Noda Kelam Masa Lalu

Noda Kelam Masa Lalu
Bulan madu


__ADS_3

"Mas udah bangun dulu yuk, Amanda juga harus bangun sekolah nanti Kita lanjutkan lagi setelah antar Amanda." Andari berusaha menepuk-nepuk pipi suaminya yang nempel di dadanya, berusaha melepaskan pelukan Nael suaminya.


"Masih pagi Sayang, Aku nggak mau lepas dari kehangatan ini." jawab Nael tak memperlihatkan riak riak mau bangun.


"Ah Mas jangan gitu, Amanda kan harus sekolah Kita mandi cari sarapan kumpulkan energi lagi masih banyak waktu jangan ngoyo mentang-mentang pengantin baru." Andari berusaha memberi pengertian pada Nael yang begitu manja tiap malam malamnya.


"Baiklah lima menit lagi boleh kan memelukmu," jawab Nael tapi tak melepaskan pelukannya pada tubuh Andari.


Andari membiarkan tubuh kekar telanjang dada itu mengungkungnya setelah semalaman mereka mengarungi lautan kenikmatan tanpa batas dalam kebebasan suami istri dan lega hati mereka setelah semua permasalahan dengan orangtua dan mertua selesai sudah.


Tak ada yang melegakan hati selain mereka di restui kedua orang tua dan bisa dengan senang hati melanjutkan bulan madu yang di impikan dan bertahun tahun di nantinya.


Kini semua telah jadi suami istri yang bahagia.


"Mas, kok malah makin erat aja pelukannya? Aku nggak bisa nafas nih!" sergah Andari sambil megap-megap di pelukan Suaminya.


"Sampai Amanda bangun sendiri saja baru Aku juga bangun ya," jawab Nael datar.


"Ya elah Mas, mana bisa Amanda bangun kalau nggak di bangunkan yang ada kesiangan sekolahnya nanti. Ya sudah mau melanjutkan sisa tenaga semalam baiklah tapi habis itu Kita bangun antar Amanda sekolah lanjut jemput Ibu pasti mereka senang dijemput dan bisa istirahat di rumah."


Nael tak menjawab melainkan mulai beraksi menguji kegagahannya kembali.

__ADS_1


Andari tersenyum melihat sikap suaminya yang memang tak ada kata puas kelihatannya.


Mereka bergumul kembali di balik selimut dalam kehangatan pagi membangkitkan semangat baru bagi Andari kehidupan baru di depan matanya bersama orang yang mencintainya dan di cintainya berharap ada kebahagiaan impian yang selama ini kandas tak tersisa.


Melihat Mas Nael tepar di sampingnya dengan tersenyum Andari juga tersenyum puas membelai tubuh berpeluh telanjang dada di sampingnya sambil menetralkan nafas yang tersengal Andari membelainya dengan sepenuh perasaannya karena semua rasa telah Andari tumpahkan pada sosok yang kini telah jadi suaminya itu. Dan mampu menjadi Papa sambung yang menyayangi buah hatinya.


"Makasih Sayang telah menjadi belahan hatiku walau Aku telah mengecap berulangkali kebahagiaan bersamamu tapi tetap seperti mimpi rasanya," ucap Nael sambil membelai kepala Andari yang sama masih kecapean.


"Ya ampun Mas haruskah setiap saat Mas ucapkan terimakasih atas kewajiban yang Aku berikan sebagi istri? Aku merasa Mas adalah sosok dewa yang datang entah dari mana begitu baik telah menjadi penolongku mengangkat derajatku membangkitkan semangat dan menjadi sosok Papa bagi Amanda itu satu yang tak pernah aku bayangkan selama ini." Andari mengerjapkan matanya.


"Bahagia dan selalu tersenyum bersamaku Andari, tegur Aku saat tidak sejalan dengan keinginanmu Aku ingin Kita selalu bersama sampai maut diantara Kita menjemput dan memisahkan."


Ada setitik airmata dari sudut bola mata Andari sempurna kini kebahagiaannya setelah sekian tahun dirinya tebus segala duka, sakit, kecewa dan emosi kini bahagia bagi Dirinya pada akhirnya.


"Aku kelewat bahagia memiliki Mas Nael tak ada ungkapan lain selain menangis bahagia."


Tok tok tok ....


Andari dan Nael bangun dengan terkejut sedang mereka belum berpakaian keduanya sibuk mencari pakaian masing masing yang terdampar entah di mana, Andari menutupi dadanya dengan selimut Nael meloncat sambil memakai celana boxer nya.


"Ya Sayang, Mama sudah bangun Manda mandi saja dulu ya," ucap Andari sambil memakai pakaian tidurnya.

__ADS_1


Suara ketukan pintu hilang. Setelah berpakaian Andari membuka pintu kamar diiringi Nael suaminya terkejut ternyata Amanda sudah berpakaian seragam sekolah dan sudah duduk di meja makan dengan tas sekolah di sampingnya roti di hadapannya siap sarapan.


"Ya ampun Sayang sudah siap? Maaf ya Mama sama Papa belum mandi Manda sarapan saja dulu nanti Mama Papa antar sekolah sambil mau jemput Mamanya Papa Nael di rumah sakit."


Amanda tersenyum dan mengangguk melihat orangtuanya baru bangun.


Andari merasa malu dikira Amanda belum bangun ternyata begitu mandiri Anaknya itu walau selama ini Kakaknya Laksmi yang membesarkan Amanda dalam pengasuhannya.


Berdua di kamar mandi tertawa mengingat kejadian barusan ternyata benar kata pepatah 'Anak yang akan mendewasakan orantuanya.'


Andari merasa hidup kembali di tengah tengah orang-orang yang di cintai dan mencintainya tersemai harapan baru yang jauh terbentang tak terbatas mengikis sedikit demi sedikit NODA KELAM MASA LALU yang telah di lewatinya.


Bahagia lah kini Andari dengan cinta, keluarga dan kehidupan baru di hadapannya.


SELESAI🙏❤️


Sampai jumpa di Novel yang akan segera rilis dengan genre yang menantang !!!


''PUTRI PEWARIS SANG MAFIA"


********

__ADS_1


Selesai sudah satu novel NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat


__ADS_2