
Andari jadi banyak merenung berpikir baik buruk langkah selanjutnya. Memang dirinya walaupun tidak secara langsung telah menerima kehadiran Mas Nael di sampingnya walaupun Andari sendiri menganggap itu adalah hubungan yang tidak normal.
Ya memang tidak normal pada umumnya orang sedang menjalin hubungan serius. Mereka jadian di dalam LP mereka saling bertemu di dalam LP mereka berpacaran saat Andari terisolasi, saat Andari terpuruk di pase terendah perjalanan hidupnya butuh sandaran pelabuhan dan seorang nakhoda yang mengulurkan tangan memberikan support dan semangat sehingga Andari bisa meronakan kembali wajahnya memberi senyum kepada setiap orang yang ditemuinya.
Berserah diri itu jalan satu-satunya tidak ada kebaikan dari setiap emosi yang diumbar karena itu hanya menjadi kepuasan diri saja tidak menyelesaikan masalah malah memperuncing keadaan dan merenggangkan hubungan.
Semua yang di ucapkan Kak Ikal betul adanya semua tidak ada yang berharap dan bercita cita dalam suatu hubungan ada ketidakcocokan, hubungan suami istri dalam rumah tangga tidak ada yang berniat bercerai semua begitu manis pada awalnya.
Andari menyadari Nael telah masuk ke dalam hatinya walau awalnya sempat meragu dan selalu memperingatinya tapi cinta telah membawa Nael pada keyakinan akan Andari.
semua itu masih dalam batas wajar.
Andari ingat kata Si ikal yang di ucapkan dengan polos. Memang walau ilmu sedikit juga akan bermanfaat kalau jadi solusi permasalahan orang lain dan dirinya.
Andari masih saja melamun saat pergi ke mesjid sore itu ingin menenangkan diri setelah hatinya begitu panas menerima tudingan dan penolakan orangtua Mas Nael dan rasa tak terima merasa di rendahkan. Hatinya sedikit berontak kalau hubungan Dirinya dengan Mas Nael yang sejak awal diragukannya semua diawali dari Mas Nael yang memaksa sampai akhirnya Andari menyemai benih rasa juga akhirnya.
__ADS_1
Dilema rupanya bagi Andari antara cintanya yang mulai tumbuh menjadi satu keinginan harapan besar dan penolakan tak terima orangtuanya Mas Nael pada dirinya.
Andari merasa tak ingin berjumpa dengan Mas Nael lagi tapi adilkah bersikap begitu? sedang cinta Mas Nael Andari tahu begitu dalam terlihat juga Andari rasakan dari bentuk perhatian dan lain-lainnya.
Selesai sholat Andari tafakur tak bergeming dari tempatnya duduk lama dalam meditasi sekan bertanya pada Yang Maha Kuasa tentang perjalanannya dan akan seperti apa selanjutnya.
Dr Barry yang memperhatikan sejak kedatangan Andari ke mesjid dan tak keluar dari ruangan perempuan dr Barry merasa heran karena jarang Andari bersikap seperti itu.
Dr Barry dengan sabar menunggu ingin tahu sampai kapan Andari menyendiri seperti itu.
"Bu Andari?" sapa dr Barry mengagetkan Andari yang masih saja membasahi bibir dan lidahnya dengan berdzikir.
Dr Barry menyingkap gorden penghalang ruangan itu lebih lebar dan Andari langsung membereskan sajadahnya.
"Andari Aku perhatikan akhir-akhir ini Kamu begitu kelihatan tidak sehat apa terlalu sibuk?" tanya dr Barry tetap menjaga jarak.
__ADS_1
"Biasa saja dok, makasih sudah memperhatikan Aku."
"Ada apa? apa keluargamu datang menengok dan mengabarkan hal lain."
Andari menggeleng tapi tak sopan juga bersikap menceritakan permasalahan pribadinya kepada dr Barry yang sebenarnya sama punya rasa pada dirinya.
"Lagi santai? kalau memang lagi santai mending Kita nge-teh di ruanganku."
Andari diam, diam mengartikan Mau di ajak akhirnya.
Mereka keluar masjid berjalan bersisian. Menuju Klinik dimana mereka sering diskusi bersama dan ngobrol banyak hal.
"Dokter pernah dokter merasa terpuruk seperti Aku?" Andari memandang dokter Barry di hadapannya. Setelah duduk berhadapan di sofa ruangan dr Barry.
"Sama saja Bu Andari, tapi masalahnya beda-beda. Semua orang pasti akan berada di posisi suka duka naik turun dan pasang surut suasana hati."
__ADS_1
******
Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat