Noda Kelam Masa Lalu

Noda Kelam Masa Lalu
Kejujuran dr Barry


__ADS_3

Deg! Jawaban dr Barry membuat Andari merasa belum siap dan benar-benar tidak siap dengan jawaban seperti itu bahkan Andari tidak siap harus menanggapi dengan komentar seperti apa atau sama sekali tidak usah dikomentari? apa kalau tidak di komentari itu berarti mengiyakan perasaan itu?


"Dokter jangan seperti ABG, Aku sudah tua tak pantas dengan kata-kata sanjungan seperti itu," sahut Andari dengan senyum yang memang dengan seutuhnya itulah jawaban Dirinya.


Dr Barry sangat suka dengan senyum itu, senyum yang seperti telah meruntuhkan hatinya memberinya semangat dan akhirnya hilang untuk selamanya. Kini senyum itu seperti hadir kembali mengusik kesendiriannya dalam setiap renungan.


"Memang Aku ini masih muda? juga apa tak boleh orang yang dewasa jujur dengan hati dan perasaannya?" dr Barry bertanya sambil mengerutkan keningnya di samping Andari duduk.


Deg! Kedua kalinya Andari merasa ucapan Si Ikal dan teman lainnya benar adanya kalau sang dokter ini telah memperlihatkan perhatian lebih pada dirinya. Andari mengakuinya kini semua jelas tersirat di hadapannya.


"Dokter tahu siapa Aku? kenapa seakan semua tanpa perhitungan dan pertimbangan?" sahut Andari berhenti melakukan membuka acak isi flashdisk sambil menatap dr Barry yang mendadak begitu istimewa di mata Andari.


Seorang dokter berani mengatakan perasaannya di hadapan seorang napi, warga binaan dan masih cukup lama berada di situ untuk mendapat tiket bebas harus tetap mempertanggungjawabkan perbuatannya sampai selesai.


"Kenapa Ndari? salahkah diriku ini? Aku merasa hadirnya Kamu di sini telah membuat hatiku tak tenang. Tak bisa kalau Aku tak berterus terang. Jujur semua itu Aku ucapkan dengan sebenarnya itulah perasaanku kini!" suara dr Barry bagai hembusan angin di muka Andari begitu sejuk tapi rona muka Andari menjadi panas.


"Maafkan Aku dok, jika kehadiranku membuat hati dokter tak tenang, tapi Aku tak bisa menjawab apapun untuk saat ini juga kondisi dan keadaanku seperti ini apalagi jika Aku harus merasa senang dengan pernyataan dokter tadi, semoga dokter mengerti maksudku," jawab Andari ringan saja menjawab.

__ADS_1


"Aku akan mengerti Andari apapun jawaban yang Kamu berikan justru Aku yang harus introspeksi diri tidak bisa menahan suatu perasaan yang datang tidak kuduga sebelumnya. Aku begitu ingin memperhatikan Kamu entah untuk rasa apa awalnya semua itu tak Aku pahami. Jawaban apapun Aku menghargainya walaupun Kamu tidak menjawab dan menanggapinya tetapi setidaknya kejujuranku tidak membuat Kamu menjauh, tolong jangan menjauh dariku."


Andari diam, semua yang dr Barry ucapkan memang tidak main-main. Kelihatan dari raut mukanya yang ingin Andari mengerti.


Andari tahu Dirinya memang butuh sosok support dan semua fasilitasnya tapi tidak lantas menyambut semua yang dr Barry ucapkan, membalas semuanya dengan perkataan iya dan penuh suka cita. Andari memang butuh seseorang di sampingnya karena semua orang juga butuh satu sosok penyemangat hidup sandaran perasaan jiwa dan raganya.


"Sekali lagi maafkan Aku dokter, Aku merasa bukan orang yang pantas untuk bisa mengerti perasaan dokter, mungkin hati ini masih merasa sakit dan trauma perlu penyembuhan lama entah sampai kapan,"


"Tak mengapa Andari. Aku tak mengharap jawaban pasti darimu, kapanpun Kamu merasa semua kejujuranku menyentuh hatimu mungkin itulah saatnya tapi jiga saat itu tak kunjung datang Aku akan bersabar, berharap ada keajaiban yang busa menyembuhkan lukamu dan biarlah Aku yang ada di hatimu suatu saat nanti!" pelan tapi pasti dan bisa di mengerti itulah ucapan bijaksana dr Barry yang telah mengalami berbagai cobaan permasalahan dalam hidupnya.


