Noda Kelam Masa Lalu

Noda Kelam Masa Lalu
Menyiratkan suatu


__ADS_3

"Kamu orang beruntung cantik, walaupun berada di sel masih banyak orang yang memperhatikan sekaligus mencintaimu," ujar Si Ikal sambil memandang wajah Andari dengan kekagumannya.


"Beban juga Aku rasa Kak tapi semua di jalani saja memang itu keberuntunganku tapi Aku juga harus menerimanya dengan rasa syukur," sahut Andari pada kenyataannya semua perhatian orang-orang menghadirkan pemikiran dan kegelisahan di hatinya.


"Pesanku jangan kecewakan mereka, dalam keadaan Kamu di sini saja menurutku dalam keadaan terpuruk di jurang paling dalam menjadi orang buangan masih saja Kamu begitu berarti bagi mereka. Kita merasa paling sial dan nahas dan masa lagi menjalani cobaan terberat tetapi yang disebut temanmu itu begitu perhatian apa yang diharapkannya dengan kebaikannya menunggu waktumu yang masih cukup lama berada di sini apa arti semua itu kalau bukan perasaan terdalamnya?" sahut Si Kekar turut juga merasa bangga pada teman yang satu ini.


"Iya Kak, awalnya Aku juga tidak percaya semua ungkapan yang Dia katakan adalah hanya omong kosong hanya kata-kata menghibur untuk Kita yang berada di sini, tetapi untuk kedua kalinya Dia datang dengan keseriusan bahkan mengajakku untuk bertemu Kepala Sipir Ibu Yohana Aku melihat keseriusan itu walaupun Aku belum mengatakan apapun atas semua yang Dia katakan." Andari mencoba jujur dengan dirinya.


"Kamu orang terpelajar Cantik Kamu berdua sepertinya orang istimewa yang Aku kenal semua bisa kalian pikirkan setelah merasakan dan meresapi juga introspeksi diri kalian masing-masing apakah satu kata cinta itu layak untuk kalian perjuangkan?" Si Ikal bicara layaknya orang tua yang memberi satu harapan nasehat pada Andari dengan bijaksananya.


"Aku melihat semua yang Kamu katakan teman kerja dulu itu memberikan sesuatu yang menyiratkan kalau dia begitu sayang dan suka sama Kamu Cantik, mungkin juga begitu mengharapkan keseriusan nantinya. Aku jadi ingin tahu dan berkenalan," ucap Si Ikal sambil ikut membuka juga melihat isi bungkusan lainnya yang berisi kain mukena juga beberapa lembar kerudung cantik.


Satu yang membuat Andari tertegun buku diary warna coklat seperti percis dulu dirinya punya dan pakai, dalam batinnya Andari meyakini Nael mungkin benar sejak dulu memperhatikan dirinya. Dan rasa itu memang benar adanya hanya terhalang statusnya saja yang sudah berkeluarga.


Andari kini mengerti berarti selama dirinya bekerja dulu ada penggemar rahasia yang baru sekarang memperlihatkan diri dan kesungguhannya.


Banyak catatan pribadi di agenda itu selain memang agenda kesehariannya, dimanakah Agenda itu kini?

__ADS_1


Kalaupun ada dikantornya dulu mungkin sudah hilang jadi penghuni gudang tak terpakai atau sudah masuk tong sampah, atau juga sudah diangkut ke tempat sampah pembuangan


akhir karena Andari tak ingat apapun soal semua properti dirinya yang ada di kantornya dulu.


"Apa itu Cantik?" tanya Si Tinggi di sampingnya.


"Hanya buku agenda," jawab Andari mendekap buku itu di dadanya warna kesukaannya adalah coklat. Nael tahu betul dan pemerhati banget sampai warna kesukaan Andari juga Nael perlihatkan dari tiga kerudung yang di pilihnya 2 coklat walau tua dan muda satu lagi merah dengan motif bunga. Mungkin Nael melihat dari koleksi pakaian yang dulu Andari kenakan kebanyakan warna itu, jadi bisa menyimpulkan dua tahun kurang lebih bekerja bersama Nael begitu pintar mengingat semua bahkan warna pakaian Andari yang sering di kenakan.


Semua bungkusan dan bingkisan telah di buka isinya di saksikan semua temannya, jelas semua temannya menyimpulkan semua itu bentuk perhatian serius seorang Nael, Si Ikal mengusap usap punggung Andari dengan kekaguman tersendiri.


"Berbahagialah Cantik, hidupmu sebenarnya banyak yang begitu suka. Semua orang kini tak memandang sebelah mata padamu termasuk Kami temanmu semua di sini begitu mendukung, Kepala Sipir Ibu Yohana saja begitu kagum padamu dengan semua programmu dan bisa merubah semua program yang sudah ada menjadi lebih produktif lagi."


"Terimakasih semua saudaraku. Tanpa kalian Aku tak berarti apa-apa juga tak kan memberikan kontribusi apapun di sini, mungkin hanya meratapi nasib saja dan menghabiskan waktu dengan menyesali diri yang tiada arti." ucap Andari terasa haru dalam syukurnya kalau Dirinya masih bisa memberikan arti walau dengan bantuan orang lain yang kini selalu ada di pikirannya yaitu seorang Nael Kesuma Darmawan.


"Aku akan kangen kalian pastinya kalau Aku nanti bebas," sahut Si Tomboy mengingat pertemanan mereka yang dirasakan begitu terjalin harmonis sejak kedatangan Andari yang membawa perubahan berarti di semua bidang.


Baik merubah cara berteman mereka menjadi lebih jadi saudara, juga hubungan dengan semua teman antar kamar yang tadinya saling gossip dan penuh kecurigaan juga selalu ada perundungan kini semua terlihat adem ayem dan nyaman.

__ADS_1


"Senang rasanya setahun lagi bisa bebas potong masa remisi hari raya dan ultah kemerdekaan dan lain-lainnya semoga semuanya di beri kelancaran," ucap Si Tomboy yang akan pertama bebas dari kamar sel Andari dan kawan kawan.


"Yang terpenting kalian tetap kompak karena waktu akan lewat terus. Tidak memperdulikan apapun yang terjadi, tahu-tahu Aku juga tinggal setahun lagi di sini!" Si Tomboy merasa senang karena kemungkinan akhir-akhir masa hukumannya di sini akan di lewatkan nya dengan kegiatan yang berarti.


Andari menyimpan semua barang yang begitu mengena di hatinya, terasa berarti semuanya dari mulai buku agenda dan ballpoint nya, kain mukena juga tiga helai kerudung dengan warna merah dan kecoklatan.


Kenapa seorang Nael bisa tertarik pada dirinya, apa daya tariknya? apa kecantikannya? ah banyak diluar sana orang yang masih muda dan begitu cantik, apa ada pandangan lain? Dirinya janda dengan satu putri yang beranjak gede, dengan kasus seperti ini terasa tak percaya apa yang dikatakan Nael tadi siang.


"Selamat Ndari, walau belum deal 100% semua akan Aku usahakan, semangat merekrut teman dalam berkarya nanti. Dari LP ini akan mensuplai anggrek segar kesukaanmu suatu saat nanti, jadikan hobby sebagai profesi mu kini dan aksesoris akan Aku carikan agen yang bisa menerima hasil karyamu, mungkin di tempat wisata nasional dan periklanan adalah jembatan Kita dan dunia yang kita kuasai. Satu lagi Aku akan selalu bisa bertemu denganmu kini karena kita telah menjadi relasi kini,"


Begitu terngiang ucapan Nael di telinganya menjadi kepenasaranan tersendiri bagi Andari.


'Satu lagi Aku akan selalu bisa bertemu denganmu kini' Jelas menggambarkan harapan dan satu keinginan yang kini jadi keinginan Andari juga ingin melihat sikapnya seperti apa kalau bertemu lagi nanti dan kejutan apa yang di bawanya?


Semua perhatian Nael sanggup meruntuhkan sedikit demi sedikit trauma Andari kini, walau Nael belum jelas mengatakan satu kata cinta, tapi kerinduan dan ingin selalu bertemu semua mengarah ke arah itu. Beri ruang agar Aku bisa menumbuhkan kembali harapan dan masa depan yang masih panjang di depanmu! itu semua sudah menyiratkan semua yang belum tersurat.


*******

__ADS_1


Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat


__ADS_2