
Makan dan jalan bersama akhirnya berempat duduk satu meja menjadikan hati Netty dan Yasmin senang. Sabrina hanya menemani saja karena diajak Pak Nael sambil diskusi dan ngobrol sama Yasmin.
Nael yang di temani asisten nya Sabrina dengan mengikuti ajakan Adiknya Netty berusaha bersikap biasa karena Yasmin adalah kliennya walau Nael merasa enggan tadinya, karena bersama Sabrina akhirnya mau juga setengah di paksa Adiknya dwngan harapan Nael lebih akrab dengan Yasmin.
Sabrina tahu kalau atasannya lagi tidak mood dan makan bersama hanya formalitas saja dan berusaha menghargai ajakan Adiknya juga menghargai Yasmin sebagai kliennya.
Karena ada pertemuan Yasmin yang datang membuat Nael batal mau bertemu keluarga Andari dan itu mengganggu pikirannya.
Yasmin mengerti kalau Nael tak memberikan perhatian khusus pada dirinya makanya lebih banyak diam saat makan siang bersama.
Walau jauh di dalam hati Yasmin mengagumi Kakaknya Netty ini dari segi penampilan dan segalanya terlihat begitu sempurna seorang laki-laki yang dewasa dan mapan juga kharismatik.
Netty mengerti kalau Kakaknya seperti tidak suka dengan temannya baik Yasmin juga Monik yang pernah diundang ke rumahnya makan malam, lalu cewek seperti apa yang diinginkannya Kakaknya? Netty menjadi bingung.
Monik cantik juga pintar sedang Yasmin selain cantik juga punya segudang prestasi yang membanggakan bahkan akan menjadi perwakilan wilayahnya di ajang pemilihan Abang dan None yang terkenal itu, tapi kelihatan Nael sama sekali tak punya minat pada semua cewek seusia Adiknya itu.
__ADS_1
Sampai pada waktu pulang Netty menganggap itu makan siang kaku karena Nael hanya sibuk bicara sama asistennya saja Sabrina bicara seputar pekerjaan sedang pada Netty juga Yasmin hanya sekali-kali saja Nael mengajak bicara dan menciptakan topik pembicaraan yang kelihatan sangat terbatas untuk dikembangkan menjadi obrolan yang sangat menarik.
Akhirnya Yasmin pulang selesai makan siang bersama sopirnya. Nael juga Netty sama Sabrina balik lagi ke kantor dan Netty langsung saja bicara menyemprot Kakaknya seperti biasa dengan kebawelan nya.
"Kak gimana sih kenapa begitu amat sikapnya sama Yasmin manis kek sedikit apa susahnya?" ucap Netty sedikit ngambek melihat tadi sikap Kakaknya pada bertemannya itu.
"Emang sikap Gue mesti bagaimana? sok akrab? atau langsung sok pura-pura sudah kenal tahunan? kenapa kok jadi Lo yang sewot sama Gue?" jawab Nael datar saja.
"Kakak ini gimana sih coba rubah sikapnya sama cewek itu biar nggak jomblo terus soalnya Ibu itu sudah khawatir tingkat tinggi sama Kakak!"
"Apa urusannya? Gue merasa sudah bersikap baik pada semua klien, Si Yasmin itu klien Gue tapi bukan teman gue, melainkan teman Lo yang berusaha di paksakan kenal ke Gue. Jadi Gue merasa tidak ada beban apapun tidak ada keharusan harus bersikap seperti apa. Gue orang bebas dan seharusnya Lo jangan atur kehidupan gue Gue punya planning sendiri untuk hidup dan masa depan Gue karena Gue juga tidak ada sedikitpun ikut campur pada urusan Lo kecuali diberi tanggung jawab untuk mengawasi Lo sama Bokap juga nyokap!"
"Yang susah Itu Gue memahami pikiran Lo! maksa maksa orang saja Gue sudah berusaha sebaik mungkin berkomunikasi masa Gue baru Kenalan harus langsung suka? kenalan terus ucap cinta atau malah tanya masih kosong nggak? itu bukan kebiasaan gue tahu, norak dan bukan type Gue!"
Netty jadi cemberut mendengar alasan Kakaknya soal cewek.
__ADS_1
"Gue sebenarnya sudah punya pacar dan calon tapi harus sabar menuggu, karena belum saatnya gue buka pada Lo juga Bapak sama Ibu," jawab Nael berusaha ingin membuka dulu bahkan untuk memberitahukannya juga Nael merasa belum saatnya.
"Aku nggak percaya siapa cewek yang mau sama Kakak yang dingin dan kecut begitu!"
"Lo meledek Gue ya? dua temen Lob itu suka sama Gue dan berusaha menarik perhatian Gue bukan?"
"Susah ngomong sama Kakak!"
"Gue lebih susah ngomong sama Lo!"
Akhirnya mereka pada diam-diaman. Netty berusaha demi kebaikan Kakaknya Itu tapi Nael seolah tak menghargainya.
Nael tak perduli apa yang di sebutkan sama Adiknya, mau jomblo mau dingin juga kecut atau terlalu resmi juga tidak romantis dan lembut, semua predikat itu bukan dirinya.
Nael percaya dengan cintanya yang sebenarnya mungkin akan menjadi perdebatan dalam keluarganya, tapi Nael sudah siap dengan semua itu.
__ADS_1
*******
Sambil nunggu up NODA KELAM MASA LALU Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, By Enis Sudrajat