Noda Kelam Masa Lalu

Noda Kelam Masa Lalu
Tak sabar


__ADS_3

"Kamu siap Sayang? Apa perlu berhenti dulu biar Kamu merasa tenang? Rumah Kakakmu tinggal lurus saja," ucap Nael sekali lagi memberi kesempatan pada Andari biar merasa rileks.


"Tidak Mas, lanjut saja Aku bisa menguasai diriku sendiri." Andari merasa kuat dan akan terbiasa dengan pertemuan ini nantinya.


Nael tersenyum sambil mengangguk. Mobil berhenti di halaman Andari menarik nafas dalam dalam sambil membetulkan pakaiannya bersiap untuk turun.


Nael membukakan pintu mobil bagi Andari. Andari seraya bergumam entah itu do'a atau rasa syukur yang diucapkan mantap melangkah mendorong pintu pagar yang tidak di kunci dengan perlahan mendongakkan kepalanya ke dalam teras rumah.


Laksmi Kakaknya Andari keluar dengan senyum yang mengembang merentangkan tangannya dengan tangisnya.


Kakak beradik itu berpelukan dan saling mengusap melepaskan berbagai rasa dalam dada mereka. Sekian lama berpisah diawali dengan masalah membuat keduanya di pisahkan jarak dan waktu mengguratkan rindu walau kadang bertemu di waktu-waktu tertentu tapi rasa rindu sebagai keluarga tetap saja membelenggu mereka.


"Kamu sudah pulang Ndari ...? Begitu cepat dari perkiraan Mbak. Kenapa tak Kabari Mbak biar bisa menjemput?"


"Ada Mas Nael Mbak. Aku mau buat kejutan buat Amanda apa Amanda sekarang lagi sekolah?"


"Iya, biasanya langsung les jadi pulangnya agak sore. Anak rajin biasanya bawa bekal dan air minum percis seperti kamu dulu Ndari pintar dan rajin," Laksmi mengusap pipi dan kepala Adiknya sambil membimbingnya duduk.

__ADS_1


Laksmi juga mempersilahkan Nael untuk duduk.


"Mbak, Aku mau menjemput Amanda biarkan Aku menjemputnya hari ini dan memberi kejutan bahagia di mana lesnya?" ucap Andari tidak sabar ingin segera melihat wajah putri kecilnya yang sudah ada di pelupuk matanya.


"Ndari, apa tidak lebih baik kalau kalian bertemunya di rumah saja menunggu Amanda pulang? Kamu capek istirahatlah dulu toh Amanda nanti juga pulang."


"Mbak, Aku tak sabar ada Mas Nael yang mengantar tolong beritahu di mana lesnya?"


"Sayang, Aku tahu dimana Amanda les mari Aku antar."


"Betul Mas?" Andari merasa tak percaya kalau Nael sudah sejauh itu bergaul dan mendekatkan diri dengan putrinya.


Andari tersenyum dan menarik tangan Nael yang masih saja berdiri.


Laksmi tersenyum melihat kebahagiaan Adiknya seakan lupa pada apapun, dapat dirasakan dan di bayangkan bagaimana pertemuan mereka nanti.


Andari membuka pintu mobil Nael dan langsung masuk duduk dengan tidak sabar.

__ADS_1


"Mas kok tak kasih tahu Aku kalau Mas tahu segala tentang Amanda, termasuk tempat lesnya?" ucap Andari melirik Nael yang tersenyum.


"Sayang, Aku berusaha ingin menjadi Papa yang baik bagi Amanda dan nantinya jadi suami yang baik buatmu Aku sering mengantar atau menjemput Amanda kalau les kalau kebetulan Aku lagi menengoknya ke sini."


"Oh, alah Mas? pantesan aja Mas tahu," jawab Andari tak percaya.


"Bentar lagi keluar sepertinya," gumam Nael sambil menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


Andari diam mengamati suasana di luar dan Nael yang mematikan mesin mobilnya


"Amanda les di rumah Gurunya, itu yang aku sarankan tadinya Amanda nggak mau mungkin merasa bisa mengikuti pelajaran dengan baik tapi Aku sarankan apa salahnya malah tambah lancar lebih baik masa Anak-anak adalah masanya belajar akhirnya Dia mau," ucap Nael sambil menatap wajah Andari.


"Ya ampun, Mas Nael sebegitu baiknya makasih banyak Mas mungkin hanya kata itu yang bisa diucapkan selain terima kasihku telah mewakili Aku membimbing Putriku menengok dan mengarahkan juga menjadi figur yang mungkin begitu melekat di hatinya saat ini."


"Aku menginginkan Kamu Andari, Aku harus bisa di cintai dua wanita sekaligus, Alhamdulillah Amanda menerimaku mungkin hatinya telah Aku miliki tinggal Mamanya," ujar Nael seraya mencium jemari Andari yang diam.


*******

__ADS_1


Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat


__ADS_2