
"Lo sudah bertemu lagi dengan Kakaknya Netty itu belum Mon?" tanya Yasmin selesai pulang kuliah mereka jalan bareng menuju parkiran.
"Belum Yas, Gue merasa heran sama tuh cowok apa memang Dia belum punya pacar atau sudah punya pacar ya? kenapa begitu sulit bagai belut yang licin untuk didekati?" jelas Monik sambil melirik Yasmin sahabatnya.
"Gue bertemu sama Dia waktu Bapakku mau bertemu agen iklan lalu Gue di kenalkan ternyata perusahaan yang Kak Nael pimpin adalah relasi Bapak Gue selama ini, antara percaya dan tidak Gue berpikir ternyata selama ini perusahaan Bapak Gue berpartner dengan perusahaan orang tuanya Netty." ucap Yasmin dengan antusias.
"Wah jadi gimana?" Monik merasa kaget juga. Langsung jalannya berhenti dan memandang sahabatnya Yasmin.
"Ya begitulah, saat dulu pertama kali Gue melihat Kak Nael menyatakan mundur untuk mendekatinya karena melihat sikap dinginnya tapi setelah Gue bertemu di kantornya dan bertemu lagi di rumah makan tertarik juga Mon," Ucapan Yasmin membuat Monik melongo dan langsung tertegun.
"Maksud Lo apa?"
"Ya Aku menarik kembali kata-kata Gue yang pernah di ucapkan kemarin-kemarin. Kita bersaing dengan sehat lah kalau memang jodoh dan Kak Nael belum punya pacar biarlah salah satu diantara Kita yang akan menjadi pilihannya," ucap Yasmin merubah kembali kesepakatan awal mereka.
__ADS_1
"Lo serius Yas?"
"Iya, setelah bertemu dari dekat Gue tertarik juga ketampanannya, simpatik dan wibawanya juga masa depan yang Gue titipkan hahaha..." Yasmin tertawa merasa tak percaya juga dengan perasaannya sendiri kalau kini berubah jadi simpatik pada Si Dingin sok tak butuh itu.
"Lo plin-plan banget jadi orang? tadinya nggak mau jadi mengundurkan diri. Gue semangat eh ke sini mau juga! jujur sebenarnya Gue malas bersaing sama teman tapi karena Lo yang menantang Gue siap saja." Monik merasa punya saingan kini.
"Gue terpesona Mon saat makan di restoran ternyata pembawaannya sama semuanya gaya bicara dan kepemimpinannya Gue suka banget.
Monik diam merasa tersaingi dan tak terlalu suka dengan kompetisi apalagi kompetitornya sahabatnya sendiri akan runyam jadinya. bisa-bisa persahabatan mereka yang akan bubar dan akhirnya tak satupun yang di Pilih Nael.
"Iya Mon kenapa? apa Gue salah punya rasa pada Kak Nael sama seperti Lo? yang terpenting diantara Kita belum ada yang Kak nael taksir entahlah...."
Tapi setidaknya jangan Dia lah kan lo sudahbtahu dia incaran Gue?
__ADS_1
Diantara Kita belum ada yang mendapatkan perhatiannya jadi sama saja semua orang sah sah saja untuk memenangkan hatinya juga untuk memperebutkan siap nanti yang bisa masuk di kehidupannya walau dengan cara apapun.
"Tapi sepertinya Lo semangat banget Yas?"
"Ya memang harus semangat memperjuangkan apapun, terlebih perasaan sendiri dan cinta bagi masa depan kalau bukan kita yang memperjuangkan siapa yang perduli?"
"Baiklah Yasmin Gue terima walau Gue nggak suka bersaing dengan Lo tapi salah satu diantara kita ada yang sampai pacaran dan lebih jauhnya menikah sama Dia jangan pernah permasalahan apapun Kita tetap jadi sahabat!" ucap Monik sebelum mereka berpisah naik kendaraannya masing-masing.
Deal!
Mereka bersalaman laksana melakukan perjanjian biasa saja tak ada hitam diatas putih.
*******
__ADS_1
Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat