
Seperti yang telah di duga Jelita sebelumnya. Selama dirinya menghabiskan waktu di kampung halaman, Arya dengan lebih leluasa bisa bertemu dan memadu kasih dengan selingkuhannya. Mata-mata yang disewanya melaporkan bahwa kamera tersembunyi banyak merekam adegan tak senonoh yang mereka lakukan di dalam apartemen Arya.
"Menjijikkan, bukan itu yang kubutuhkan! Aku tak mau menodai mata suciku hanya untuk melihat dua brengs*k itu bergelut di ranjang. Teliti percakapan mereka, lalu laporkan padaku jika ada yang mencurigakan!", begitu perintah Jelita lewat sambungan telepon.
Sinyal di kampung halamannya tidak terlalu bagus. Untuk mendapatkan jaringan internet Jelita harus keluar dari rumah dan berjalan hingga beberapa puluh meter. Tapi setidaknya Jelita masih bisa berkomunikasi meski lewat sms dan jaringan telepon reguler. Hanya sesekali saja Jelita memeriksa email dan beberapa dokumen perusahaan. Jelita merasa tidak masalah dengan hal itu. Lagi pula dia pulang ke rumah untuk beristirahat, bukan untuk bekerja.
Laporan yang kemudian membuat Jelita gemas adalah identitas wanita selingkuhan Arya. Wanita itu bernama Ayu, yang tidak lain adalah salah satu staff keuangan di kantornya. Gadis itu cukup manis dan terlihat polos, tapi di balik itu ternyata dia tak ubahnya rubah licik. Jelita masih ingat dulu Arya mengenalkan Ayu sebagai saudara jauhnya yang merantau dan ingin bekerja di ibukota. Arya merekomendasikan Ayu untuk bekerja sebagai staff keuangan sesuai jurusan kuliahnya dan dengan mudah Jelita menyetujuinya. Beberapa kali Ayu melakukan kelalaian yang merugikan perusahaan, tapi selama ini Jelita selalu memakluminya karena menimbang Ayu adalah kerabat Arya dan Jelita tidak ingin terlibat pertengkaran dengan kekasihnya. Dan sekarang Jelita baru mengerti kalau itu mungkin bukanlah kelalaian melainkan kesengajaan. Dasar tikus kecil licik. Untunglah Jelita masih menyimpan bukti-bukti kejanggalan dari laporan keuangan yang dibuat Ayu. Dan saat itu juga Jelita memutuskan langsung menendangnya dari perusahaan. Sedikit shock terapy pantas diterimanya setelah apa yang mereka lakukan dibelakangnya. Tapi ingat, itu belum seberapa. Pembalasan yang sesungguhnya harus disiapkan dengan sangat matang.
Dari rekaman percakaan yang terekam kamera tersembunyi, Jelita akhirnya tahu kalau Arya bukan sekedar mengkhianatinya. Dari awal Arya sudah punya rencana licik terhadap dirinya. Mendekatinya dan menjeratnya dengan alasan asmara, padahal Arya hanya memanfaatkannya semata.
Baiklah, mari ikuti saja permainan si brengs*k itu.
Begitu pikir Jelita. Jelita ingin melihat sejauh mana Arya akan berbuat pada dirinya. Tapi perlahan-lahan, Jelita juga akan berbalik membuat perhitungan. Jelita tidak langsung memutuskan hubungannya dengan Arya, melainkan akan memainkan sandiwara serupa yang Arya lakukan padanya. Jelita membuat sejumlah alasan untuk mengulur rencana pernikahan mereka hingga Arya takkan curiga. Jelita juga melarang Arya bertemu dengan keluarganya dengan berbagai alasan.
Sementara kepada Ibunya akhirnya Jelita memilih jujur menceritakan nasib kisah asmaranya yang telah kandas. Ibunya tidak marah dan malah tersenyum untuk menguatkan dan memberinya semangat.
"Tidak apa-apa Nak, jodoh sudah diatur yang Tuhan Yang Maha Kuasa. Maafkan dia yang menyakitimu dan jalani hidupmu dengan lebih baik kedepannya. Ibu selalu mendoakan kamu akan mendapatkan jodoh yang terbaik untuk masa depanmu kelak..."
Jelita tak bisa menyembunyikan rasa harunya dan langsung memeluk Ibunya. Yang tidak Jelita tahu, ternyata sang Ibu lebih terluka saat melihatnya terluka. Dan sang Ibu memilih menyembunyikan kekecewaan dam kesedihannya demi menghibur Jelita. Sang Ibu memilih memendam kekecewaannya seorang diri hingga menggerogoti pikiran dan kesehatannya. Sampai akhirnya sang Ibu berpulang menyusul ayahnya. Jelita tahu dirinyalah salah satu penyebab, yang menjadi beban pikiran Sang Ibu. Karena itu membuat kebencian Jelita semakin berlipat-lipat kepada Arya. Jelita berjanji dalam hati akan membuat Arya merasakan kesakitan seperti yang dia rasakan bahkan lebih dalam. Jelita berjanji akan menghancurkan hidup lelaki yang telah berpura-pura menjadi kekasihnya hanya demi harta semata.
Jelita tahu benar kalau Arya amat takut kehilangan dirinya. Bukan karena cinta, tapi karena harta yang dimilikinya. Wajah Jelita biasa saja, tidak cantik dan tidak jelek. Tapi tubuhnya amatlah seksi, menonjol di beberapa bagian asetnya. Dengan modal itu dirinya akan mencoba menggoda Arya dan membuat pacar gelapnya kepanasan. Dan jangan lupakan, Jelita punya otak yang cemerlang dan Ayu jelas bukan tandingannya. Perlahan-lahan Jelita akan menjerat Arya, memasang tali pengikat dilehernya layaknya binatang peliharaan yang akan mengikuti tuannya kemana-mana. Jelita juga akan membuat Arya selalu berada disisinya, menguasai hidupnya dan membuatnya menjadi budak cinta yang setia berada disisinya. Arya takkan bisa menolak keinginannya, karena dialah ratunya. Dan Ayu tak akan punya kesempatan untuk bertemu kekasihnya. Jelita ingin menunjukkan pada keduanya bahwa dirinyalah yang berkuasa.
"Sayang, jadi kapan kita akan menikah, aku sudah tidak sabar..."
Rengek Arya sambil mengelus kepalanya. Tentu saja pernikahan adalah salah satu tujuan Arya untuk mengincar hartanya.
"Hmm, mungkin tahun depan, setelah jadwal fashion show ku tidak terlalu padat. Karir ini adalah impianku, kamu bisa mengerti kan? Atau kau bisa mencari gadis lain saja untuk kau nikahi..."
"Oh tentu tidak sayang, aku akan menunggumu. Hanya kamu yang kucintai..."
__ADS_1
"Benarkah kau memcintaiku?"
"Tentu saja, aku sangat mencintaimu...."
"Kalau begitu bisa tolong pijat kakiku? rasanya pegal sekali..."
"Tentu saja sayang..."
Jelita lalu mengangkat kakinya dan meletakkannya di pangkuan Arya, Jelita berpose sedemikian rupa agar tubuhnya terlihat seksi dan bagian-bagian tubuhnya yang menonjol terlihat oleh Arya. Jelita tahu mata Arya mulai akan berpindah ke atas berniat membelai bagian sensitifnya, tapi dengan cepat Jelita memegang tangan Arya untuk mencegahnya.
"Jangan sayang, belum waktunya..."
"Ah maaf..."
"Bukankah kau mencintaiku? Kalau kau mencintaiku kau tidak akan merusakku sebelum kita menikah bukan?"
"Tentu saja, aku akan selalu menjagamu..."
"Maaf aku harus pergi, aku lupa ada janji dengan klien hari ini..."
"Apa mau kuantar?"
"Tidak usah..."
Sebelum pergi Jelita pura-pura tidak sengaja menendang daerah sensitif Arya.
"Aw...", teriak Arya reflek.
"Maaf aku tidak sengaja..."
__ADS_1
Jelita segera bangkit dan berdiri.
"Tidak apa-apa..."
"Ya sudah aku pergi dulu..."
Jelita berlalu dengan langkah ringan. Dia tahu bagian sensitif Arya telah menegang karena dirinya, tapi setelah ini Arya pasti akan melampiaskannya pada Ayu, jalangnya.
Jelita tentu tidak ada meeting malam-malam begini. Jelita akhirnya memilih pergi ke caffe langganannya. Dari sana dia mengecek kamera tersembunyi yang dipasang di apartement Arya. Dan benar saja tidak lama setelah dirinya pergi, Ayu datang dan Arya langsung menyeretnya ke tempat tidur.
Dan tepat saat mereka berada di tengah pergulatan, Jelita iseng menelpon Arya. Tampaknya Arya lupa mematikan ponselnya karena terlalu terburu-buru.
"Sayang bisa tolong jemput aku sekarang di caffe bunga? Aku takut pulang sendirian malam-malam..."
"Ya sayang nanti aku jemput..."
"Cepat ya sayang, aku sudah ingin pulang..."
"Ya, tunggu aku ya..."
Telepon ditutup, tapi bukannya langsung beranjak. Arya malah melanjutkan kesenangannya yang tertunda. Jelita kembali iseng menelponnya.
"Sayang sudah sampai mana? Berapa menit lagi sampai disini? Aku takut sekali, ada laki-laki yang menguntitku, cepat ya sayang...."
"Baik...baik, aku kesana..."
Dari kamera yang terpasang Jelita bisa melihat Arya mendengus kesal dan segera memakai pakaiannya bahkan tanpa mandi terlebih dahulu. Sedangkan wajah Ayu? Jangan ditanya. Bagaimana perasaan perempuan setelah dijadikan pelampiasan, lalu ditinggalkan begitu saja pergi bersama perempuan lain. Jelita tertawa puas dengan aksinya.
Setelah Arya menjemput dan mengantarnya pulang, Jelita langsung masuk ke apartemennya tanpa berbasa-basi. Jelita tak ingin lama-lama bersisian dengan Arya yang masih 'kotor'.
__ADS_1
Begitulah Jelita membalas dendam dengan mempermainkan pasangan sedjoli itu.