
"Selamat Ndari, walau belum deal 100% semua akan Aku usahakan, semangat merekrut teman dalam berkarya nanti. Dari LP ini akan mensuplai anggrek segar kesukaanmu suatu saat nanti, jadikan hobby sebagai profesi mu kini dan aksesoris akan Aku carikan agen yang bisa menerima hasil karyamu, mungkin di tempat wisata nasional dan periklanan adalah jembatan Kita dan dunia yang kita kuasai. Satu lagi Aku akan selalu bisa bertemu denganmu kini karena kita telah menjadi relasi kini," ucap Nael sebelum pulang karena pertemuan dengan kepala sipir dianggap sudah selesai dan telah ada kesepakatan di antara mereka.
Ada senyum di bibir Andari saat Nael menyalaminya lama di depan Kepala Sipir Yohana.
Nael pamitan seperti baru saja memenangkan peperangan batinnya. Berusaha membuka diri menyampaikan perasaan mengungkapkan isi hatinya bukan suatu kemudahan memang, tetapi semua itu telah Nael pertimbangkan karena Nael tahu saat ini yang Andari butuhkan hanya kasih sayang dan terlebih perhatian juga dukungan semangat support tinggi agar Andari bisa melewati masa-masa terpuruknya menjadi tumbuhnya satu percaya diri dan semangatnya kembali dalam menatap masa depan yang masih panjang.
Andari duduk di hadapan meja Kepala Sipir Yohana, menjawab semua pertanyaan yang di tanyakan. Keseriusan dan apa Nael Kesuma Darmawan itu seorang yang bisa di percaya?
Andari tahu seorang Nael adalah pria yang sangat baik, sopan humoris selain cakap dan pintar juga seorang yang tampan dengan postur ideal seorang cowok yang sangat menjaga penampilannya.
Kepala Sipir Yohana banyak bertanya dan ujung-ujungnya merasa kagum dengan perhatian seorang Nael hanya karena seorang Andari berada di sini lalu menciptakan suatu peluang yang luar biasa seandainya semua itu bisa terealisasi. Terobosan baru dan baru kali ini LP bisa kerjasama dengan seseorang pengusaha yang akan memasok bahan dan barang baku juga material memanfaatkan SDM yang ada di LP itu cukup menarik buat Kepala Sipir Yohana. Lalu hasilnya Pak Nael sendiri yang akan memasarkannya dan mencari buyer diluar sana.
Semua itu tak luput menjadikan Kepala Sipir Yohana kagum juga terhadap Andari karena saat ditanya ada hubungan spesial apa saudara diantara mereka? Andari menjawab bukan saudara tetapi hanya rekan kerja. Kepala Sipir Yohana tahu dan melihat ada perasaan tertentu di hati mereka yang mungkin sudah terungkapkan dan sudah saling mengerti. Kenapa seorang Pak Nael Darmawan bisa serela itu demi seorang Andari kalau bukan karena perasaannya.
__ADS_1
"Aku cukup lama bekerja di perusahaannya Bu, bagiku keseriusan nanti di buktikan kalau Pak Nael sudah mengirim tahap awal material yang di butuhkan untuk mulai bercocok bunga hias khususnya bunga anggrek."
"Betul itu Bu Andari, semoga saja ini jadi inovasi Kita semua. Kelihatan Pak Nael sayang banget sama Bu Andari sampai mencari cara buat Bu Andari berkegiatan di sini," jawab Kepala Sipir Yohana sambil tersenyum pada Andari.
Andari merasa malu, dan merona pipinya walau semua itu hanya mimpi baginya saat ini, biarlah semua berjalan apa adanya. Walaupun jujur dalam hatinya Andari begitu merindukan seseorang begitu berartinya perhatian dan kasih sayang seseorang sebagai bentuk dukungan moral yang luar biasa seperti diperlihatkan Nael saat ini, tetapi Andari tidak gegabah mengambil keputusan Andari hanya ingin memberikan ruang dulu untuk Nael dan mungkin saat itu Andari akan menyelami dirinya sendiri apakah layak dicintai dan masih punya masa depan terlebih mendalami hati Nael seserius apa kebenaran perasaannya dan.
"Aamiin Bu, kalau modal mungkin tidak di ragukan lagi baginya Aku percaya karna Aku pernah menjadi bagian terpenting dari perusahaan Bapak Harry Darmawan. Kini semua tanggung jawab itu telah diserahkan kepada Pak Nael sebagai putranya sendiri kalau pun ada sebentuk perhatian kepadaku mungkin sebatas simpati karena Aku lama bergabung di perusahaannya sebelumnya Aku belum mengartikan lebih semua perhatiannya."
"Nggak apa Bu Andari, Aku sebagai Kepala Sipir di sini juga sebagai pimpinan yang bertanggung jawab sangat mendukung semua program kerjasama ini semoga sukses menjadikan Ibu Andari punya kegiatan yang berarti dan bisa menjadi leader bagi teman-temannya yang lain, memberikan kontribusi lebih kepada LP ini patut diapresiasi dan satu lagi Aku tidak merasa kagum kepada Pak Nael tetapi Aku salut pada Bu Andari sendiri yang ingin merubah kegiatan menjadi lebih bermakna."
"Mungkin Aku perlu memberikan ruang khusus kepada Ibu Andari untuk bisa menuangkan segala ide yang mungkin dulu pernah punya posisi penting yang baik juga tinggi di perusahaan itu, semoga semua itu bisa di terapkan di sini menjadikan kerjasama ini sukses," ucap Kepala Sipir Yohana sambil memandang wajah cantik Andari.
"Makasih Bu atas kepercayaannya, semoga semuanya berjalan lancar karena Aku melihat potensi yang luar biasa dari semua teman-teman yang berambisi bagaimana caranya melupakan waktu dengan kegiatan yang positif juga menghasilkan itu intinya," jawab Andari mantap.
__ADS_1
"Oke Bu Andari hari ini cukup, Aku mendapatkan wawasan baru selain memberdayakan program yang sudah ada di sini. Karena Pak Nael sudah pergi jadi silahkan kembali ke kamarnya kita tunggu untuk selanjutnya."
"Baik Bu, terimakasih maaf mengganggu waktunya," Andari pamit keluar ruangan Kepala Sipir Yohana sambil hatinya merasa melambung antara kenyataan dan hanya fatamorgana juga apa semua ini ilusi saja?
Nael akan memasok bahan aksesoris dengan rincian modal yang tidak bisa disebutkan kecil mutiara dari Lombok akan menjadi bahan baku istimewa dan akan menjadi rangkaian aksesoris Andari dan teman-temannya di sini dipadukan dengan bebatuan alam lainnya yang siap di padukan dari berbagai daerah Nusantara.
Satu lagi Andari akan bercocok tanam bunga anggrek dengan semua bahan baku Nael yang akan mengirim, hobby yang di tekuni budidaya bunga ini semoga menjadikan Andari berseri kembali.
Andari sudah berangan angan dan merancang sendiri bagaimana nanti programnya hingga bisa berjalan dengan semestinya.
Sebesar itu perhatian dan pengorbanan Nael membuat Andari merasa takut juga. Semua itu pasti tidak tanpa alasan sama sekali dan yang di harapkan dirinya, Lalu apa pantas seorang Andari bisa mengatakan dan menerima kata cinta yang lambat laun suatu saat nanti dan akan tiba waktunya Nael mengatakan itu kembali dan Andari dituntut untuk menjawabnya.
Sepintas begitu mudah mengatakan suka, memang Andari juga suka sama Nael siapa yang tak suka dan ingin dekat teristimewa di sampingnya, tapi Andari meraba hati terdalamnya sendiri dirinya janda satu Anak walau usia mereka sebenarnya sama, kini dengan kasusnya mengharuskan berada di sini sebagai warga binaan, sesabar apa dan seserius apa perasaan Nael pada dirinya? akankah sanggup menunggu sampai dirinya bebas?
__ADS_1
*******
Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat