
"Mam Kita mau ke mana?" tanya Amanda sambil lendotan dipangkuan Andari.
"Ke rumah sakit Sayang kan Mamanya Papa Nael lagi sakit, biar cepat sembuh Manda nanti salam sama Mama Rina ya," ucap Andari memberi pengertian pada Manda.
"Iya Mam, Mama Rina yang mana?" tanya Amanda sambil matanya mendelik seperti berpikir.
"Nanti juga kenal, orangnya baik suka anak-anak kayak Manda," sahut Andari membesarkan hati Anaknya.
Nael hanya tersenyum saja melihat Amanda dan istrinya Andari begitu saling sayang dan dekat kini seperti dua orang teman saja.
Amanda mengangguk mengiyakan apa yang di sarankan Mamanya walau mungkin tak terbayang seperti apa orang yang di sebutkan Mamanya barusan.
Sampai rumah sakit Ibu Rina Darmawan sedang di suapi Netty terlihat lemah sambil bersandar di tempat tidurnya.
__ADS_1
Melihat Nael dan Andari datang Rina Darmawan berusaha bangun tapi di cegah Nael sambil mencium tangan dengan jarum infus itu.
"Ibu nggak usah bangun tetap saja begitu kalau nyamannya begitu, sini Aku yang terusin suapi makannya," ucap Nael mengambil mangkuk dari Adiknya Netty.
"Nak, Ibu sudah kenyang kala melihat kalian datang ke sini," ucap Rina Darmawan sambil bergantian menatap putranya Nael dan Andari.
"Ibu jangan begitu, teruskan makannya lagi biar cepet sehat Aku yang suapi atau mau menantu Ibu yang cantik ini yang suapi?" Nael mengusap kepala Ibunya ada sedikit bercanda di ucapannya maksudnya ingin mencairkan suasana diantara mereka.
"Ibu minta maaf pada kalian semua sikap Ibu ternyata tak merubah segalanya kalian kini telah jadi suami istri Ibu do'akan semoga rumahtangga kalian di limpahkan keberkahan. Ibu iklhas dengan pernikahan kalian tak ada hal apapun yang bisa menghalangi kalian untuk bersatu," sedikit terengah Rina Darmawan bicara
"Tentu saja Andari, Ibu tak meragukan lagi dirimu kini dan sudah jadi keluarga Ibu, saat sore tadi suster mengatakan selamat pada Ibu setelah keluar dari masa kritis Ibu tidak tahu ternyata suster itu mengatakan mungkin keajaiban yang sulit di jelaskan menatu Ibu yang punya darah sama, Di situ Ibu sadar keegoisan Ibu selama ini hanya menyakiti diri sendiri saja, maafkan Ibu Nak."
"Alhamdulillah Ibu mungkin jalannya saja harus seperti ini bukan Ibu sembuh karena donor darahku tapi semua sudah ada jalannya yang harus Kita syukuri." Andari berpelukan dengan mertuanya di saksikan dengan hati hangat Nael suaminya dan senyum Harry Darmawan.
__ADS_1
"Ibu mau cepet pulang dan Kita kumpul di rumah bukan di sini."
"Iya, tapi Ibu harus selesaikan dulu perawatan di sini nanti kalau dokter sudah mengizinkan Kita pulang," jawab Nael sambil mengusap punggung Andari yang masih memegang tangan Ibu mertuanya.
"Beri Ibu segera cucu Nak, Ibu begitu merindukan gelak tawa dan ramai tangis mereka," ucap Rina Darmawan sambil menyeka air matanya.
"Ibu, begitu baiknya Andari pada Kita dengan cintanya tidak harus menunggu lama sudah ada Amanda yang cantik di tengah keluarga Kita tinggal nanti menunggu Adiknya," jawab Nael sambil menuntun Amanda yang dari tadi diam menyaksikan drama keluarga itu.
"Oh, alah Alhamdulillah Kamu cantik banget seperti Ibumu, sini peluk Ibu." Rina Darmawan memeluk dan mengusap Amanda dengan perasaan yang sulit di jelaskan.
Bahagia haru biru juga sedih bercampur di ruangan itu tapi satu senyum tulus yang datang dari masing masing hati dengan keikhlasan menjadikan semua menjadi lebih baik.
*******
__ADS_1
Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat