
"Hai Kak Nael! kenalin nih teman kuliahku Yasmin sama Monik!" ucap Netty saat Nael turun dari mobil di halaman rumahnya samping kolam renang.
Nael hanya tersenyum sambil melirik sekilas dua gadis seusia Adiknya Netty yang di perkenalkan Adiknya itu.
"Kak! sini dulu dong!" Netty cemberut saat Nael ngeloyor saja mau masuk ke dalam rumahnya.
"Sorry ya, gue banyak banget agenda hari ini, mungkin lain kali! karena kalau mau ngobrol sama calon istri pejabat harus ada izin dulu! Kalian semua calon istri pejabat bukan?" ucap Nael seperti meledek Netty Adiknya dan mungkin membalas apa yang pernah diucapkan Netty saat Nael mengajaknya pergi keluar walau tidak berbicara akan berkunjung ke LP.
Nael sepintas melirik dua gadis cantik yang sama-sama berpakaian seksi karena mereka mungkin mau berenang.
"Ih, Kakak! malu-maluin saja itu temanku mau kenalan samperin kek renang bareng kek!" Netty cemberut di hadapan Nael tapi Nael melambaikan tangannya pada dua sahabat Adiknya itu lalu masuk ke dalam rumah sambil terkekeh.
Kedua teman Netty Yasmin sama Monik yang di sebutkan Netty senyum-senyum saja melihat tingkah Adik Kakak itu. Sepertinya Netty tak terima semua usahanya membawa teman dekatnya siapa tahu akan menjadi Kakak iparnya kalau salah satunya ada yang cocok di hati Nael.
Tapi sikap Kakaknya selain konyol juga kelihatan dingin tak sedikitpun memberikan respon baik, lewat lewat begitu saja tanpa ada niat untuk berkenalan atau sekedar mencari tahu nama dua gadis teman Netty yang di bawanya.
Netty mengejar kakaknya masuk dan berusaha jalan di sampingnya memasuki ruangan yang luas.
"Kak! kenapa sih nggak samperin temanku? Kakak begitu jaim jadi cowok!"
"Apa urusannya? emang Gue suruh Lo cariin cewek dan minta di kenalin?" jawab Nael praktis saja.
"Tapi setidaknya kenalan kek! itu temanku mau kenalan sama Kakak," ucap Netty memegang Kakaknya yang berkemeja
"Aku kan sudah kenal mereka! Lo yang kenalin tadi namanya Yasmin sama Monik kan kalau Nama Gue pasti mereka sudah tahu dari Lo, jadi buat apa kenalan lagi?"
"Ih Kakak! etika kenalan masa hanya senyum saja dari jauh?jabat tangan apa, mereka baik-baik kok semuanya cantik juga kayak Aku!" ucap Netty sambil menunjuk pipinya sendiri.
__ADS_1
"Lo kurang banyak bawa cewek ke sini! seangkatan Lo ajak renang ke sini semua baru Gue luangkan waktu sehari buat kenalan nanti!" ucap Nael cuek saja.
"Kakak! itu Ibu yang suruh Aku bawa teman buat di kenalin sama Kakak biar Kakak nggak jomblo terus!"
"Bodo amat! Gue yang jomblo aja happy kalian yang pusing sih?"
"Susah bicara sama orang primitif, pantesan nggak punya cewek-cewek dari dulu!"
"Kalau memang Gue primitif Lo mau apa heh?"
Nael tersenyum dipaksakan memperlihatkan barisan giginya yang putih rapi di hadapan muka adiknya sambil memegang kedua bahunya.
"Kak, Aku niatnya baik."
"Gue tahu! tapi sekarang gue nggak ada niat buat kenalan sama siapapun karena Gue mau istirahat, Gue capek kerja hari sabtu masuk setengah hari jadi punya waktu buat tidur siang tolong jangan ganggu gue lagi, pakam?"
"Ih Kakak!"
Dengan gusar Netty kembali ke pinghir kolam renang sambil masih saja cemberut.
Netty berusaha ingin mengenalkan sahabat sahabatnya, semua itu di dasari keinginan Ibunya juga yang selalu bicara dari hati ke hati dengan Anak gadisnya soal Kakaknya yang sampai saat ini belum memperlihatkan tanda-tanda ingin mengakhiri kesendiriannya.
Terlalu jauh bicara mengakhiri kesendirian minimal punya pacar dulu dan betapa ingin Ibu Rina Darmawan melihat Anak Bujang kesayangannya pulang menggandeng seorang gadis dan memperkenalkannya dan mereka bicara serius tentang masa depan yang menjadi harapan juga dambaan orang tuanya.
Tiap malam selalu keluar sama teman cowok dengan membawa raket atau bola juga malah tidur di rumah, dan malam minggu juga di lewati dengan cara seperti itu juga.
Ibu Rina Darmawan mulai gelisah dengan cueknya seorang Nael akan sikapnya yang seakan begitu bertentangan dengan keinginannya yang ingin segera melihat nail itu mandiri punya keluarga hidup dalam satu wadah keluarga dan ada yang mengurusi segala kebutuhan nya.
__ADS_1
Begitu juga Netty Adiknya begitu gencar berusaha menurut kemampuannya walaupun dengan secara halus mulai membawa temannya yang dianggap cocok ke rumah seperti saat ini.
Tapi melihat sambutan Kakaknya Nael seperti itu Netty seakan tak dianggap, dan semua usahanya seperti tidak memberikan arti apa-apa di mata Kakaknya.
Tapi kedua temannya tetap bersikap biasa saja namanya juga siapa tahu jadinya seperti apa itu masalah nanti.
"Sorry ya bestie Kakak Gue emang gitu, pokoknya jangan diambil hati mungkin nanti kalau Dia sudah meleleh malah dia yang akan datang pada kalian sepertinya mungkin malu saja," ucap Netty pada kedua temannya.
"Santai saja Net, lagian tujuan kita ke sini hanya mau renang sama Lo, masalah bisa kenalan itu bonusnya. Tapi gue lihat-lihat Kakak lo kelihatan berintelektual tinggi cuma nakal juga, humoris, mungkin benar kata Lo jaga image dan malu-malu kucing," ucap Monik di sambut ketawa bersama
"Tapi jangan salah loh, justru yang begitu Itu kalau sudah jatuh cinta Dia yang akan bucin sendiri!" jawab Yasmin sok serius.
Mereka tertawa tergelak dan Netty juga sama merasa malu juga atas pandangan kedua temannya itu.
"Lo sendiri awet banget sama Ricko, apa nggak bosen dan berniat cari suasana baru?" ucap Yasmin sambil tersenyum.
"Gue terlanjur nyaman sama Ricko jadi gue tidak berpikir larak lirik sana-sini lagi, lagian hubungan gue sama Riko sudah diketahui orang tua Kita masing-masing, kemungkinan gue menunggu lulus sudah itu merubah status di KTP gue!"
"Lo enak Net, ketemu yang cocok, baik dan satu tujuan lalu serius. Gue juga sebenarnya maunya seperti itu tetapi nasib kita masing-masing kan lain-lain gue berniat begitu serius giliran ketemu cowok Gue digombalin dan di bohongin terus giliran ada cowok yang mau serius sama Gue tapi Guenya juga kurang sreg jadi berakhir begitu saja!" ucap Monik bercerita sedikit tentang asmaranya.
"Makanya dapetin tuh Kak Nael, kalian berdua sama cantiknya, tapi sepertinya perlu perjuangan cukup keras hahaha...." ucap Netty diakhiri tawa bersama.
"Gue menyerah aja Net lihat sikap dinginnya Kakak Lo barusan tuh Monik aja yang paling bisa menaklukan gunung es juga, biar Dia saja yang lanjut Gue mending cari sasaran lain," ucap Yasmin.
"Eh, belum apa-apa sudah nyerah ayo dong kan udah ketahuan Gue Adik ipar Lo Lo pada seandainya jadi, gue yang super baik cantik pengertian jadi apa lagi, tinggal cari trik teknik dan cara bagaimana menaklukan Kakakku itu."
"Gue yang maju kalau begitu!" sahut Monik mendengar ucapan Yasmin seperti tak tertarik lagi dan mengundurkan diri di sambut tawa cekikikan semuanya.
__ADS_1
*******
Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat