Noda Kelam Masa Lalu

Noda Kelam Masa Lalu
Kunjungan Yasmin


__ADS_3

Nael bukan main senang hatinya terasa dunia miliknya seorang tak perduli apa yang di lakukan orang lain.


Datang ke kantornya dengan bersiul semangatnya seperti baru di suntik vitamin dosis tinggi saja.


Sabrina yang melihatnya keheranan ada apa gerangan dengan pimpinannya seperti baru saja dapat lotre dan undian yang tembus tanpa di duga.


Hati Nael lagi berbunga dan dengan sabar ingin menunggu sampai bunga itu berbuah lalu memetiknya sebagai hasil dari kesabarannya menunggu.


Masih tergambar di ingatannya saat Andari merasa malu rona mukanya menjadi bersemu merah dan masih terasa perpaduan detak jantung mereka saat menyatu dalam pelukan.


Senyum Andari sanggup membuat perasaan Nael melambung tinggi dan senyum itu sanggup meruntuhkan bekunya perasaan Nael yang dari kemarin kemarin tak tergoyahkan oleh siapapun.


"Pak Nael kelihatannya lagi senang ya?" ucap Sabrina sambil menyimpan map di meja kerja pimpinannya itu.


"Duduk Sabrina, ada hal penting yang akan Aku sampaikan padamu!"


"Soal apa Pak?" Sabrina berpikir kalau dirinya tak melakukan kesalahan apapun.


"Aku sudah jadian sama Andari dan Aku telah menjalin kerja sama dengan pihak LP dua proyek sekaligus bikin kerajinan tangan berupa aksesories dari bahan bebatuan dan mutiara dan satunya lagi budidaya bunga hidup yaitu anggrek bunga kesukaan Andari."


"Oh ya?" Sabrina kelihatan kaget dengan tertegun memandang wajah atasannya merasa tak percaya dengan semua ucapannya.


"Aku sudah punya orang yang akan menampung semua aksesoris buatan hasil tangan Andari dan kawan-kawannya untuk dipasarkan di Bali, Jogja dan Lombok, tapi kalau untuk yang menampung bunga segar hasil budidaya Andari nanti Aku belum punya itu, jadi tugas Kamu mencari peluang untuk memasarkan bunga anggrek itu!"


"Waduh rasanya Aku belum punya relasi dalam hal itu Pak." Sabrina kelihatan berpikir harus sama siapa dirinya berhubungan.


"Cari dan jalin sampai mereka mau menerima pasokan bunga segar nanti kira-kira tiga bulan lagi, Aku nggak sabar mau melihat hasil karya Andari dan respon dari konsumen. Itu PR buatmu kalau bisa jangan satu orang!"


"Baik Pak kalau masih lama waktunya akan Aku usahakan, Kalau berkunjung ajak-ajak Aku dong Pak rasanya Aku juga nggak sabar melihat Bu Andari lama nggak bertemu." Sabrina mengemukakan keinginannya.


"Aku ajak Kamu menengok Amanda mau?" Nael menawarkan.


"Boleh sepertinya Amanda masih ingat Aku!" jawab Sabrina dengan antusias.


"Sabrina, apa kedatangan Kita di hadapan Amanda tidak akan menimbulkan semacam guncangan atau ingatan Amanda pada Ibunya?"


Sepertinya akan seperti itu, Kita sebagai sahabat Bu Andari yang diingat di memori Amanda pasti langsung kepada Ibunya karena yang berhubungan secara langsung dengan Kita keseharian sejak dulu yaitu Ibunya."


Berarti kita harus tahu kesepakatan keluarganya bagaimana memberi pengertian mereka pada Amanda tentang Andari selama ini, apa pergi kerja? atau pergi sekolah lagi atau ke mana itu harus sama jangan sampai nanti menimbulkan kacaunya pemikiran Amanda."

__ADS_1


"Betul Pak Nael, kelihatan Pak Nael begitu bijaksana dan pengertian sudah siap sepertinya untuk menjadi figur seorang Bapak?"


"Aku harus mempersiapkan diri untuk menjadi seorang Bapak juga sebagai suami, waktu penantian Andari mungkin cukup untuk mempersiapkan semuanya."


"Baik Pak Nael, kapan kira-kira Kita mau bertemu keluarga Bu Andari?"


"Sore nanti!"


"Hah, sore nanti?"


"Kenapa memangnya?"


"Apa Pak Nael tidak melihat agenda hari ini? kalau Yasmin mau datang ke sini?"


"Mau apa?"


"Mungkin mau bicara proyek dan job yang diserahkan pada perusahaan Kita, atau adal hal yang perlu di revisi," ucap Sabrina menyampaikan biasanya pelanggan akan seperti itu.


"Apa bisa di wakilkan sama yang lain?"


"Tadi Dia yang menelepon langsung dan mau bertemu sama Pak Nael."


****


"Pak Nael, Nona Yasmin sudah datang tapi kelihatanya sama Adik Pak Nael Neng Netty!"


"Suruh masuk ruanganku!"


"Baik Pak!" jawab Sabrina sambil menutup kembali telepon.


Nael bingung juga memikirkan cara berpikir Ibunya yang menyuruh nyuruh Adiknya Netty mengenalkan semua temannya, apa Aku separah itu?


Aneh memang kalau kekhawatiran Ibunya sampai berlebihan begitu, terbukti melibatkan Adiknya Netty yang super bawel bagi Nael memang bikin pusing dengan alasannya.


tik tok tok


"Masuk!"


"Kak, Aku antar Yasmin mau ada yang di bicarakan katanya." ucap Netty sambil masuk.

__ADS_1


"Siang Pak Nael!"


"Oh, Yasmin mari silahkan duduk apa kabar Pak Jordi sama Ibu sehat?" sapa Nael sambil berdiri dari meja kerjanya berjalan menghampiri Netty dan Yasmin lalu menyalaminya.


"Baik Pak Alhamdulillah."


"Syukurlah, ada yang bisa Aku bantu? gimana?"


"Aku hanya merasa ada yang kurang pas dengan sample satu iklan yang akan di tayangkan bisa di ganti dengan yang lainnya? masalah biaya shooting ulang nggak usah dipikirkan itu akan di ganti dari pihak kami." Yasmin memandang oria tampan di seberangnya duduk.


"Boleh saja yang mana itu?"


"Nanti Aku kirim yang ingin di ganti itu, Pak Nael nggak apa-apa kan?" tanya Yasmin lagi.


"Nggak apa-apa hanya mungkin harus waktu lagi sampai iklan itu bisa siap di tayangkan."


"Iya Aku mengerti, tak apa kalau masalah waktu."


"Kenapa Lo nggak suka dengan sample yang satu itu Yas?" sela Netty sambil melirik sahabatnya.


"Aku kelihatan dewasa banget kayak Ibu-ibu gitu mungkin dari pakaiannya jadi hal mudah merubahnya karena Aku sudah punya orang yang bisa menyerasikan semua pakaianku."


Sebenarnya bagi Yasmin bukan hal itu saja yang membuat Dirinya ingin membatalkan satu Iklan yang sudah di buat, hanya kepenasaranan saja akan sosok seorang Nael yang waktu pertama tahu dan di perkenalkan Netty begitu dingin.


Malah dirinya mengundurkan diri dari cari perhatian cowok yang satu ini dan sahabatnya Monik yang masih semangat.


Tapi setelah tahu kalau Bapaknya adalah satu sama lain adalah relasi dan saat bertemu Nael ngobrol begitu enak Yasmin akhirnya jadi tertarik juga. Kenapa tak di manfaatkan setiap pertemuan bukankah itu satu peluang?


Yasmin mengagumi sosok Nael setelah ikut Bapaknya bertemu dengan Nael saat pertemuan kerja sama.


"Kak Makan yuk keluar sekalian ajak Yasmin jalan kalau pembicaraan kerja nya sudah selesai!"


"Aku masih banyak pekerjaan Net, tapi bolehlah kalian mau makan di mana?"


"Di mana aja ya Yas?"


Yasmin mengangguk sambil tersenyum, tapi senyum biasa saja bagi Nael. Nael memandang Netty yang biasanya punya referensi kalau soal tempat makanan.


*******

__ADS_1


Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat


__ADS_2