Noda Kelam Masa Lalu

Noda Kelam Masa Lalu
Assalamu'alaikum dokter!


__ADS_3

"Assalamu'alaikum dokter!"


"Waalaikum salaam masuk Bu Andari apa kabarnya?" dr Barry antusias menyambut Andari yang datang mengunjunginya sore itu.


"Baik dok, dokter juga kabarnya baik-baik saja?"


"Alhamdulillah, senang mendengarnya dengan kesibukan Bu Andari selama ini sampai Kita nggak pernah bertemu," ucap dr Barry sambil tersenyum memandang Andari yang duduk di ujung sofa ruangan prakteknya.


"Iya dok Alhamdulillah, bukan hanya Aku saja yang sibuk tapi semua warga binaan di sini ikut sibuk juga," sahut Andari memberi penjelasan tentang kesibukannya akhir-akhir ini.


"Betul itu, Aku pernah melihat lihat sama Ibu Yohana di ruangan pajangan hasil karya yang sangat luar biasa juga ke belakang menjadi pangling karena di sulap jadi kegiatan yang begitu berarti bagi semuanya," dr Barry tersenyum terlihat bangga.

__ADS_1


"Berkat kekompakan Kami juga dukungan dokter!" sahut Andari merasa keberhasilannya sekarang ini bukan hanya dirinya tetapi atas semua dukungan dan motivasi juga dorongan semua pihak termasuk dr Barry yang dengan lapang hati memberikan peluang memfasilitasi merealisasikan keinginan yang akhirnya sampai juga pada harapan Andari saat ini.


"Aku? memangnya membantu apa Bu Andari?" tanya dr Barry sambil tertawa.


"Banyak dok, Aku sudah banyak merepotkan dokter selalu meminjam komputer, buku-buku dan flashdisk juga kiriman yang selalu datang tak bisa Aku ucapkan terimakasih yang harus seperti apa?"


"Aku belum menyumbangkan apa-apa pada kenyataannya Bu Andari."


"Dokter jangan mengalihkan. Pokoknya terimakasih atas semuanya dokter, banyak yang telah dr sumbangkan secara nyata den dukungan moril sehingga mata Kami terbuka untuk memulai kegiatan yang seperti sekarang ini."


"Maaf dok karena kesibukan juga karena banyaknya kegiatan tanpa di sadari waktu berjalan tanpa terasa."

__ADS_1


"Iya Bu Andari akan datang saat dimana Bu andari senang dan pergi dari sini lalu meninggalkan jejak yang tak ingin Aku lupakan. Jujur Aku yang akan merasa sedih kalau Bu Andari pergi dari sini!"


"Ah, dokter jangan bilang begitu berbahagialah di manapun dan dengan siapapun selalu orang akan bergerak dengan dinamis datang dan pergi itu adalah hal biasa dan semua orang begitu mengharapkan perubahan itu."


"Bu Andari, entah salah atau benar kalau Aku tak menyukai perpisahan termasuk dengan Bu Andari, Aku merasa senang, bahagia dan merasa hidup ini begitu layak di perjuangkan kalau bersama Bu Andari. Aku merasa kalau Bu Andari orang yang paling bisa memahami setelah sekian tahun Aku kehilangan seseorang."


"Aku tidak sebaik yang dokter bayangkan dan pikirkan, Aku hanya orang biasa yang hanya memiliki harapan untuk bisa kembali hidup bermasyarakat walaupun masih lama. Besar harapanku yang membawa semangat tinggi untuk tetap hidup berdiri dan maju yaitu Anakku dokter ingin rasanya Aku menyumbangkan sisa hidup untuk orang yang Aku cintai yaitu Anakku ingin menebus kesalah tak mendampinginya di masa lagi butuh-butuhnya kasih sayang dan perhatian sorang Ibu Aku belum berpikir untuk hal lain."


"Itu bisa Bu Andari mulai pikirkan, Anak juga butuh figur seorang Bapak untuk menyeimbangkan pandangan juga pemikirannya kalau Dirinya harus tercukupi kebutuhannya sehingga merasa lengkap."


Andari diam memang betul semua yang di ucapkan dr Barry, tapi begitu sulit Andari meyakinkan dirinya mungkin karena rasa hati yang masih paranoid yang selalu membayanginya.

__ADS_1


*******


Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat


__ADS_2