Noda Kelam Masa Lalu

Noda Kelam Masa Lalu
Pergi dari rumah


__ADS_3

"Bu! untuk apa Ibu datang ke LP kalau hanya untuk menyakiti Andari? ah! selalu saja Ibu tak ada pemberitahuan dan minta izin dulu apa-apa itu!" ucap Nael sedikit marah saat tahu Ibunya baru saja datang dari LP rasanya Nael ingin pergi mengklarifikasi semuanya dan meminta maaf atas segala kemungkinan yang Ibunya ucapkan pada Andari pasti sesuatu yang kurang di sukainya.


Tapi semua tak mungkin dilakukan sekarang karena waktu sudah malam.


Jelas Andari tidak salah apa-apa tapi kenapa orang-orang menganggapnya seorang yang salah dan pesakitan? bagi Nael Andari hanyalah korban keadaan karena cintanya berkhianat di depan matanya, orang yang di percaya begitu tega menusuk jantungnya sendiri.


Kini Ibunya juga begitu tega menghakimi entah apa kata-kata yang di ucapkan Ibunya Nael marah dan protes keras pada orangtuanya.


"Nak, semua itu demi kebaikan masa depanmu! masih banyak gadis menantimu bisa di bilang ngantri tinggal pilih mana yang cocok menurut kata hatimu!" jawab Ibu Rina Darmawan masih dengan suara lembutnya.


"Ibu mengarahkan Aku dengan salah, karena Aku hanya mencintai Andari bukan yang lain. Aku yang akan menjalani masa depanku sendiri bukan atas dasar keinginan Ibu juga Bapak biarlah Aku punya pilihan sendiri kalau soal jodoh!" jelas Nael dengan muka di tekuk.


Netty yang mendengar ribut-ribut di ruang tengah menjadi urung keluar apalagi sepintas mendengar pembicaraan Kakaknya sama Ibunya soal Andari yang jadi pilihan Kakaknya Nael.


"Ibu merasa tidak salah Nak semua atas dasar pertimbangan terbaik Ibu juga Bapak."


"Ibu tolong jangan paksa Aku untuk berpisah dengan Andari, terbaik buat Ibu Bapak belum tentu terbaik buatku, Aku sudah menjatuhkan pilihan sekali lagi mohon jangan sakiti Andari cukup semua yang Dia alami jangan tambah dengan hukumannya lagi semua bukan keinginannya pasti akan seperti itu datang pada siapapun cobaan yang seperti Andari terima." ucap Nael meyakinkan Ibunya dengan pendapatnya.

__ADS_1


"Nak! Ibu tetap pada pendirian mungkin juga Bapakmu karena Ibu tak melihat kebaikan di diri Andari apalagi setelah kejadian itu hanya aib saja bagi Ibu! jauhi Dia tanpa syarat apapun bukan masalah jandanya tapi aibnya itu seorang perempuan narapidana masihkah punya masa depan baik di mata masyarakat? lalu mau masuk di keluarga Kita sungguh Ibu tak bisa banyangkan pandangan orang pada keluarga Kita nanti!" jawab Ibu Rina Darmawan dengan alasan yang bagi Nael tak begitu berpengaruh dalam hidupnya.


"Astaghfirullah Ibu! Allah saja Maha pemaaf Bu kenapa Kita sebagai makhluknya begitu sulit memaafkan dan menerima?"


"Bukan masalah memaafkan, Ibu memaafkan tapi begitu sulit untuk menerima."


"Baiklah Bu karena Ibu memaksa mungkin Ibu Bapak bukan tempatku lagi untuk meminta izin, diskusi dan ngobrol tentang masa depanku mungkin semua akan Aku jalani sendiri seizin atau tanpa izin Ibu juga Bapak," tegas Nael dengan pendiriannya.


"Nak? coba pikirkan dan pertimbangkan lagi semuanya, Ibu hanya menginginkan jangan Andari carilah gadis lain yang lebih baik."


"Nael! mau kemana Nak? Ibu belum selesai bicara!" Teriak Ibu Rina Darmawan sambil menghalangi Nael keluar ke arah pintu depan.


Datang Netty menghampiri dan sama menghalangi langkah Nael sambil memegang pangkal lengan Kakaknya.


"Kak? Kakak mau ke mana?" ucap Netty sambil berlinang air mata.


"Kakak hanya ingin merenung di luar sana, apa selama ini semua keputusan Kakak salah? jangan khawatir jaga Ibu juga Bapak di sini."

__ADS_1


"Ah Kak Nael kenapa jadi begini? tak adakah jalan keluar lain?"


"Sementara tidak, kalau hanya memikirkan pandangan orang lain Kita akan capek sendiri padahal Kita yang akan menjalani semuanya baik-baik saja. Sudahlah semua akan sampai pada akhirnya akan seperti apa, Kakak pergi dulu." Nael tetap berjalan keluar tak hirau siapapun lagi juga Netty Adiknya yang berlinang airmata.


Nael melepaskan pelukan Netty Adiknya yang mengusap air matanya merasa kehilangan dengan siapa dirinya bisa diskusi soal apapun kalau Kakaknya pergi dari rumah.


Ibu Rina Darmawan hanya diam mungkin kalau ada suaminya di rumah tak akan terjadi seperti ini Nael pergi entah ke mana dari rumah mungkin tak akan pulang tapi paling tidur di kantornya.


Deru suara mobil yang dihidupkan Nael diantar pandangan Netty yang masih berlinang airmata.


Hati Nael mungkin seperti Dirinya bertentangan dengan orangtua masalah pilihan hati dan jodoh tapi kalau masalah Dirinya mungkin tak seberat pilihan Kak Nael di tentangnya.


Netty berlari ke kamarnya menangis se jadi-jadinya yang Dirinya miliki adalah hanya Kakaknya itu tapi kini pergi dari rumah karena pilihannya di tentang orangtuanya.


*******


Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat

__ADS_1


__ADS_2