Noda Kelam Masa Lalu

Noda Kelam Masa Lalu
Debat pertama


__ADS_3

"Katakan kalau itu tidak benar!"


"Ibu, maaf semua yang Netty katakan itu benar, Aku mencintainya. Aku akan menunggunya sampai Andari bisa bebas," ucap Nael malah meyakinkan Ibunya.


"Astaghfirullah Nak, apa tak ada gadis lain selain orang yang ada di balik sel penjara? bukalah mata hatimu siapa Andari itu?" jawab Ibu Rina Darmawan sambil menghela nafas dalam.


"Banyak Ibu gadis-gadis cantik, yang kalem juga centil banyak yang cengengesan kayak temannya Si Net, cari perhatian saja hanya obrolan ABG kalau duduk dekat mereka. Bukan itu yang akan harapkan, terlalu banyak malah Bu gadis yang hanya main main dan cari kesenangan tapi Aku tak menemukan yang seperti Andari merasa sempurna saja dalam pandanganku,' ucap Nael dengan yakin.


"Apa yang di maksud sempurna? dari sisi mana Kamu melihatnya Nak? kalau memang sempurna tak akan berada di sana dan tak akan menodai perjalanan hidupnya dengan aib juga masalah, Ibu melihatnya itu orang sakit dan labil dalam pemikiran jangan menjerumuskan diri masuk di kehidupan nya masih banyak waktu dan pilihan yang lebih baik!" ucap Ibu Rina Darmawan dengan sedikit nada tinggi.


"Ibu sama saja dengan orang lain yang memandang seorang warga binaan adalah aib padahal mereka lagi menjalani konsekuensi untuk lebih baik lagi, lihat keseharian mereka penuh dengan hal yang bermanfaat melebihi Kita yang di luar sini, ada yang sudah hafal Al-Qur'an beberapa juz, dan melakukan kegiatan keterampilan lainnya, satu pertanyaan yang Aku tanyakan akan seperti apa perasaan Ibu seandainya salah satu warga binaan itu keluarga terdekat Kita? apa Kita juga akan ikut berjuang untuk mendapatkan pengakuan di masyarakat kembali?"

__ADS_1


"Ibu tak mau mengerti Nak, selain tinggalkan perempuan itu bukan masalah jandanya tapi kasusnya yang akan mengotori keluarga Kita nantinya, silahkan sampaikan pada Bapakmu nanti pasti akan sama pandangannya seperti Ibu," jawab Ibu Rina Darmawan tetap tegas dengan penolakannya.


"Net terimakasih telah memberitahukan Ibu, karena sekarang atau besok juga dan seterusnya Aku tetap pada keinginanku seperti keinginanmu pada Mas Ricko walau di tentang orangtua Kita, bukan Aku mengajak untuk membangkang tapi kalau rasa itu sudah ada di dalam hati bagaimana rasanya di paksa harus merubahnya?"


Netty diam hanya hatinya membenarkan walau Dirinya masih dalam galau dan diantara mereka telah terjadi kesepakatan kalau mereka akan sama-sama saling mendukung dengan alasan masing-masing.


"Ibu semata karena sayang dan perduli sama anak-anak Ibu, berpikirlah jauh ke depan dengan mempertimbangkan pandangan masyarakat keluarga besar Kita dan perasaan Ibu Bapakmu sendiri Nak."


Nael meninggalkan Ibunya juga Netty yang masih duduk di ruang keluarga.


Ada baiknya Netty menyampaikan pada Ibunya hari ini juga. Jadi Nael bisa berusaha dan banyak waktu untuk bisa menyakinkan dan meminta restu kedua orangtuanya.

__ADS_1


"Begitu sifat Kakakmu kalau punya pendirian selalu keras kepala dan merasa benar sendiri."


"Ibu, Mbak Andari masih lama kelihatannya kalau sampai bebas jadi masih banyak kemungkinan berubahnya pemikiran Kak Nael."


"Itu kalau bisa di rubah, kalau tidak? tahu sendiri ke kamu itu kalau sudah punya keinginan selalu kuat mempertahankan prinsipnya. Ibu merasa nggak rela saja karena bagi Ibu masih banyak pilihan dengan orang-orang yang tidak bermasalah."


"Sebenarnya Aku juga habis curhat tadi sama Kak Nael Bu, lebih ke diskusi. Apa salahnya hubunganku dengan Mas Ricko? kenapa menjadi permasalahan Bapak juga Ibu?"


"Sepertinya dua-duanya Anak Ibu punya pilihannya tidak sesuai dengan harapan Ibu Bapak selama ini"


*******

__ADS_1


Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat


__ADS_2