Pahlawan Hitam

Pahlawan Hitam
Kuil misterius


__ADS_3

Setelah pintu terbuka lebar, aku berjalan masuk.


Sebuah papan kecil berdiri di depanku, disana terdapat sebuah tulisan yang bertuliskan:


Lantai 1: Labirin


Sepertinya kuil misterius ini memiliki beberapa lantai dan aku berada di lantai 1 yang merupakan lantai paling bawah.


Obor seketika menyala dengan sendirinya dan ruangan dapat terlihat dengan jelas oleh mataku.


Labirin? Sepertinya yang ada di hadapanku ini ternyata sebuah labirin. Namun aku bisa merasakan sihir pada labirin ini sepertinya labirin ini berubah setiap detiknya.


Aku hanya terpikirkan satu cara yaitu dengan menghancurkannya.


Aku mengarahkan tanganku ke depan dan mengumpulkan mana ke tanganku, aku menutup mataku dan membayangkan api putih.


"[White Flame: fire ball]"


Bola api yang terbentuk dari api putih berkumpul di telapak tanganku dan saat aku membuka mata, bola api itu meluncur ke depan dan seketika semua terbakar.


Sebuah jalan terlihat di depan setelah asap yang menghalangi menghalangi. Aku berjalan melanjutkan penelusuran dan ada sebuah papan yang sama seperti sebelumnya. Kali ini tertulis "Level 2: Tebak aku".


Setelah melihat tulisan itu aku langsung melihat ke depan. Terdapat dua gambar bunga mawar yang sama namun terlihat ada yang membedakannya. Setelah melihat gambar dan tulisan di papan, otakku langsung berpikir kalau aku harus mencari perbedaan antara dua gambar tersebut.


Hmm. Keduanya terlihat sama. Apa yang membedakan mereka?


Setelah aku memperhatikan secara detail, aku akhirnya menemukan perbedaan antara dua gambar tersebut.


Sekilas mungkin terlihat sama namun terdapat perbedaan, yaitu yang sebelah kanan mungkin terlihat seperti mawar namun itu adalah bunga Ranuculus.


Bunga Ranuculus adalah bunga yang menyerupai seperti mawar namun berbahaya karena mengandung racun yang dapat mematikan bagi hewan dan manusia.


Dan gambar sebelah kiri adalah bunga mawar merah dan tidak mengandung racun.


Setelah aku mengatakan pendapatku. Kedua gambar mengeluarkan cahaya berwarna hijau.


Tidak lama setelah itu aku terjatuh ke lantai bawah karena pijakannya menghilang dari kakiku. Dengan menyalurkan mana ke sepatuku, sihir anginnya aktif dan aku tidak jatuh karena angin di sepatuku mengurangi kecepatan jatuh.


Setelah mendarat dengan aman, aku melihat ke depanku dan lagi-lagi sebuah papan ada di hadapanku. Kali ini bertuliskan "Level 3: Mana jalan yang tepat".


Sejak awal aku begitu heran, sebenarnya level-level ini ingin membawaku kemana? Namun aku menghiraukannya.


Kali ini terdapat 5 pintu berderet di depan dan diatas kelima pintu itu terdapat sebuah tulisan. Aku mendekat dan melihat tulisan itu.

__ADS_1


"Pintu mana yang akan kau masuki. pintu A berisi lautan asam yang dapat melelehkan tubuh dalam sekejap. Pintu B berisi harimau yang sedang kelaparan. Pintu C berisi gunung berapi aktif. Pintu D berisi Ruangan gelap yang berisi pembunuh. Pintu E berisi Rumah hantu yang hanya suka memakan manusia."


Setelah selesai membaca, aku langsung membuka pintu B dan masuk ke dalam. Alasannya, karena pintu lainnya tidak bisa dimasuki namun berbeda dengan pintu B itu berisi harimau lapar dan aku berpikir kalau dia sudah mati karena kelaparan.


Setelah memasukinya, aku berada di ruangan. Sepertinya jawabanku benar. Kali ini sebuah papan bertuliskan "Level 4: Dimana racunnya?"


Sebuah meja makan berada di depanku dan terdapat dua gelas di atasnya yang berisi cairan berwarna merah.


Aku mengangkat kedua gelas dan mencium baunya. Keduanya sama-sama memiliki bau busuk namun suara terlintas di pikiranku.


"Gelas di tangan kiri dirimu berisi racun."


"Bagaimana kau mengetahuinya?"


"Mudah saja. Meskipun sama-sama bau busuk namun gelas yang di tangan kiri baunya agak menyengat."


Aku menyimpan kembali gelas yang tidak berisi racun di atas meja. Tidak lama kemudian sebuah pintu tiba-tiba muncul dan terbuka lebar.


Aku berjalan ke arah pintu, tentunya sambil membawa gelas yang berisi racun. Dua langkah setelah memasuki pintu, pintunya menghilang.


Aku melihat ke depan dan lagi-lagi terdapat sebuah papan, namun kali ini sedikit berbeda.


Tidak ada tulisan di atasnya hanya ada sebuah cetakan berbentuk lingkaran. Aku melihat secara bergantian antara gelas yang aku bawa dan cetakan lingkaran itu.


Setelah beberapa detik berpikir aku meletakkan gelas diatas cetakan itu dan secara kebetulan lingkarannya pas dengan ukuran gelas. Mungkin bukan kebetulan namun memang itu kegunaannya.


Aku berjalan mendekati dan menyentuhnya dengan menyamakannya dengan gambar yang ada di udara.


Di depan sebuah batu terbuka, ukuran dan cara terbukanya sama seperti sebuah lift. Aku memasukinya dan berdiri disana.


Aku menghilang, atau lebih tepatnya di pindahkan ke lantai bawah.


Setelah sampai sebuah ruangan besar. Kemanapun aku melihat hanya ada kegelapan sejauh mata aku melihat.


Saat aku berjalan satu langkah ke depan. Ruangannya menjadi bercahaya yang tidak tahu darimana.


Di depanku terdapat sebuah batu yang berdiri dan diatasnya terdapat sebuah peti yang terbuat dari emas.


Aku berjalan mendekat dan mencoba membukanya. Namun, tepat saat aku menyentuhnya tanganku terasa seperti disengat oleh petir.


"Aduh!!"


Suara Azazel terlintas di pikiranku.

__ADS_1


{"Jangan sembarang menyentuhnya. Aku bisa melihatnya terdapat sebuah aliran listrik mengelilingi peti itu."}


"Apa kau tahu cara menghilangkannya?"


{"Tidak tahu."}


"Kau ini tidak bisa diandalkan ya."


Aku sedikit kecewa setelah mendengar itu.


{"Diam kau!"}


Sesuatu tiba-tiba terlintas di pikiranku. Aku menyalurkan mana ke tanganku dan petir hitam menyelimuti tanganku.


Aku mencoba menyentuh petinya lagi dan aku tidak tersengat seperti tadi, sepertinya cara ini berhasil.


{"Pintar juga otakmu."}


"Tentu saja."


Dengan nada bangga aku menjawabnya.


Aku membuka peti itu, sepertinya ini tidak dikunci. Setelah terbuka terdapat dua kunci perak dan satu gulungan.


Aku mengambil kedua kunci itu namun tiba-tiba menghilang entah kemana.


Karena bingung aku melihat lagi ke peti dan sekeliling untuk mencari kemana perginya kunci itu.


Karena aku bingung aku melupakannya dan mengambil gulungan itu.


Namun saat aku menyentuhnya gulungannya terbang di udara dan banyak tulisan keluar dari sana dan masuk ke dalam kepalaku.


"Apa yang terjadi! Apa ini, Azazel, apa mau tahu tahu sesuatu?"


Tidak ada respon. Azazel tidak terdengar lagi. Aku tidak begitu mengerti apa yang terjadi namun saat aku tersadar tubuhku dipenuhi oleh cahaya dan menghilang.


Saat aku tersadar dan membuka mataku, semuanya terlihat blur dan setelah melihat dengan jelas aku berada di luar portal.


Aku bisa melihat Lilith dan Brull sedang tertidur dan disebelahnya ada Riska sedang duduk dan Leorg sedang berdiri menjaga mereka.


Mungkin aku harus berhenti berpikiran buruk terhadap Leorg.


Setelah melihatku, Leorg dan Riska berjalan ke arahku. Riska dengan agak kegirangan berlari dan langsung memelukku.

__ADS_1


"Apa kau baik-baik saja. Apa yang terjadi di dalam sana?"


Riska terlihat sangat khawatir padaku. Aku mengerti kalau dia khawatir namun sepertinya itu agak berlebihan, menurutku.


__ADS_2