Noda Kelam Masa Lalu

Noda Kelam Masa Lalu
Kecewa Monik


__ADS_3

"Monik tunggu! Gue mau bicara sama Lo!" teriak Yasmin waktu keluar melihat Monik sahabatnya menuju arah parkiran kelihatan mau pulang.


Monik pura-pura tak mendengar malah berjalan lebih kenceng dari sebelumnya. Saat mendengar Yasmin memanggilnya


"Mon, Monik!"


Dengan sedikit berlari akhirnya Yasmin berhasil mengejar Monik saat sudah di parkiran diantara deretan kendaraan roda empat dan sebelahnya roda dua yang masih padat.


"Mau bicara apa Lo?" ketus Monik sambil menatap wajah sahabatnya yang tersengal karena berlari mengejarnya.


"Lo sama Netty lihat launching iklan perdana Gue ya, juga Do'a dong besok kontes Abang None dari wilayah Gue di mulai," ucap Yasmin sambil tersenyum memandang wajah Monik yang lain dari biasanya kini kelihatan dingin.


"Insya Allah kalau Gue ada waktu, Lo sudah ketemu Netty?" tanya Monik balik bertanya pada Yasmin.


"Belum, mungkin masih di kelas tapi kenapa Lo kelihatan muram begitu ada masalah?" ucap Yasmin memang tak mengerti duduk masalahnya.


"Gue muram? perasaan biasa saja hanya Gue lagi benci sama seseorang yang mencla mencle dengan keputusannya membuat bingung orang lain," jawab Monik sambil membuka pintu mobilnya.


"Mon, ada apa kok ngomongnya begitu? ada apa ini?" tanya Yasmin lagi.


"Pikir aja sendiri! sudah ya Gue balik duluan."

__ADS_1


Yasmin memandang sahabatnya yang pergi duluan dengan tanda tanya di hatinya apa karena Gue memutuskan naksir juga sama Kakaknya Netty jadi Monik marah?


Monik Monik! semua berkesempatan memiliki walau nanti pada siapa jatuhnya tergantung hati Mas Nael yang akan jatuhkan pilihan pada siapa? Bukan malah marah sama Aku!


Apa salahnya? kan siapapun belum jadi pilihannya dan diantara mereka belum ada yang di pilih sama Kak Nael? kenapa Monik mesti marah?


Akhirnya Yasmin berjalan kembali dengan langkah gontay ke arah halaman dan taman Kampus yang teduh. Mencoba mengartikan kata-kata Monik yang begitu ketus dan kelihatan begitu dingin pada dirinya.


Yasmin merogoh ponsel dari dalam tasnya mencoba menghubungi Netty barangkali bisa mendapat jawaban dari tidak mengerti nya akan sikap Monik.


"Halo Net Lo di mana?"


"Gue di Atas Lo!"


"Net minum dulu yuk di kantin sambil Gue ada yang mau di bicarakan."


"Apaan?"


"Ayo lah nanti Gue cerita."


"Yuk!"

__ADS_1


mereka jalan ke kantin dan mengambil tempat duduk di pojokan.


"Salah Gue apa ya Net kok Si Monik begitu ketus sama Gue apa karena Gue memutuskan nggak jadi mengundurkan diri dalam ajang memperebutkan hati Kakak Lo ya?" ucap Yasmin sambil mengaduk minumannya.


"Masa sih Monik segitunya Yas?" ucap Netty pada Yasmin.


"Buktinya tadi seperti itu!"


"Entah dari mana mulainya Gue harus bicara jujur kalau kalian Lo juga Monik perlu tahu Kakak Gue Kak Nael lagi tidak baik-baik saja sekarang."


"Kenapa Net? Kak Nael sakit?"


"Bukan, tapi masalah pribadinya sama ortu Gue, ternyata Kak Nael selama ini lagi menjalin hubungan dengan seorang kepercayaan Bapak Gue dulu di kantor yang terkena kasus rumah tangganya dan kini penjara, tapi kedua orang tua Gue tidak setuju karena merasa aib dan Kak Andari juga janda satu Anak."


"Oh alah, begitu toh alasan selama ini kelihatan dingin banget ternyata dinginnya cowok bisa diartikan menjaga diri untuk tidak membuka diri pada orang lain. Gue nggak apa-apa tapi kasihan Si Monik sampai segitunya sikap sama Gue, tadinya Gue hanya berharap siapa tahu dari relasi kerja Papaku menjadi teman bisnisku dan akhirnya ada bisnis hati tapi kalau kenyataannya seperti ini Gue menghargai Kak Nael Net."


"Oke Yas terimakasih, Gue pengen kalaupun diantara kalian ada yang mendapatkan ataupun tidak sama sekali jangan sampai hubungan pertemanan kita menjadi retak," ucap Netty dengan lembutnya.


"Iya Net, hati memang tidak bisa dipaksakan biarlah mencari kecocokannya sendiri."


*******

__ADS_1


Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat


__ADS_2