
"Apa yang kau lakukan?!"
Leon berteriak karena kesal setelah melihat Teo membeku menjadi es.
"Tidak ada, hanya mendinginkan otaknya yang panas."
Aku tahu kalau Teo sangat menyukai Misaki, bahkan wallpaper handphonenya adalah foto Misaki yang ia ambil diam-diam.
Meski begitu, Misaki tahu perasaannya Teo padanya, ia sudah pernah menolak Teo namun sepertinya Teo tidak menyerah.
Setelah melihat cara bicara Misaki pada Brull, aku yakin kalau Misaki memiliki perasaan pada Brull namun sepertinya Brull juga begitu.
"Maaf saja, kalau aku mengabaikan kalian. Kalian tahu, kalau Zen tidak suka pada seseorang maka aku juga tidak menyukai orang itu."
Brull mendekat padaku dan melanjutkan kata-katanya.
"Kawan, lepaskan saja. Kurasa dia akan mati."
Aku melihat Teo yang mulai kehabisan nafas dengan segera aku menghancurkan es dengan menjetikan jari.
"Kali ini, aku melepaskanmu tapi kalau kau mencoba menyerang diam-diam lagi." Dengan amarah yang keluar, aura bocor secara tak sadar. "Akan ku bawa kalian ke neraka."
Leon dan yang lainnya ketakutan sehingga mereka pergi meninggalkan kami, saat mereka pergi aku menoleh ke belakang karena merasakan ada sesuatu yang berbahaya yang datang.
"Ada apa Zen?"
"Kau juga merasakannya ya?"
Saat para gadis masih bertanya-tanya, aku dan Brull tahu sesuatu yang mengerikan sedang menuju kemari, Brull memiliki kemampuan untuk merasakan mana seseorang dengan begitu ia bisa membedakan mana yang kuat dan yang lemah.
"Ada apa kalian berdua, ekspresi kalian begitu serius."
"Ini hanya dugaanku, sepertinya dia sama seperti iblis yang datang ke sekolah."
"Ya, kemungkinan besar dia juga mendapatkan kekuatan untuk menjadi iblis."
Saat aku dan Brull masih terfokus pada hutan karena dia datang sedang berjalan kemari dari sana.
Seorang pria muncul dari dalam hutan dengan mata putih dan busa yang keluar dari mulutnya, ada lagi yang datang dari hutan sepertinya masih ada yang lainnya.
"Kenapa mereka?"
"Apa ini mereka semua memiliki mana yang mengerikan."
"Brull, apakah di dekat sini ada desa atau kota?"
"Kurasa di belakang hutan ini ada desa kecil. Kenapa memangnya?"
"Ini hanya dugaanku, mereka semua adalah warga desa itu, dan mereka diubah menjadi iblis."
"Apa!?"
Mereka terlihat seperti zombie daripada iblis, apa yang harus kulakukan pada mereka. Apakah aku harus membunuh mereka semua? Sial, aku tidak tahu apa yang terjadi.
Saat aku masih berpikir, para zombie itu datang menyerang secara bersamaan.
"Apa yang kau lakukan, kawan? Fokus."
Brull berhasil menahan zombie itu dengan palunya saat akan menyerangku. Kurasa aku tidak punya pilihan lain, membunuh mereka semua mungkin adalah keputusan yang tepat.
Maaf kalian.
__ADS_1
"[Wind Bullet]"
Peluru anginku berhasil mengenai zombie yang ditahan Brull meskipun ia terkena
seranganku tapi tidak luka sama sekali.
Sial, apakah mereka tidak bisa mati?
"Zen, menunduk!"
"[Fi****re Cyclone]"
"[snowstorm]"
Mereka bertiga melancarkan serangan bersamaan, serangan mereka berhasil mengenai mereka namun meskipun ada luka berkat serangan tadi namun secara perlahan luka itu sembuh dengan sendirinya.
"Apa ini? Kenapa mereka masih hidup?"
"Mereka... beregenerasi?"
"Kalau seperti ini terus mustahil melawannya."
"Datanglah, pedang!"
aku terus menyerang mereka dengan pedang, namun aku juga terus berpikir cara melukainya, berapa kali pun aku menebas mereka, mereka terus beregenerasi.
"{Apa ini? Hanya kroco seperti ini saja kau sudah kewalahan.}" (Lucifer)
"{Benar, kau ini bodoh ya?}" (Abbadon)
"Apa maksud kalian? Setidaknya bantu aku bukan mengejekku."
"{Ayolah, bung. Apa kau tidak melihat itu, garis mana yang keluar dari punggung mereka. Mereka sepertinya dikendalikan oleh seseorang dari kejauhan, jadi berapa kali pun kau mengalahkan mereka selama si pengendali masih ada itu sama saja seperti menyerang angin.}" (Lucifer)
"Lilith, jika kau melihat seseorang di hutan, serang dia!"
"Baik. [night vision]"
Lilith menarik tali busur ke arah hutan, saat ia melepas panahnya, itu membuat ledakan sangat besar di dalam hutan.
Para zombie pun berhenti menyerang dan terkapar di tanah. Seperti dugaanku, mereka ada di hutan.
"Eh? Apakah sudah selesai?"
"Kerja bagus Lilith."
Saat aku mengatakan itu, air mata mulai keluar dari mata Lilith dan ia mencoba menahannya dengan menarik nafas.
"Akhirnya aku di puji oleh Zen!"
Jadi itu yang membuatmu menangis ya?! Dasar. Dan juga Rina berhenti menatapku dengan tajam seperti itu.
"Hei Zen, bagaimana kau tahu cara menghentikan mereka?"
"Iblis di dalam tubuhku memberitahukan kalau mereka dikendalikan oleh seseorang jadi aku berpikir kalau mereka bersembunyi di dalam hutan jadi aku menyuruh Lilith menyerang ke hutan."
"Hahaha. Seperti yang di harapkan dari Zen."
"Dan juga terima kasih telah melindungi ku, partner."
"partner? begitu ya? Kalau begitu aku Bruce Will pria terkuat akan membantu Zen Ignatius!"
__ADS_1
Mendengar pengakuan itu kami hanya tersenyum sambil menatap Brull.
"Lalu apa yang akan kita lakukan padanya?"
"Apa kita akan membunuhnya?"
Aku bingung apa yang harus kulakukan pada pengendali iblis ini tapi kurasa mengambil informasi darinya akan sangat membantu.
Kami berjalan ke dalam hutan dan ada dua orang berjubah putih sedang tergeletak di tanah. Tapi, entah kenapa aku merasa seperti sudah bertemu dengan mereka sebelumnya, apa hanya perasaanku saja?
Brull mengikat mereka berdua dengan tali, akhirnya mereka sudah sadarkan diri. Satu laki-laki dan perempuan, dilihat dari usianya sepertinya mereka sepasang kekasih.
"Kalian berdua, kalau kalian ingin hidup jawab pertanyaan kami dengan jujur."
Gertakan Brull membuat mereka menggigil ketakutan, agar mereka tidak membuang waktu lama aku langsung bertanya kepada mereka.
"Katakan siapa yang menyuruh kalian?"
"A-Aku tidak... tahu."
"Jawab dengan benar!"
Hmm, aku tidak merasakan kebohongan darinya.
"Hentikan Brull, kalau begitu apa kau tahu seperti apa yang menyuruhmu?"
"Y-ya, aku tidak tahu namanya tapi kurasa dia pria sekitar 40 tahun dan selalu memakai jubah hitam."
Sepertinya orang yang dia maksud adalah Melves.
"S-Sebelumnya kami pernah mencoba membunuhmu tapi karena gagal kami kabur, tolong maafkan kami."
Mereka menangis dan meminta maaf, tapi dia bilang sebelumnya mencoba membunuhku sebelumnya? Itu artinya dia yang pergi dengan familiar burung itu.
"Jadi kau yang waktu itu menyerang kami saat di Arez?"
"B-Benar."
Brull tersenyum dan mengeluarkan sihir di tangannya. Aku lupa kalau Brull akan membunuhnya jika bertemu dengan mereka.
"Jadi kau ya? Kalau begitu matilah dengan tenang."
Dengan cepat Laura membekukan tangan Brull dengan sihir esnya, untung saja tepat waktu kalau tidak...
"Tenanglah Brull, karena kalian sudah jujur aku akan melepaskan kalian."
"B-Benarkah?"
"Ya, tapi katakan padaku kenapa kalian mengikuti perintahnya?"
"K-Kami terpaksa melakukannya kalau tidak dia akan membunuh putra kami."
Jadi begitu, Melves menjadikan anak mereka sebagai sandra ya? Tapi informasi ini masih kurang.
"Apa kau tahu alasannya ingin membunuhku?"
"A-Aku tidak tahu, tapi dia pernah mengatakan kalau semua ini demi Gerheim"
Gerheim? Apa itu, apakah itu nama orang? meskipun informasi yang kudapat masih sangat kurang tapi percuma saja bertanya pada mereka, mereka tidak tahu apapun.
"Baiklah, terima kasih karena sudah jujur. Sekarang kalian bebas."
__ADS_1
Aku melepaskan tali mereka dan mereka berdua langsung berlari pergi dengan sangat ketakutan.