Noda Kelam Masa Lalu

Noda Kelam Masa Lalu
Aku kini milikmu Mas


__ADS_3

"Aku kini milikmu Mas, Ku titipkan semua rasa cinta dan jiwa raga ini padamu," jawab Andari dalam pelukan Nael.


"Semoga Aku bisa amanah menjaganya Sayang," ucap Nael mengajak Andari duduk di tepi tempat tidur mereka.


Rasa cinta mengalahkan segalanya sanggup menanti bertahun tahun sanggup mengorbankan apa saja untuk cinta kini semua telah mereka lalui. Malam ini malam pertama mereka akan menikmati manisnya sebuah penantian panjang.


"Aku begitu mencintaimu Sayang." Senyum Nael di sambut senyum Andari dengan penuh arti.


"Aku juga sama Mas." Andari tersenyum dan mengangguk.


Walau bukan pengalaman pertama bagi Andari tapi bertahun tahun tanpa di sentuh seorang laki laki tetap saja dadanya berdebar saat Nael mulai menelusuri setiap lekuk tubuhnya Andari pasrah dalam debarannya.


"Boleh Aku meminta hakku malam ini Sayang?" ucap Nael dengan nafas tersengal nya.


"Tunaikan nafkah bathin mu Aku ridho karena hanya milikmu."


Dengan rasa sayang Nael mencium Andari dengan sepenuh perasaannya dan dengan hasrat pula Andari mengimbanginya.

__ADS_1


Dua rasa kini di satukan dalam satu ikatan cinta yang nyata dan sah membuat keduanya lupa kalau ponselnya Nael sejak sore berbunyi terus mengabarkan kalau Ibunda Nael Rina Darmawan masuk rumah sakit ditemukan pingsan di kamarnya sama Bibi pembantu.


Rina Darmawan mengalami tekanan bathin dengan perasaannya sendiri, rasa bersalah pada Anaknya, rasa malu yang tak jelas, juga beribu perasaan lainnya membuat tubuhnya oleng tak terkendali. Dan jatuh dari tempat tidur saat mau ke kamar mandi kini pingsan dalam mengigaunya hanya nama putranya Nael yang selalu keluar terucap dari bibirnya.


Tengah malam Andari bangun melirik suaminya terlelap telanjang dada di sampingnya setelah mengarungi kepuasan saat yang di nantinya.


Andari melihat ponsel suaminya tidak di charge dan melihat dulu lalu membukanya.


Beberapa panggilan tak terjawab dari Harry Darmawan juga Netty dan ada juga beberapa pesan.


Andari membacanya dan langsung tertegun.


"Mas, Mas! Bangun Mas." Andari mengusap pipi suaminya berkali kali tapi karena kecapekan Nael tetap saja pulas dalam tidurnya. Karena tak bangun Andari menyentuh bibir Nael dengan bibirnya sedikit menggigitnya akhirnya jadi cara paling ampuh bangunkan suaminya.


Nael mendekap kembali tubuh langsing itu menggesek-gesekkan bagian dagunya yang kasar di pipi Andari, Andari menghindar karena geli tapi Nael malah tertawa di buatnya.


"Mas, sudah Aku baru baca pesan Bapak kalau Ibu di bawa ke rumah sakit!"

__ADS_1


"Hah, apa?" Nael seperti meloncat dan merenggangkan dekapannya menatap wajah cantik Andari dalam remang lampu kamar.


"Iya Mas, kalau bisa pagi Kita langsung jenguk dan lihat Ibu."


"Jam berapa Bapak sama Netty kirim pesannya?"


"Sekitar jam 22 Mas tapi panggilan tak terjawab sebelumnya."


"Ya ampun Kita lagi asyik asiknya memulai sampai suara ponsel tak terdengar, dan memang Aku bikin mode silent biar tidak ada yang mengganggu tapi kalau urusan orangtua Aku jadi merasa bersalah Sayang."


"Sebentar lagi subuh setelah bersihkan diri kita langsung ke rumah sakit."


Andari mengangguk sambil merebahkan kembali tubuhnya di samping suaminya mereka berpelukan dalam diam.


Dalam hati Nael Dirinya akan lebih merasa bersalah jika terjadi hal hal di luar perkiraan pada Ibunya, tapi pernikahannya juga begitu penting bagi Dirinya tak mungkin


*******

__ADS_1


Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat


__ADS_2