
"Itu terserah Lo mau memandangnya seperti apa, Gue nggak maksa Lo harus setuju dengan keputusan Gue tapi ada hal yang harus Lo tahu kalau pilihan Gue seperti ini. Tapi setidaknya berharap Lo ada di pihak Gue sebelum Gue bicara sama Ibu juga Bapak." ucap Nael pada Netty yang merasa kaget mendengar jawaban Nael kalau Dirinya kini menjalani hubungan serius dengan Andari.
Pupus sudah harapan Netty menjodohkan Kakaknya walau kedua sahabatnya itu begitu tertarik sama Nael.
"Aku belum bisa terima kalau Kakak menjalin hubungan serius sama Mbak Andari, entahlah semua begitu sulit di terima," jawab Netty wajahnya terlihat muram.
"Apa masalahnya Net yang paling mendasar karena Andari janda? Ibu seorang putri? atau dia seorang mantan warga binaan? kenapa semua pandangan negatif itu di jatuhkan dan berfokus pada Andari? sedang banyak di luar sana orang kawin cerai? dan banyak warga binaan yang bisa menatap masa depannya dan bisa kembali bermasyarakat dengan baik malah lebih baik?" dalih Nael memang begitu keadaannya.
Netty diam, dan berpikir kalau semua orang bisa saja tersandung maslah sosial, hukum, dan keluarga tapi bagi dirinya masalah Mbak Andari terasa beda.
"Apa salah Andari toh semua orang kalau ada di posisinya mungkin akan bernasib seperti Dia? haruskah seorang mantan warga binaan tetap diasingkan dari lingkungan sosial masyarakat Kita?" Nael berusaha meyakinkan Netty.
"Bukan hanya Masalah lingkungan saja tapi Kita punya keluarga besar Kak, apa semua bisa menerima?" ucap Netty lagi
"Netty, coba pikir secara sederhana saja Lo hubungan sama seorang pembalap Si pejabat Ricko itu apa semua orang setuju sama pilihan Lo itu? buktinya Bapak tak terlihat antusias dengan pembalap itu?" sindir Nael.
__ADS_1
Netty merasa benar adanya. Walau kasus mereka memang berbeda.
"Bagaimana Kakak memperjuangkan cinta Kakak dengan Mbak Andari?"
"Mungkin dengan keseriusan! Kalau Lo bagaimana?"
"Justru itu yang membuat Aku mau curhat Kak," ucap Netty sambil agak ragu.
"Jadi bagaimana?" Nael memandang Adiknya.
"Lalu apa usahamu?"
"Minta bantuan Kakak berusaha meyakinkan Bapak juga Ibu!"
"Oke, tapi pasti akan ada bahkan banyak syaratnya," ucap Nael dengan percaya dirinya klau Nael bisa membantu Adiknya.
__ADS_1
"Lo pasti tahu apa yang Gue harapkan dari Lo, timbal balik lah Lo bantuin Gue, Gue bantuin Lo meyakinkan Bapak sama Ibu."
"Baik, perlu Aku pikirkan dulu apa memang Kita dasarnya saling mendukung dan itu bermanfaat?"
"Netty, jelas akan bermanfaat menurut Gue nggak perlu pemikiran panjang praktis lah berpikir kalau Gue siap bantu Lo bagaimanapun caranya. Tapi Lo juga harus siap juga besok Gue mau berkunjung ke Lapas Lo harus ikut biar tahu bagaimana kehidupan di dalam sana tidak se-menyeramkan pandangan Kita selama ini."
"Baik Kak, besok Aku ikut."
"Oke begitu dong jadi Kita kedengarannya kompak."
"Mas, berapa lama Mbak Andari bisa pulang?"
"Masih lama tapi kalau sudah di jalani begitu tak terasa, Andari akan diperkenalkan dengan masyarakat luar sebagai tahap awal."
*******
__ADS_1
Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat