Noda Kelam Masa Lalu

Noda Kelam Masa Lalu
Bimbang Andari


__ADS_3

"Begitu Mbak Lastri. Aku begitu bingung untuk mengambil langkah dan keputusan, di satu sisi Aku mencintainya mungkin rasa kedua setelah cinta kepada suamiku kandas oleh penghianatan dan kejadian yang telah terjadi yang kini telah berlalu Mas Nael begitu istimewa di hatiku tetapi penolakan orang tuanya membuat Aku menjadi bimbang untuk melangkah," ucap Andari di hadapan Kakaknya Lastri yang kini datang menjenguknya setelah sekian purnama tidak datang karena kesibukan dan permintaan Andari sendiri.


"Ndari, semua langkah Kita penuh ujian, Mbak menganggap ujianmu belum usai tetaplah pada pendirian hati dengan keyakinanmu ambil langkah yang menurut hatimu baik, semua berproses akan ada saatnya hati dan perasaan luntur. Niat baik akan mengalahkan sesuatu yang kurang baik, Kamu rasakan Kamu pilih apakah itu akan menjadi secerah pengharapan di masa depanmu dan ingat beban di dalam hidupmu ada Anak yang tidak boleh kamu kesampingkan dalam pertimbangan. Anak adalah amanah dan begitu mengharapkan kehadiranmu juga kedamaian menjalani sisa perjalanan hidupnya nanti," ucap Lastri membuat Andari semakin merasa lumpuh daya berfikir nya.


Andari semakin bingung meminta pendapat pada Kakaknya. Kakaknya hanya menyarankan pilih sesuai hati dan perasaanmu menurut keyakinan menurut pilihan hatimu. Kamu yang akan menjalani Kamu yang akan menerima sebab dan akibat Kamu yang akan bahagia atau Kamu yang akan kecewa.


"Mbak, Mas Nael mau mengusahakan Aku bisa bebas setelah menjalani hukuman 3/4 masa hukuman yang divonis kepadaku walaupun Aku sendiri tidak yakin tetapi melihat kesungguhan Mas Nael Aku merasa tidak tega dan Aku sendiri tidak bisa bohong kalau Aku mencintainya," ucap Andari memang begitu kata hatinya.


"Syukurlah Ndari, Mbak asalnya tidak percaya juga ada seseorang begitu mencintaimu, datang ke rumah dengan sopan dan dengan oleh-oleh yang membuat Anakmu begitu senang sorot matanya begitu tenang dan damai membuat Amanda langsung lengket Mbak hitung sebulan sekali Dia datang rutin ke rumah tadinya Mbak tidak yakin di situlah mungkin kalau cinta itu buta atau berkah buatmu Ndari Mbak tidak bisa membedakan. Hanya satu yang menjadi keyakinan Mbak kalau dalam penjara saja kamu bisa dicintai sebegitu nya mungkin orang itu tulus dan ikhlas mungkin hanya itu gambaran dalam menyikapi masalahmu dari Mbak." Lastri begitu bijaksana memberikan nasehat bagi Adiknya.

__ADS_1


Andari merasa begitu tulus lalu sebagai perempuan apalagi dirinya dalam kondisi seperti ini haruskah menolak semua tumpahan cinta dan perasaan begitu besar yang Mas Nael berikan padanya?


"Mbak Apa Amanda kini tahu yang sebenarnya keadaanku di sini?"


"Sesuai kesepakatan Kita di awal, Mbak belum memberitahukan apa-apa sampai saat ini Amanda masih meyakini kalau Kamu itu kerja di luar negeri seperti yang Nael katakan tetapi kalau Kamu sudah menginginkan Mbak akan secara pelan-pelan memasuki hatinya sedikit demi sedikit memberi pengertian dan memasukkan paham bahwa kenyataan seperti ini."


"Jangan punya pikiran begitu, Anakmu Mbak didik dengan baik dan benar sesuai kemampuan Mbak, Amanda Anak baik tahu sopan santun dan tatakrama juga benar dan salah semoga saja sehat nanti Mbak akan membuka semuanya seterang-terangnya dan sebenar-benarnya apakah sudah punya pikiran dewasa dan bisa menyikapinya dengan bijaksana." Jawaban Mbak Lastri membuat hati Andari merasa sedikit tentram karena dirinya yakin mempercayakan Anaknya kepada Kakaknya adalah pilihan yang tidak bisa ditawar


"Ndari, mintalah dalam sujud mu semoga di bukakan jalan terang dari pilihan pilihan yang ada di hadapanmu, semoga jalan terbaik yang nanti akan Kamu pilih."

__ADS_1


"Baik Mbak, tak terhingga terima kasihku padamu Mbak mungkin ketenteraman yang Mbak berikan yang membuat Aku tenang dan bisa melewati semuanya."


Lastri mengangguk, mereka berpelukan sebelum berpisah lagi. Selalu ada yang sesak di dada Andari saat bertemu dengan keluarganya hatinya sakit dengan sejuta penyesalan yang tak berguna.


Hanya Anak yang kini jadi penyuntik semangatnya berharap ada secercah harapan di masa depannya.


*******


Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat

__ADS_1


__ADS_2