"Andari maafkan kelancanganku sungguh semua itu bukan suatu ucapan yang memerlukan jawaban secara instan, praktis. Jelas perlu pemikiran dan pertimbangan dewasa dan saat ini Aku mengerti juga harus mengerti berusaha mengerti dan sudah Aku duga sebelumnya kalau Aku akan mendapatkan jawaban seperti ini dan mungkin untukku juga tidak tepat mengatakan semuanya saat ini, tetapi dorongan hatiku mengharuskan seperti itu biarlah Kamu tahu isi hatiku walaupun entah kapan Kamu bisa membukanya untukku!"


"Ada Anak dalam kehidupanku dokter yang sampai saat ini Aku rahasiakan keberadaan di sini, masih terlalu kecil untuk bisa mengerti semua ini Aku tidak tahu seandainya Dia sudah dewasa entah seperti apa penerimaannya cuman Aku ikhlas menerima apapun vonis kedua dari anakku nanti setelah vonis hakim saat dia tahu siapa ibunya!"


"Andari, bebanmu terlalu berat Aku membaca menggali semua kisahmu dan perjalanan hingga sampai di sini, bagiku Kamu adalah wanita yang luar biasa menjalani semuanya. Aku tidak melihat kelamnya masa lalu mu tetapi Aku melihat dari sisi lain prestasimu dalam karirmu dalam kehidupan sosialmu dan keberadaan mu di sini telah banyak membuka hati termasuk hatiku."


"Jangan banyak menyanjungku dokter! apalah artinya seorang Andari di sini? yang hanya seorang sampah masyarakat."

__ADS_1


"Tidak Andari Aku kagum padamu Aku ingin menjadi sahabatmu yang bisa membantu semampuku membangkitkan kembali rasa percaya dirimu tanpa di bayang-bayang lagi setitik noda kelam di dalam kehidupanmu mungkin akan jadi satu kebahagiaan bagiku jika Aku bisa mengeluarkan Kamu dari rasa takut cemas trauma dan lain-lainnya."


"Kalau untuk jadi sahabat pintu hatiku telah terbuka lebar dokter, tapi kalau untuk melangkah kepada hal yang lebih pribadi sekali lagi mohon maaf Aku tegaskan sekali lagi mungkin saat ini bukan waktu yang tepat bagi kita. Kalau kita diberi kesempatan dan berumur panjang Aku bisa menyelesaikan keberadaan ku di sini dan Aku mulai membuka hati dan menata masa depanku mungkin saat itu hatiku akan terbuka, walaupun semua itu begitu jauh dan belum Aku pikirkan sama sekali."


"Cukup Andari, Aku paham jadilah sahabatku, mintalah bantuan apapun yang kamu butuhkan ataupun jika Kamu ingin bertemu Anakmu Aku bisa menengoknya dan membawa fotonya ke sini kalau itu membuat hatimu merasa terobati, Tinggal sebutkan alamatnya Aku akan datang baik-baik menjadi duta seorang Ibu yang akan mewakili mu,"


"Dokter terlalu baik padaku, juga walau tahu jawaban hatiku hanya bisa seperti ini," ucap Andari lirih.


"Baiklah, nanti kalau ada waktu Aku akan menjenguk putrimu dan berikan alamat itu!"


Kalau masalah menyangkut putri semata wayangnya Andari merasa tak bisa menolaknya apalagi dr Barry yang telah kelihatan baiknya, Dirinya rela memberikan alamat Kakaknya demi satu keinginan melihat putrinya Amanda walau hanya dengan hasil dokumentasi.


Dr Barry begitu mengerti semua alasan yang di sampaikan Andari malah mungkin dokter Barry akan merasa tiada yakin seandainya Andari langsung menyambut perasaan yang diungkapkannya.


*******


Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2