang ke perusahaan bersama.
Wangi yang sama mungkin paforitnya wangi seperti ini. Andari masih begitu mengingatnya wangi yang begitu menyegarkan dan membuatnya nyaman.
Andari masih melihat Nael saat meliriknya lagi sebelum hilang di balik tembok memperlihatkan senyuman sopan dan satu tatapan yang tak Andari mengerti. Yang pasti tatapan itu begitu menggetarkan hatinya.
Berjalan lagi menuju bloknya Andari melewati kamar-kamar yang sedikit sunyi mungkin pada istirahat atau tidur sebelum waktu Ashar tiba.
"Alhamdulillah teman Kita bawa bungkusan!" suara berat Si Ikal menyambut Andari yang datang dengan bungkusan ke kamar selnya.
"Siapa yang datang mengunjungimu Cantik?"
"Temanku."
"Teman yang mana lagi?"
"Teman kerja dulu, tepatnya Anak pemilik tempatku kerja!" sahut andari sambil menyimpan bungkusan buku tadi.
__ADS_1
"Wah keren banget pasti bawa oleh-oleh ya Cantik?"
"Dia hanya bawa beberapa buku, tuh siapa yang mau lihat dan baca?" sahut Ndari dengan ekspresi biasa saja.
"Apa? buku? halah ya ampun! apa memang yang kita butuhkan kini adalah buku? nggak usah datang lagi gitu Cantik bilang sampaikan pada Dia! bawa bukannya makanan juga amplop tebal sungguh tidak berperasaan!" ucap Si Ikal sedikit ngomel.
"Buku itu sumber ilmu dan pengetahuan mungkin yang paling terpikirkan sama Dia adalah ya buku ini," sahut Andari sambil tersenyum, menyadarkan Si Ikal temannya yang berharap semua yang datang mengerti harus membawa makanan dan sedikit uang bagi mereka.
"Pokoknya Aku tidak setuju ya, harus diberitahukan sama temanmu itu seandainya datang lagi ke sini menemui mu Cantik bilang Aku keberatan Kalau hanya membawa buku dan ngobrol saja! biar kalau Dia datang lagi Aku yang temani Kamu biar mengerti dan sedikit ada perhatiannya!"
"Mungkin kalau kirim makanan tidak terpikirkan barangkali Kak, coba Kita buka bukunya yuk! Siapa tahu bukunya bermanfaat bagi kita dan membuka jalan untuk kebaikan," sahut Andari
"Aku malas Cantik baca Buku sudah nggak jelas bacaannya, jadi kabur dan malah suka pusing tuh baca berdua sama Si Tinggi yang hobby banget baca buku!"
Sesaat Andari tertegun kenapa pilihan Nael begitu tepat seperti mengerti isi hatinya? atau memang pandangan semua orang kegiatan yang tepat berada di LP dan panduannya buku seperti ini?
Andari secara acak memilah semua buku itu dan satu buku begitu menarik perhatiannya dengan judul 'Ragam Aksesoris Alam Nusantara.'
Si Tinggi juga ikut membuka oleh oleh teman Andari dan memilih buku yang di sukainya.
Si Ikal sama Si Tomboy juga Si Kekar hanya tiduran saja, tak merasa tertarik untuk ikut membuka buku-buku itu.
Andari membuka satu buku pilihannya dan tertegun membukanya secara acak melihat semua dokumentasi komplit dengan bahan dan teknik pembuatannya sehingga tercipta satu aksesoris seperti yang ada dalam angan-angannya selama ini.
Sepertinya tak harus berada di ruangan dr Barry dan flashdisk kalau begini. Semua sudah komplit ada di hadapannya tapi Andari tetap harus menghargai seorang dr Barry yang telah begitu baik memberikan kelonggaran dan memberikan bantuan dan perhatian yang begitu berlebihan pada dirinya.
__ADS_1
Dr Barry bisa di titip untuk mencari semua bahan di luar sana dan Andari bisa meminta jenis apa yang di perlukannya.
Dari bahan yang di sediakan Sipir LP dari uang Andari sendiri telah terkumpul aksesoris berbagai macam malah teman temannya yang suka ada yang memakainya unik dan menarik walau dari bahan yang sangat sederhana.
Satu buku telah Andari bukan dan buku lainnya yang menyita perhatiannya dengan judul 'Bercocok Tanam Budidaya Anggrek' dengan mudah meraup rupiah. Satu Bunga yang sangat di sukai Andari yaitu bunga Anggrek kenapa Andari tidak mencobanya? banyak halaman tidak terpakai walau semua memerlukan modal yang tidak sedikit tapi semua bisa diusahakan dengan niat dan bantuan orang lain.
Andari berharap ingin segera bulan depan kembali dan melihat janji Nael apa dia benar akan datang kembali? Apa benar semua yang diucapkannya bisa mendengar dan memenuhi semua yang diinginkannya? kalau memang seperti itu tetap ingin dirinya meminta bantuan untuk menciptakan suatu peluang usaha yang bisa dirinya berdayakan di sini.
Dan Nael sebagai pintu keluar dari permasalahan yang ada, bisa mengiklankan semua produknya yaitu Aksesoris dan bunga anggrek segar walau masih ada dalam angan angan Andari.
Semua bukan tidak mungkin akan menjadi satu kenyataan jika benar Andari benar-benar ingin memulai. Semua buku yang di kirim Nael begitu menginspirasi Andari membangkitkan semangat jiwa pejuangnya.
Andari mengambil buku catatan di buku kecilnya menuangkan semua ide gilanya karena memang sepintas adalah ide gila seperti hanya mimpi saja. Dari mulai teknik awal di aksesoris dan budidaya Anggrek sampai pemasaran dan pengelolaan.
Semua harus di mulai dari diri sendiri dan keinginan yang kuat apapun harapan Kita seperti apa dan bagaimana merealisasikannya. Andari pernah memimpin perusahaan dan terbukti berjalan maju dengan begitu pesatnya.
Satu harapannya kini membangun jalinan dengan orang luar yang bisa memfasilitasi semua hasil buah tangan warga binaan sini, Satu-satunya harapan anda hari ini adalah seorang Nael Kesuma Darmawan Andari yakin semua bisa berjalan dan bersambut baik.
Andari sampai lelah berpikir dan tertidur sambil mendekap mimpinya yang ingin merubah semua warga binaan di sini menjadi lebih baik lagi dan bisa berkreasi yang menghasilkan untuk sekedar tambahan uang sakunya.
Jauh di lubuk hati Ndari melihat begitu banyak potensi yang belum terpakai dari semua SDM warga binaan di sini, dan semua harus di rubah jangan hanya menunggu waktu saja tapi melakukan hal yang bermanfaat terlebih yang menghasilkan.
********
Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat
__ADS_1