
Ibu Rina Darmawan menghela nafas dalam dan berat, bagaimana lagi cara agar Anaknya bisa segera punya kekasih. Lebih jauhnya untuk segera berumah tangga.
Pandangannya terhalang saat putrinya Netty memanggilnya.
Masuk putrinya Netty yang sudah memakai piyama mandi habis berenang.
"Bu Kak Nael mau ke mana tuh?" tanya Netty sambil melihat Kakaknya yang sudah tak kelihatan
"Seperti biasa katanya cari keringat sama temannya."
"Tadi juga saat datang Aku mau mengenalkan sama temanku Yasmin juga Monik sepertinya Kakak tidak ada ketertarikan sama sekali jadi Aku malah males Bu," ucap Netty cemberut.
"Jangan bersikap begitu, namanya juga usaha ya tetap saja berusaha siapa tahu ada yang nyangkut dan nyantol di hati Kakakmu kita tidak tahu seleranya seperti apa yang pasti kita sebagai keluarga mengupayakan yang terbaik buat Kakakmu itu," jawab Ibu Rina Darmawan menanggapi kekesalan putrinya Netty akan sikap Nael yang seperti acuh tak acuh saja.
"Iya Bu, tapi kalau tanggapannya cuek begitu Aku juga jadi malu sama temanku punya Kakak kok jutek banget."
"Sebenarnya sikap Kakakmu tidak begitu begitu amat kalau Ibu lihat. Hanya kita belum tahu saja seperti apa kesukaannya seperti apa seleranya, dan perempuan seperti apa yang di sukanya, Ibu juga jadi penasaran siapa nanti cewek beruntung yang bisa memenangkan hatinya mungkin tidak hanya cantik tetapi harus punya brain yang tinggi seperti yang bisa mengimbangi kepintaran Dia mungkin seperti itu," jawab Ibu Rina Darmawan menanggapi kesalnya hati Netty yang telah berusaha mengenalkan temannya mengikuti saran dari Ibunya tapi pada kenyataannya ditanggapi sama Kakaknya begitu cuek tanpa tanggapan dan respon sama sekali.
"Bu, semua temanku itu begitu berkualitas Monik bintang kampus dan Yasmin juga bintang pelajar yang akan mewakili kampus di olimpiade sain, cantik cantik lagi tapi semua tak membuat Kak Nael tertarik!"
"Belum saja sepertinya,"
"Semoga saja nanti nanti akan ada perubahan."
"Dari kedua temanmu itu siapa yang punya ketertarikan sama Kakakmu? dan menurutmu cocok dengan Kakakmu itu?" tanya Ibu Rina Darmawan sambil tersenyum memandang wajah cantik putrinya dengan rambut basah.
"Sepertinya Monik Bu, kalau Yasmin biasa saja sepertinya tapi nggak tahu juga itu hanya pandangan ku saja, kenapa memang Bu?"
__ADS_1
"Ya sudah nanti malam ajak temanmu itu Monik makan malam di rumah, apapun cara harus kita lakukan sebagai kelurga yang baik dan mencarikan yang terbaik buat Kakakmu itu!" pinta Ibu Rina Darmawan meyakinkan putrinya.
"Betul Bu? Emang ada apa?"
"Ibu pengen makan bareng saja dan mendengar pandangan Kakakmu dan ngobrol sama temanmu yang katanya pintar itu!" jawab Ibu Rina Darmawan sambil tersenyum.
"Ibu yakin Kalau Kakak mau makan malam nanti?" tanya Netty mengerutkan keningnya.
Sepengetahuan Netty Kakaknya kadang kadang makan di rumah dan paling sering yang makan malam hanya bertiga saja Bapak sama Ibunya juga dirinya. Setiap ditanya ada saja alasan Kakaknya Nael. Habis bertemu klien lah, sudah makan nggak enak diajak sama teman tadi lah dan seribu alasan lainnya.
"Tadi Kakakmu sudah janji mau makan malam di rumah," jawab Ibu Rina Darmawan sambil mengangguk lembut meyakinkan Netty.
"Tapi Aku ajak Ricko juga ya Bu! biar nggak timpang, hehehe..."
"Boleh saja, walau sebenarnya Bapakmu kurang begitu suka sama tuh pembalap, coba kalau hobinya bukan seperti itu pasti Bapakmu sudah begitu suka," sahut Ibu Rina Darmawan merasa kurang sreg saja atas pilihan putrinya punya pacar seorang yang punya hobby balapan sangat penuh resiko walau Bapaknya seorang pejabat daerah tapi sepertinya belum memberikan respon terlalu jauh masih banyak kemungkinan yang bisa dijalani putrinya selain memilih seorang Ricko.
Kadang Ibunya yang banyak mengalah sama putri kesayangannya, walau kecemasan selalu saja ada. Anaknya tak ingin lebih cepat jadi janda nantinya maunya yang hidup normal normal saja tidak selalu membuat adrenalin naik terus dan diuji setiap waktu.
"Iya iya, nanti kalau ada kesempatan akan Ibu yakinkan lagi semoga Bapakmu bisa mengerti," jawab Ibu Rina Darmawan sambil tersenyum melihat muka putrinya merengut.
"Oke, Aku tanya dan ajak Monik nanti malam makan malam di sini juga mau telpon Mas Ricko semoga bisa datang."
Netty balik lagi ke kolam renang dengan muka gembira, dan langsung teriak sama dua temannya yang sudah naik dari kolam renang.
"Hai bestie, kok udahan?"
"Gue capek Net, sampai ngos-ngosan, Lo sendiri ngapain naik duluan?"
__ADS_1
"Gue tanya Ibu ke mana Kak Nael tadi itu? Sorry ya Monik atas sikap Kakak Gue yang tidak begitu bersahabat," ujar Netty sambil memandang wajah basah Monik.
"Nggak apa kok Net, biasa saja orang baru kenal ya begitu
tak butuh, lain kalau sudah kenal semua enak aja dan nyaman. Ke mana emangnya Kakakmu pergi tadi?" tanya Monik walau hatinya kecewa di pertemuan pertama mereka Nael kakaknya Netty tak memberikan respon baik malah seperti tak suka. Terbukti malah pergi bukannya gabung dengan mereka.
"Sepertinya mau bulutangkis. Dari dulu emang hobby nya olahraga itu. Tapi Ibuku ajak Lo nanti makan malam di sini sama Ricko juga soalnya Kakakku tadi kata Ibuku janji mau makan malam di rumah!" ucap Netty pada Monik.
"Serius Lo?"
"Cieee...sepertinya ada peluang nih nanti malam, tapi sayang Gue udah kepalang undur diri tapi di do'a kan semoga lancar ya!" ucap Yasmin memegang tangan sahabatnya.
"Iya lah doakan, kalau Gue bisa jadi ipar nya Netty banyak hati yang akan senang hahaha..."
Mereka tergelak, sambil minum dan makan cemilan sebelum membilas tubuh mereka di kamar mandi.
"Lo kuat banget Yas, renang Lo sudah kayak profesional saja bolak balik tanpa henti hanya ganti gaya saja nggak capek tuh?"
"Lumayan, tapi salah satu latihan pernafasan juga yang paling baik, soalnya nanti Gue kalau lolos maju di pemilihan Abang None di wilayah Gue tinggal, Itu saran teman Papaku makanya soal cowok gue pending dulu fokus pada materi yang akan di uji kan nanti."
"Wah, serius Yas? selamat ya semoga maju dan menang kita sebagai sahabat Lo bangga juga."
"Ya ampun Yasmin kenapa Lo baru bocorin sekarang? mau bikin kejutan ya?"
"Bukan, tapi Gue juga merasa nggak yakin lolos tapi yang merekomendasikan walikotanya sendiri, Justru Papa sama Mamaku yang paling optimis."
"Lo pintar, semua yang ditanyakan juri nanti pasti Lo kuasai, dan lo juga cantik Gue juga yakin dan merasa optimis banget, Kampus kita yang paling bangga nantinya kalau Lo jadi pemenang."
__ADS_1
*******
Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat