
Satu tahapan awal telah Nael lalui merupakan satu tantangan terberatnya memberitahukan kedua orangtuanya tentang hubungan yang jelas dan nyata. Tak jauh dari perkiraannya mereka tidak setuju dengan pilihannya itu semua tak di bantah lagi yang paling menentang adalah Ibunya sendiri walau itu Ibunya menentang Nael menjaga komunikasi dengan baik dan bersikap sopan walau menentang.
Kalau Bapaknya masih bisa mengerti walau kelihatan tidak setujunya tetapi tidak terlalu ngotot menentang seperti Ibunya mungkin Bapaknya bisa diajak berdamai dan bisa menerima alasan yang disampaikan Nael dan juga keinginan Netty Adiknya.
Nael tak putus asa walau perjuangan masih panjang dan berat tetap berusaha menjadi Anak yang baik sampai hati Ibu Bapaknya bisa cair dan pilihannya di restui. Terutama Ibunya yang sepertinya tak mudah meluluhkan hatinya.
Nael sangat yakin dengan pilihannya kalau Andari adalah yang terbaik bagi Dirinya.
Hatinya telah berpaut sejak dulu mungkin inilah kesempatan dan saat yang tepat Dirinya bisa hadir memberi dukungan semangat dan support di sisi Andari saat Andari butuh sandaran dan saat kepercayaan dirinya hilang tak terbangkitkan.
"Makasih Kak sudah mewakili Aku juga tadi." ucap Netty saat mereka naik bareng setelah semua selesai dan Bapaknya juga pamit mau mandi.
"Terus gimana rencana tunangan Lo itu, nggak jadi?"
__ADS_1
"Sementara nggak, malah Mas Ricko nya seperti lagi mikir tak pernah ketemu padahal Aku tahu Dia juga kangen Aku," jawab Netty lirih. Seperti suara hatinya yang menyiratkan kegelisahan.
"Jangan mau di datangi saja coba samperin apa salahnya? toh Dia juga mungkin menunggu Lo. Jadi nggak saling tunggu akhirnya putus komunikasi itu tidak baik kalau kalian sama-sama suka dan berjodoh semua akan ada jalannya." Nael bicara sangat dewasa dan ingin merubah cara pandang pada Adik satu-satunya yang sudah dewasa tidak menganggapnya Netty Adik kecilnya lagi seperti kemarin-kemarin.
Netty sudah dewasa sudah bisa diskusi hal apapun dan sudah bisa menentukan masa depannya sendiri yang seperti dirinya di tentang orangtua mereka.
Netty tak mengerti hanya alasan hobi balap dan itu juga tidak mengganggu pekerjaan tetap Mas Ricko sebenarnya banyak di luar sana orang dengan hobi yang lebih ekstrim lagi tapi semua berjalan biasa saja.
"Iya juga ya Kak? kenapa nggak Aku samperin bisanya Dia yang jemput," sahut Netty sambil tertawa kecil.
"Ntar Gue antar kalau Lo mau sambil mencari sesuatu di luar sana tapi jangan mau di tungguin juga pulangnya jangan malam-malam!"
"Eh, kok Kakak baik banget sih? mau dong sekalian Kakak jalan."
__ADS_1
Nael tersenyum melihat wajah sumringah Adiknya. Rasanya sampai Adiknya dewasa kini Dirinya belum bisa memberikan apa-apa selain kejahilan dan ledek meledek walau semua itu juga karena kasih sayang diantara mereka.
Banyak hal yang perlu di diperbaharui saat mereka kini sudah dewasa mungkin cara berpikir Nael mulai merubah dan memperlakukan Adiknya juga.
Selama ini ini Nael hanya bersikap jahil dan iseng saja ngerjain Adiknya juga Netty juga tetap manja walau Kakaknya kelewat ngeselin.
****
"Lo mau diantar ke mana?"
"Ke rumahnya saja soalnya Aku tadi dah telephon kalau Mas Ricko ada di rumah katanya."
*******
__ADS_1
Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat