
"Menyembuhkan?"
Laki-laki yang berumur 20 tahun-an ini sepertinya kakaknya. Ia terlihat bingung mendengar Tatsumi mengatakan itu.
"Benar, sebelumnya mereka juga menyelamatkan kami, biar aku perkenalkan mereka. Dari kanan ke kiri Bruce, Lilith, Riska dan Zen."
"Begitu, jadi kau yang bernama Zen."
Laki-laki yang mendekat padaku ini pasti ayahnya atau lebih tepatnya raja.
"Benar, apa ada yang salah?"
"Tidak, hanya saja wajahmu mirip dengan seseorang. Tapi... siapa ya?"
Dia bingung di dunianya sendiri setelah melihat wajahku.
"Oh, maafkan aku. Kami belum memperkenalkan diri, namaku Altson Agate dan ini putraku Adelino Agate."
Mereka membungkuk padaku.
Aku melihat ibunya Tatsumi yang sedang berbaring di kasur. Namun, aku merasakan ada sesuatu yang jahat mengelilingi tubuhnya.
"Apa yang terjadi dengan istri anda?"
"Oh... ya, maafkan aku. Istriku mengalami kebutaan setelah sebuah portal aneh yang tiba-tiba muncul di dekat kerajaanku."
Dia terlihat berbeda dengan raja yang sebelumnya aku temui. Namun, apa yang maksudnya portal aneh? apa itu portal yang sama yang aku temui saat keluar dari hutan kematian?
Aku berada di duniaku sendiri memikirkan itu.
Sedetik kemudian aku kembali dan mulai bertanya lagi.
"Aku mungkin bisa menyembuhkan mata istri anda, tapi aku ingin anda menjawab pertanyaanku."
"Tentu."
"Apakah portal aneh itu melayang di langit?"
"Benar, apa kau tahu sesuatu?"
__ADS_1
Sepertinya dugaanku benar, meskipun aku tidak tahu portal apa itu namun aku punya satu kesimpulan. Kalau portal itu adalah sesuatu yang harus di basmi dan kerajaan Fredrosse memanggil kami untuk itu.
"Tidak, tidak ada."
Ia membantu istrinya duduk dan aku berjalan mendekatinya. Tanpa banyak bicara aku langsung menempelkan tanganku ke matanya.
"[Ex Mega Heall]"
Cahaya lembut berwarna hijau mengalir dari tanganku ke matanya. Ketika cahayanya memudar, aku menarik tanganku.
Pandangannya mengembara sesaat sebelum perlahan-lahan mulai tenang. Setelah mengedipkan kelopak matanya beberapa kali, ia diam-diam melihat ke arah suami dan anak-anaknya.
"... A-aku tidak bisa... melihat? Sayang...! Aku bisa melihat!" Air mata mulai mengalir dari matanya.
"Alisha ...!"
"Ibu!" Mereka bertiga saling berpelukan dan mulai menangis. Akhirnya melihat suami dan anak-anaknya lagi,ia tersenyum cerah melalui air matanya. Dia hanya terus menatap mereka melalui mata yang ternodai air mata. Wajah-wajah keluarga tercinta.
Sebas, yang diam-diam menonton pemandangan itu dari dekat, mengangkat wajahnya dan mulai terisak juga.
"Uwah ... Aku sangat senang!" Brull tersedak.
"Aku benar-benar senang untuk mereka, aku...!"
Tunggu, kenapa kalian juga ikut menangis? Tunggu dulu bukankah ini membuatku menjadi orang yang mengerikan karena satu-satunya yang tidak menangis? Saya merasa tersentuh oleh seluruh adegan ini juga, kalian tahu! Hanya saja aku berada di dalam tekanan untuk memastikan apakah itu berhasil sehingga aku lebih lega daripada bahagia sekarang ... ah, lupakan saja.
Untuk saat ini, kami menonton dengan hangat ketika keluarga bersukacita.
********
"Aku sangat berhutang Budi padamu. Sungguh, Kau tidak tidak tahu artinya semua ini bagi saya. Anda tidak hanya menyelamatkan putriku, tapi juga menyembuhkan mata istri saya ... Terima kasih, terima kasih banyak." Raja tunduk padaku. Saya benar-benar tidak pandai dengan situasi itu. Aku tidak bisa terus membuat pria ini tunduk.
Tatsumi masih di dalam kamar. Kami dibawa ke ruang tamu, tempat kami duduk di kursi-kursi mewah di sebrang raja dan pangeran.
"Tidak perlu berterima kasih, aku hanya sedikit membantu. Tatsumi aman, Dan istrimu sudah sembuh. Kami senang semuanya baik-baik saja sekarang."
"Tidak, aku tidak bisa membiarkannya begitu saja. Aku benar-benar harus menunjukkan tingkat terima kasih yang tepat. Sebas bawa itu."
"Baik, tuan." Sebas membawa nampan besi dengan beberapa benda di atasnya.
__ADS_1
"Pertama-tama, ambil ini. Ini hadiahmu karena telah menyelamatkan putriku. Serta mengawalnya ke rumahnya dengan aman." Sebas memberiku tas yang aku anggap untuk menyimpan uang di dalamnya.
"Di dalamnya terdapat 50 koin platinum di dalamnya."
"Hah?!
"Apa?!"
"Eh?!"
Mereka sepertinya mengerti situasinya dengan segera, tapi aku tidak yakin apa arti dari ini. Bahkan aku tidak tahu 50 koin platinum itu jumlah yang besar atau kecil namun melihat mereka terkejut seperti itu sepertinya ini jumlah yang sangat banyak, aku bertanya pada Brull yang duduk di sebelahku.
"Hei, Brull, berapa 50 koin platinum itu?"
"Sepertinya kau belum mengenal sistem uang di dunia ini ya? itu... sama seperti peringkat kita. Yang paling rendah adalah adalah perunggu dan yang paling tinggi adalah platinum. 1 koin perunggu hanya bisa membeli permen sementara 1 koin platinum bisa membeli 2 atau 3 rumah besar. 100 koin perunggu setara 1 koin perak, 100 koin perak setara 1 koin emas dan 100 koin emas setara 1 koin platinum."
Bukankah artinya itu 50 koin platinum setara dengan 50.000.000 koin perunggu? itu artinya bukankah sangat banyak?!
"Aku tidak bisa menerima ini! Itu terlalu banyak!" Setelah aku menyadari betapa banyak yang di berikan pada kami, aku buru-buru menolaknya. Tidak mungkin yang kami lakukan senilai dengan itu.
"Jangan katakan seperti itu, tolong, terima saja. Jika anda berencana mencari nafkah sebagai petualang. Saya yakin anda akan mencapai titik dimana anda akan menemukan diri Anda membutuhkan uang ini. Anggap saja dana untuk disimpan ketika saatnya tiba."
"Yah ...!" Dia benar, uang itu mungkin akan sangat berguna. Aku benci mengakuinya, tetapi ada hal-hal di dunia ini yang hanya bisa diselesaikan dengan uang. Selain itu, dilihat dari kepribadiannya, dia tidak akan menyerah sampai aku menerima hadiahnya.
"Selain itu, aku ingin memberi kalian masing-masing salah satu dari ini." Empat medali berbaris di atas meja. Masing-masing memiliki diameter sekitar lima sentimeter. Desain medali menampilkan tiga batu sebagai latar dan sepasang pedang yang menyilang di tengahnya.
"Itu adalah medali yang menampilkan lambang kerajaan Agate. Dengan ini kalian, kalian dapat melewati setiap pos pemeriksaan dengan relatif mudah, dan jika kalian terjadi sesuatu, kami akan bertindak sebagai jaminan bahwa kerajaan kami akan memberikan dukungan kepada kalian."
Menurut mereka, medali itu biasanya diberikan kepada pedagang ekslusif mereka atau tokoh penting lainnya. Namun, yang kami miliki sedikit berbeda. Yang digunakan pedagang ekslusif atau tokoh penting mereka itu hanya sebuah medali biasa yang diatas diukir satu kata, sementara medali milik kami merupakan item yang dapat menyimpan sihir dan tidak ada kata yang di ukir di atasnya.
"Coba berikan sedikit mana pada medalinya."
Kami memegang dengan satu tangan dan memberikan sedikit mana pada medali, tidak lama sebuah kata terukir di atasnya.
"Itu adalah kata yang melambangkan kalian, bagaimana?"
Medali Brull membawa kata "Kekuatan," Lilith adalah "Ketulusan," Riska adalah "Kebaikan," sementara aku membawa kata "Kehancuran."
Kehancuran, eh ... Sepertinya aku terlalu banyak memberikan mana.
__ADS_1