Noda Kelam Masa Lalu

Noda Kelam Masa Lalu
Masih merasa bersalah


__ADS_3

"Mas, gimana ini apa Kita akan lanjut? Gimana tadi apa kata Ibu?" ucap Andari saat mereka dalam perjalanan pulang di dalam mobil.


"Jangan jadi pikiran. Ibu masih seperti itu sikapnya suatu saat semoga ada sesuatu hal yang bisa membuka hatinya untuk bisa menerima pernikahan Kita," jawab Nael berusaha menenangkan hati Andari.


"Aku jadi merasa bersalah Mas," jawab Andari meragu.


"Jangan bicara begitu Sayang, jangan malah melemahkan hatiku Bapakku saja sudah merestui juga Adikku Netty sabarlah semoga dengan berjalannya waktu semua akan berubah. Mungkin Ibuku perlu waktu Aku siap dengan segalanya dan sampai kemungkinan terburuk sekalipun Aku tetap akan menikahi mu."


Andari diam kini semua sudah terlanjur tak ada alasan lagi dirinya untuk mundur Untuk membatalkan niat baik Mas Nael yang ingin menikahinya walau Ibu Rina Darmawan ibunda Mas Nael tak merestui hanya.


Satu kebahagiaan dan satu kesedihan bagi Andari, disatu sisi dengan cinta yang begitu besar yang tanpa dirinya kira begitu cepat datang tanpa bisa di cegah semoga saja pernikahan ini menenggelamkan semua memori dan kenangan masa lalu dengan memulai kehidupan baru bersama Mas Nael tetapi ada rasa sedih saat menyadari restu dari orang tua tidak sepenuhnya mereka miliki ada penolakan dengan jelas dari Ibu Rina Darmawan hanya karena dirinya mantan narapidana.


"Mas langsung pulang saja ya sudah malam Amanda sudah tidur kasihan besok sekolah," ucap Andari sambil melirik Nael di sampingnya.


"Kamu nggak kasihan sama Aku? Kok cuma Amanda aja yang di kasihani?"


"Mas maunya apa mau ikut nginep juga?" sela Andari merasa Nael menggodanya.


"Kalau boleh Aku nggak balik ke kantor deh besok aja, Aku masih kangen sama Amanda."

__ADS_1


"Sama Amanda? Itu Amanda sudah tidur tatap sana biar kangennya terpuaskan."


"Kok jadi Mamanya yang cemburu, boleh Aku ralat? kalau sebenarnya Aku juga kangen sama Mamanya."


"Seminggu lagi Mas, sabar lewati dulu semua prosesnya persiapan dan pindahan pasti melelahkan."


"Aku rasanya tak sabar Ndari, apa Amanda sudah siap kalau Mama cantiknya ada yang menculik dan tidurnya pisah?" tanya Nael sambil tersenyum.


"Amanda dari kecil sudah didik mandiri dalam segala hal termasuk tidur di kamarnya, sekarang agak sedikit manja mungkin lama tidak bertemu saja. Mas tenang saja pada waktunya Aku bisa mengkondisikan semuanya."


"Makasih Sayang Aku sudah menduganya dan pastikan hanya ada Kita berdua di malam itu."


Sorot mata penuh cinta dan kerinduan Mas Nael membangkitkan semangat dan getaran aneh di dalam dadanya, rasa sepi tanpa sentuhan pasangan terkadang mengusik hati Andari walau semua bisa di tepisnya dengan berbagai kesibukan yang ada.


Tapi kini Dirinya tak bisa menyembunyikan keinginan itu harapan dan cintanya masih ada menggelora walau bukan untuk yang pertama.


"Pulanglah sudah malam ini Mas, di sini juga tak ada kamar istirahatlah, tapi tolong bopong Amanda pindahin ke kamarnya."


"Ada upahnya nggak buat Aku Sayang?"

__ADS_1


"Kan seminggu lagi semua buat Mas!"


"Baiklah, Aku akan sabar."


Andari tertawa. Pertama kali Nael mendengar Andari tertawa rasanya sudah lama tak mendengar tawa itu.


Sampai rumah Kakaknya Andari Laksmi Nael turun duluan membuka pintu dan memangku Manda yang sudah tidur pulas diikuti Andari membawa semua jajanan yang di belinya tadi.


Andari menuang Air putih dan di sodorkan pada Nael yang duduk di ruang tamu.


"Mas Aku tak banyak memindahkan pakaian ke rumah Kita nanti, Aku merasa semua adalah bagian dari masa laluku."


"Baiklah, masa depanmu bersamaku Sayang lakukan semua yang membuat Kamu nyaman dan senang itu adalah hak mu untuk bahagia."


"Makasih atas pengertiannya Mas," ucap Andari dengan senyuman.


"Makasih atas cintanya juga Sayang."


*******

__ADS_1


Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat


__ADS_2