Noda Kelam Masa Lalu

Noda Kelam Masa Lalu
Bertemu Atasan masa kerja


__ADS_3

Masuk pekarangan rumah yang tak asing bagi Andari karena beberapa kali dalam acara keluarga Harry Darmawan dan Rina Darmawan Andari pernah datang ke rumah megah ini saat Dirinya masih jadi bagian dari perusahaan keluarga Harry Darmawan.


Kini Andari datang lagi setelah bertahun tahun tak bergabung di perusahaan Harry Darmawan karena keadaan dan permasalahan.


Masih seperti dulu rumah besar dua lantai itu sepi juga asri dan terlihat sangat nyaman.


"Mam ini rumah siapa?" celoteh Amanda di hadapan Andari.


"Sayang ini rumah orang tua Papa Nael ini juga rumah orangtua Kita nantinya. Manda salam nanti ya kalau bertemu mereka. Anak Mama kan sudah pintar," ucap Andari pada Amanda.


"Iya Mam."


Andari mengusap usap kepala Amanda yang gelendotan di pangkuannya walau sudah kelas 5 tapi masih saja manja apalagi kini ada Mamanya.


Andari merasa belum puas melihat tumbuh kembang Putrinya karena dulu sibuk berkarir, Amanda hanya ditemani Bibi pembantu dan Erina biang permasalahan hidupnya.


Kini Andari berkesempatan menebus rasa bersalahnya itu sampai Amanda kini hampir 11 tahun Dirinya seakan tidak ada di samping Putrinya.


"Yuk masuk." Ajakan Nael buyarkan lamunan Andari.


Andari masuk sambil merengkuh bahu Amanda.

__ADS_1


"Duduk Sayang, Aku kasih tahu Bapak sama Ibuku juga Netty kalau ada di rumah," ucap Nael sambil masuk ke ruang tengah meninggalkan Andari.


Amanda juga masuk tapi keluar lagi lalu ke teras kelihatan senang di halaman yang begitu luas dan ada kolam renangnya.


Lama Nael tak keluar entah ke mana. Andari hanya duduk sambil memperhatikan putrinya yang keluar masuk.


Harry Darmawan pertama keluar di susul Netty tapi tak kelihatan Nael dan Rina Darmawan Ibunya.


Andari berdiri menyambut mantan Bos nya dulu, tak terlihat masalah di wajah tenang Harry Darmawan walau mungkin permasalahan Andari dan Nael pasti masih jadi pertentangan bagi mereka.


"Ndari? sehat? semoga kabarnya baik-baik saja. Senang bertemu denganmu lagi silahkan duduk kembali," ucap Harry Darmawan berbasa basi menyapa Andari yang waktu datang langsung berdiri mencium tangan Harry darmawan dan menyalami Netty adik Mas Nael.


"Alhamdulillah Pak, semoga keluarga di sini juga sehat semua," jawab Andari dengan suara khas ramahnya


"Baik Pak." Netty langsung berdiri dan masuk kembali ke ruang tengah.


"Putrimu sudah kelas berapa sekarang?"


"Sudah kelas 5 Pak," jawab Andari sambil melambaikan tangannya pada Amanda dan langsung di suruh bersalaman.


Amanda menurut mengikuti apa yang di ucapkan Andari seakan mengerti saat masih kecil kalau hari-hari tertentu suka di bawa Mamanya ke kantor dan selalu di sapa Pak Harry Darmawan.

__ADS_1


"Wah sudah besar ya sekarang dan cantik banget ingat masa kecilnya. Sini Bapak tanya, ucap Harry Darmawan menyapa putri kecil Andari dan berbasa basi padahal masih ingat namanya Amanda.


Amanda dengan sedikit ragu mendekat lalu duduk di samping Harry Darmawan.


"Siapa namanya hem?"


"Amanda," jawab Amanda mulai berani duduk di samping Harry Darmawan, Harry Darmawan merengkuh bahu Amanda.


"Amanda sudah sekolah?" tanya Harry Darmawan terlihat begitu menyukai anak-anak. Matanya begitu lekat menatap wajah Amanda.


"Sudah."


"Bagus, biar tambah pintar dan bisa bantu Mama juga cita citanya mau jadi apa nanti?"


"Mau jadi pebisnis dan ahli manajemen kayak Mama."


"Wow hebat cita-citanya."


Amanda hanya tersenyum mendengar penuturan Amanda.


********

__ADS_1


Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat


__ADS_2