Noda Kelam Masa Lalu

Noda Kelam Masa Lalu
Kesal Monik


__ADS_3

"Eh, ada Neng Monik di sini didalam Nak ajak ngobrolnya." sapa Ibu Rina Darmawan saat melintas ke depan ada Monik yang baru saja datang dan masih duduk di kursi teras.


"Iya Tante, baru pulang sekalian mampir. Nggak apa Tante enak ada angin di sini," sahut Monik kelihatan begitu sopan sambil menyalami Ibu Rina Darmawan.


"Gitu dong mampir ke sini Tante senang Netty jadi ada teman ngobrol," sahut Mamanya Netty sambil masuk lagi ke dalam rumah.


"Iya Tante, makasih." Monik tersenyum memandang punggung Ibu Rina Darmawan.


"Net Gue barusan pulang jalan bareng sama Yasmin, tapi sampai parkiran saja."


"Eh, kenapa nggak diajak sekalian?" ucap Netty sambil melirik Monik yang lagi melihat-lihat ponselnya.


"Justru Gue mau curhat soal Yasmin sama Lo."


"Kenapa memang, Lo berantem?" tanya Netty menatap muka sahabatnya yang satu ini.


"Nggak, Gue heran aja sama tuh Anak diawal Kita dikenalkan sama Kakak Lo itu Dia menyatakan mengundurkan diri tapi barusan malah jadi menarik kembali pengunduran dirinya dan menyatakan suka sama Kakak Lo itu. Akhirnya mengajak Gue semacam kompetisi gitu bahkan Si Yasmin dua kali bertemu sama Kak Nael kalau perusahaan Kakak Lo itu ternyata relasi Bapaknya juga katanya." Monik bercerita sepertinya dirinya kalah langkah kali ini dan menuntut Netty memberikan informasi sepengetahuannya.

__ADS_1


"Masa sih kok Kak Nael nggak pernah cerita apa-apa sama Gue?" Netty kelihatan heran berarti Netty nggak tahu soal kedekatan Yasmin sama Nael selama ini.


"Iya begitu mungkin setelah bertemu dan ngobrol ada ketertarikan di hati Yasmin dan memutuskan kalau Dia mencabut pengunduran diri untuk mendapatkan Kakak Lo itu. Gue anggap biasa saja dan Kita bebas walaupun tadinya Gue merasa pede karena nggak ada saingan," ucap Monik dengan santainya walau terlihat matanya menyorotkan tensi tinggi.


"Sebenarnya Gue minta maaf ke Lo Mon juga pada Yasmin takutnya Kakak Gue nggak merespon semua yang Lo perlihatkan tadinya juga Gue hanya mengenalkan barangkali saja diantara kalian ada yang bisa berjodoh tapi seandainya tidak Kita tetap jadi sahabat saja karena kelihatan Kak Nael juga orangnya dingin begitu Gue juga jadi pesimis."


"Nggak apa Net namanya juga usaha walaupun sejak makan malam waktu itu Gue jujur merasa tertarik dan ingin dekat lagi," sahut Monik sambil matanya memandang jauh mungkin membayangkan wajah Nael yang menggodanya untuk ditaklukan.


"Iya Mon sekali lagi Gue minta maaf karena pada akhirnya Gue juga tidak bisa mengarahkan Kakak Gue sendiri balik lagi pada Dia seandainya tertarik pada kalian Gue bersyukur tetapi kalau tidak jangan jadi kejelekan di antara Kita." Netty tak ingin merasa bersalah.


"Tenang saja Mon Gue orangnya bebas tak akan masuk di hati, namanya juga usaha pasti ada berhasil dan gagalnya anggap saja begitu. Sekarang Kak Nael pulang kan?"


Netty merasa kalau Kakaknya tak akan merespon perhatian Monik atau Yasmin karena Kak Nael sudah punya pilihan hatinya sendiri, tapi tak akan tega juga kalau harus menyampaikan pada Monik juga Yasmin kalau Kakaknya sudah punya pacar. Biarlah Kak Nael sendiri yang bisa memberikan keterangannya suatu saat nanti.


Mungkin akan bersalah juga kalau tidak mengatakan sejak awal biar mereka tak terlalu banyak berharap tapi Netty merasa berat untuk mengatakannya.


Deru mobil datang membuyarkan obrolan antara Netty san Monik yang sesaat pada diam. Nael melongokkan kepalanya dan Netty berjalan membukakan pintu pagar utama.

__ADS_1


Nael turun diikuti Yasmin yang tersenyum susah diartikan membuat Netty dan Monik tertegun. Merasa heran jelas yang pasti mereka berarti sudah janjian bertemu lalu ke sini bersama.


"Hai Yas? ketemu di mana sama Kak Nael?" tanya Netty memandang heran sama Yasmin juga Kakaknya yang hanya tersenyum.


"Kebetulan sudah janji bertemu bahas soal kerjasama yang lagi berjalan, Konveksi keluarga Gue mau launching produk baru kebetulan Gue saja model iklannya biar mengirit biaya sekaligus promo kompetisi Abang None dari wilayah ku, dukung ya juga koreksi iklan Gue nanti!" ucap Yasmin begitu antusias sambil menatap Nael yang tersenyum mengiyakan ucapan Yasmin.


"Oh ya? Iya Kak?" ucap Netty pada Kakaknya.


"Iya memang, Yasmin juga bagus kok nggak usah pakai model lain jadi bisa dua tujuan tersampaikan produk sama event," ucap Nael memberi keterangan.


"Iya Net, kebetulan habis bertemu Kak Nael ajak Aku ke sini ya sudah."


Monik yang mendengar cerita Yasmin merasa kalah saing kenapa nih cowok yang kemarin kemarin dingin sekarang bisa ngobrol dan tersenyum? pantas Si Yasmin jadi berubah pikiran.


Yasmin terlihat senang, tapi sebaliknya Monik jadi diam tapi masih bisa menghargai dan menguasai diri kalau dirinya juga mencari jalan biar bisa. ketemu Nael berdua.


*******

__ADS_1


Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat


__ADS_2