
"Terima kasih sarannya, itu sangat membantu."
"Tidak masalah." Jawab William sambil menyesap kopi hitamnya yang pahit.
"Baiklah, pertama aku akan pergi ke kerajaan Agate terlebih dahulu."
"Ooh, kalau begitu sampaikan salam pada Altson."
"Apa hanya itu?"
"Ya."
Setelah percakapan kami selesai, aku berdiri dari kursi dan beranjak ke luar dari ruangan William.
Aku membuka pintu dan banyak orang berkumpul di depan pintu, berdiri seperti menunggu seseorang.
"Apa yang kalian lakukan?"
"Tidak, tidak ada." Mereka menjawab bersamaan, mencurigakan. Apa mereka menguping?
"Terserahlah, ayo kita pergi."
Aku berjalan ke arah pintu keluar dan Riska dan yang lainnya mengikutiku dari belakang setelah berpamitan dengan orang-orang di guild.
Di luar kota Valmas, tepat di depan gerbang, aku mengeluarkan mobil dari skill
[Storage].
Skill storage adalah sebuah sihir ruang yang membuatku bisa membawa banyak barang dari barang kecil maupun besar.
Ngomong-ngomong aku diam-diam membuat mobil dan memasukkannya ke storage agar aku bisa sedikit bersantai.
"[Storage]"
"Wow! Apa itu?"
"Benda apa itu?"
"Ini mobil?"
Mereka terkejut melihat mobil keluar dari Storage-ku tapi sepertinya Riska, Brull dan Lilith tidak tahu apa itu mobil.
Mobil buatanku hanya bisa menampung maksimal 10 orang, agar sewaktu- waktu aku harus membawa banyak orang.
"Zen, kotak besar apa ini?" Brull sangat bingung dan tidak bisa menahan rasa penasarannya.
"Ini mobil, dengan ini kita tidak perlu berjalan untuk pergi ke kerajaan Agate."
"Hebat, kau ini benar-benar menakjubkan."
Brull terus memujiku sambil menepuk punggungku dan itu lumayan sakit.
"Apa kau ingin membawa mobil Brull?"
"Apakah boleh?"
__ADS_1
"Tentu, kenapa tidak? Aku akan memberitahu cara mengendarainya."
Yah, tidak seperti mobil di duniaku. Cara kerjanya sama seperti mobil pada umumnya, yang membedakannya adalah mobil ini tidak memerlukan bahan bakar dan mobil ini sudah ku buat beberapa senjata seperti roket, kamuflase dan lainnya. Untuk mengaktifkannya hanya cukup menekan tombol yang ada di dekat setir.
Setelah menjelaskan cara mengendarai mobil dan beberapa tombol yang aku siapkan, mata Brull terlihat bersinar.
Ada apa dengannya apa dia tertarik dengan mobil? Yah, biarlah lagipula dengan itu aku bisa bersantai sejenak.
"Baiklah, apa sekarang kau sudah paham."
"Tentu, kalau begitu aku akan mencobanya."
Brull naik ke dalam mobil dan mengingat kembali apa yang ku katakan. Setelah beberapa menit kemudian mobil berjalan dan berbalik lagi ke sini, sepertinya Brull sudah mengerti cara mengendarainya.
"Ini benar-benar hebat, ini lebih cepat daripada kuda."
Sepertinya Brull benar-benar menyukai mobil ya, kenapa aku tidak membalas perbuatannya saat di kelas. Aku akan membalasnya dengan memanfaatkan mobil.
"Zen, apa kau merencanakan sesuatu pada Brull?" Tanya Misaki sambil menatapku dengan curiga.
"Ti-Tidak, hanya saja aku berpikir kalau Brull menyukai mobil itu saja." Jawabku dengan ragu.
"Baiklah, terserah padamu."
Fiuh, hampir saja. Tapi sejak kapan Misaki begitu peduli dengan Brull dan juga ia sangat menakutkan tadi.
"Kawan, cepat naik. Kenapa kau diam disana." Teriak Brull.
"Ah, maaf."
Normalnya kami akan sampai ke Agate membutuhkan waktu 2 jam menggunakan kereta kuda namun kami sampai tidak kurang dari 1 jam menggunakan mobil.
Kami menunjukkan medali yang diberikan oleh Altson, dan penjaga dengan sopan membiarkan kami masuk.
Saat menuju ke istana, di kota Arez banyak yang menatap kami dengan heran. Yah, karena ini adalah mobil mungkin mereka tidak tahu mobil jadi kurasa wajar mereka bingung melihat mobil.
Kami turun dari mobil dan Leorg dan beberapa ksatria dengan sopan membungkuk dan menyambut kami.
"Selamat datang kembali, Tuan Zen dan teman-temannya."
"Leorg, kau menjadi sopan pada kami? Apa kau baik-baik saja?" Sindir Brull pada Leorg.
"Tuan Bruce, maksudnya anda ingin aku bersikap tidak sopan padamu?"
"Bukan begitu, aku hanya tidak menyangka kau bisa bersikap sopan."
"Hentikan Brull, Leorg apakah Altson ada?" Tanyaku pada Leorg
"Aku akan memberi tahunya kalian bisa menunggu di dalam." Jawab Leorg
Kami duduk di ruang tamu sambil menyesap teh yang diberikan oleh pembantu kerajaan.
Altson datang bersama Alisha dan Sebas, mereka duduk dan menyambut kami.
"Oh, Zen. Selamat datang, apa yang membawamu kemari?"
__ADS_1
"Aku akan langsung ke intinya, sebelumnya kau tahu kalau saat ini kita di serang oleh portal aneh dan juga iblis."
Sebas dan Alisha terkejut dengan yang ku katakan barusan sementara Altson mulai terlihat serius.
"Ya, aku tahu. Aku tidak tahu apa yang terjadi tapi saat ini kita memang berada dalam bahaya. Lalu apa yang ingin kau katakan?"
"Aku ingin kau membantuku untuk melawan iblis ini. Sebelumnya kami melawan banyak iblis, mereka adalah warga desa yang di ubah menjadi iblis."
"Apa?! Kalau itu benar maka kita akan berperang melawan iblis."
"Benar, tujuanku kemari adalah menggabungkan seluruh kerajaan dan bertarung bersama melawan iblis."
Altson diam beberapa saat kemudian berbicara dengan nada yang serius.
"Baiklah terima kasih atas informasinya, aku akan melatih pasukan untuk persiapan perang."
"Terima kasih banyak."
"Tidak perlu berterima kasih."
Kami pun beranjak dari tempat duduk dan bersiap pergi ke kerajaan Zetes namun Altson menahan dan bertanya.
"Apa kau benar-benar berencana menggabungkan kerajaan untuk membantumu melawan iblis?" Tanya Altson
"Kenapa kau bertanya begitu?" Jawabku
"Apa kau tahu kalau tiga kerajaan, yaitu Agate, Zetes dan Welford sudah membuat aliansi."
Aliansi? kalau tidak salah itu adalah kerjasama antara negara satu dengan negara lain. Jadi begitu, lalu kenapa dia bertanya begitu.
"Tidak tahu, tapi kenapa kau bertanya begitu."
"Di benua Kyros yang besar ini ada 4 kerajaan yaitu Agate, Zetes, Fredrosee dan Welford. Lalu kota bebas yaitu kota Valmas dan kekaisaran Ryuga."
"Katakan intinya saja."
"Kau tidak perlu pergi ke kota Zetes maupun Welford, aku bisa meminta bantuan pada mereka dan saat ini dunia kita sedang di serang oleh iblis jadi kurasa kau perlu meminta bantuan pada Kekaisaran Ryuga dan kerajaan Fredrosse untuk menambah pasukan melawan iblis."
Memang benar dengan bantuan dua kerajaan itu kita bisa menambah banyak bantuan tapi perang ini hanyalah persiapan saja. Karena kemungkinan banyak yang sudah menjadi iblis.
Kemungkinan yang sudah menjadi iblis dan belum adalah 60:40. Dan yang mereka ubah menjadi iblis adalah warga desa yang berada di dekat kerajaan dan desa Nero adalah salah satu desa yang belum di datangi Melves.
Jadi itu artinya untuk saat ini mendapat kekuatan dari tiga kerajaan sudah cukup kuat dan kerajaan Fredrosse mungkin saja masih dibawah pengawasan Melves jadi tidak mungkin meminta bantuan pada mereka dan kekaisaran Ryuga untuk saat tidak meminta bantuan pada mereka karena itu cukup jauh untuk pergi ke sana dari sini.
"Altson ada yang ingin kutanyakan."
"Apa itu?"
"Di benua ini ada berapa desa?"
"Mari kita lihat?"
Altson memegang dagunya dan berpikir sambil menghitung. Setelah hitungannya berhenti dia menjawab pertanyaanku.
"Kira-kira ada 15 desa. Satu berada di kawasan kota Valmas, ada dua desa di kawasan Fredrosee dan yang lainnya memiliki tiga desa di kawasan mereka."
__ADS_1